Suatu hari tamuan ke rumah orang liat kamar mandinya kotor. Tanya ke suami, "Kalo kita diem2 bersihin kamar mandinya menurutmu bantu ga?"
Suami awa dengan kesadaran penuh: "Itu adalah contoh nyata breach of sovereignity. Itulah kolonialisme yang selama ini kamu lawan,"
Oke, let me make it clear. Dalam buku panduan penanganan kekerasan seksual, hal pertama harus kita lakukan adalah: BERPIHAK PADA KORBAN.
Kemudian, mendorong pihak berwenang untuk menyelidiki.
Apakah kita salah karena "tertipu" oleh Audrey? TIDAK. Sebagai masyarakat, kita sudah melakukan tindakan yang benar karena berpihak padanya, pada korban.
Adapun ketika terbukti dia bukan korban, itu urusan lain. Dan tidak perlu malu.
Malulah kalau kita melihat KS dan femisida lalu sok-sokan "berpikir kritis" padahal itu cuma akal-akalan kamu sebagai enabler dan menganut rape culture.
Kalau benar mau berpikir kritis, baca buku panduan penanganan kekerasan seksual. Baca UU TPKS. Baca KUHP. Itu baru kritis.
logika dalam kalimat "pilih harta atau nyawa? (a or b)" kurang tepat, karena biasanya maksud si pembicara adalah "pilih hanya salah satu dari harta dan nyawa (a xor b)"
Anak-anak Indonesia adalah calon pemimpin masa depan. Negara hadir untuk menjaga, membimbing dan memastikan setiap anak tumbuh sehat, pintar serta berkarakter dalam rangka menyambut Indonesia Emas