CARA DIAM DIAM MEMBACA KARAKTER SESEORANG LEWAT WHATSAPP BRO
1. FOTO PROFIL NGGAK GANTI GANTI BERTAHUN-TAHUN
Biasanya simple, konsisten, ngak suka drama, hidupnya tenang, ngak sibuk cari validas
2. SERING GONTA GANTI FOTO PROFIL
Cenderung gelisah, gampang ragu, dan masih dalam proses mencari jati diri, tipe orang kegatalan
3. RAJIN KIRIM SELAMAT PAGI/SELAMAT MALAM
Orangnya hangat, terbuka, dan serius jaga hubungan
4. NGGAK PERNA BIKIN STATUS
Focus, efisien, dan lebih peduli progres hidup daripada kesan dimata orang
5. SESEKALI PASANG STATUS
Tenang, rapi, dan hidupnya terkontrol, kalo post biasanya ada makna
6. UPLOAD STATUS HAMPIR TIAP HARI
Cenderung sensitif, keras kepala, dan mudah terpancing hal kecil
7. UPLOAD BANYAK STATUS SEKALIGUS
Emosi naik turun, mudah berubah, dan sering butuh perhatian, tanpa bilang langsung
8. SEMBUNYIKAN LAST SEEN DAN CENTANG BIRU
Bukan dingin tapi sadar privasi, gak semua orang perlu akses ke hidupnya
9. CUEKIN RIBUAN CHAT GROP
Tenang, sederhana, dan tau prioritas, nggak gampang kebawa keramaian dan drama
10. PASANG FOTO/ STATUS GAMBAR ATOK GEMOY
Langsung blok, orangnya tuh t*l*L gak punya 0t4k. Sampah masyarakat / buzerp
Jodoh dan Rahim itu adalah areanya Allah. Sama halnya dengan nyawa, ibarat kata yang tanya
- kapan nikah?
- kapan punya anak?
itu sama halnya dengan bertanya kapan mati.
Ngobrolin Daycare di Jogja sama my partner yang jadi kepsek dan punya program daycare juga.
Serem bgt gila. Dan yang lebih serem lagi apa coba?
Emak2 lain yang ngata2in ibu korban dengan bilang,
- Makannya, punya anak diurusin sendiri, gausah kerja, gausah daycare2an
speechless...
Generasi Boomer :
Atasan: kamu besok naik jabatan ya?
Boomer : oke pak terimakasih kesempatannya.
Gen Z :
Atasan : kamu besok naik jabatan ya?
Gen Z : terimakasih pak kesempatannya tapi ga dulu, saya mau pilih hidup tenang aja 😇
Fenomena itu adalah "Conscious unbossing"
secara sadar menolak promosi ke posisi manajerial atau struktural tetapi memilih tetap menjadi karyawan fungsional karena menganggap peran bos terlalu menegangkan, minim otonomi, dan merusak work-life balance.
@tanyakanrl Sangat wajar nder, niat kamu udh baik...
Suamimu aja yg gatau situasi & kontrol emosinya buruk...
Kalau cuma grgr begitu doang aja ngambek, ngapain nikah, mending tiap hari kumpul aja sama temen sekolahnya, wkwkkw
Semoga suamimu segera sadar siap yg lbh penting ya nder...
Pada akhirnya aku sadar kalau semua teman ada masanya. Mau sedekat apapun kalau masanya sudah habis bakalan asing.
Temen SD,SMP,SMA hilang kontak.
Temen kuliah beda frekuensi.
Temen kantor pindah kerja.
Sahabat lama gak lagi nyambung.
Dan itu normal, bukan salah siapa-siapa.Memang chapter ceritanya udah selesai.
🌱