Ini sedih sebenarnya.
Bapaknya dulu demo berharap negara lebih baik, anaknya bisa tumbuh di kondisi yang lebih baik.
Eh tahunya anaknya juga harus turun ke jalan dengan alasan yang hampir sama
That isnt a luxury suite... thats section of the stands where he is sitting with 1,000 fans who WON lottery game tickets. He made tickets available to ordinary people and then sat with those people
Stop making shit up just bcz u hate that he is a Muslim and a socialist democrat
Jujur bingung banget
Negara mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Rupiah menguat, pasar merespons positif, koruptor mulai ditangkap, reshuffle disiapkan. Tapi masih ada yang ngotot demo 12 Juni.
Jadi sebenarnya yang dicari solusi atau memang ingin bikin gaduh?
Nah ini contoh twit buzzer ya ges, biasanya harganya 1 twit begini 3000-5000 rupiah.
Kalau ditawarin begini, jangan mau ya. Masa bayarannya kalah sama pertamax 1 liter
rekan-rekan semua,
sebagai tanggung jawab moril profesi, kantor kami AMALGAM Law Office berencana akan memberikan layanan pendampingan hukum GRATIS bagi para demonstran yg berangkat aksi pada Jum’at, 12 Juni 2026 ini di Jakarta (jika ada yg membutuhkan)
tapi kami juga harus mengakui bahwa manpower dan resource kami terbatas. sehingga, apakah ada rekan-rekan sejawat lawyer atau kantor hukum yg berkenan untuk beraliansi bersama kami dalam hal ini? if so, please reach me out
thanks in advance!
You know how brilliant their idea to choose Bundaran HI sebagai tempat "aksi" mereka adalah? It’s because they know Bundaran HI adalah pusat titik keramaian Jakarta.
Choosing Bundaran HI means maximum exposure. Akses ke semua lapisan masyarakat itu potensial banget buat attract publik. From the corporate slaves stepping out of their Sudirman offices, people commuting, to the general public—everyone is literally there. It is the ultimate hub to get eyes on your movement.
Plus di Bundaran HI, segala jenis transportasi umum ada. It’s the literal heart of Jakarta's transit. So obviously, the traffic will be disrupted. But honestly? In modern activism, that disruption is a feature, not a bug. When the traffic gets a bit chaotic, people are forced to look. It creates that instant "Wait, what’s happening over there?" effect.
As someone who used to organize actions and protests too, let’s be real for a second: pemilihan Bundaran HI ini bukan lagi buat "protes" langsung ke pihak yang diprotes.
Why? Karena ya udah pasti gak bakal didengar. Pointing fingers directly at the institutions just ends up making you tired, drained, and honestly, males banget. It’s a dead end.
Makanya mereka pilih Bundaran HI. It’s no longer about yelling at a brick wall; it’s about controling the narrative and winning the public's attention. If the authorities won't listen, you make the entire city talk about it instead. And there’s no better stage for that than Bundaran HI.
Kalian sadar gk ?
banyak daerah yg udah mulai demo tapi gk disiarkan media
Daerah yg sudah mulai Demo:
- Jakarta (Cikini Raya & Badan Gizi Nasional)
- Bandung (DPRD Jabar)
- Medan (Lapangan Merdeka)
- Kendari (Bundaran Tank)
- Semarang
Katanya mulai merembet ke Sulawesi & Sumatera juga 💀
Draft:
Selama aksi demo hampir tidak ada TV nasional yang meliput.
Tapi menjelang malam, ada massa yang tidak jelas tiba-tiba muncul dan mulai berbuat anarkis, TV mendadak breaking news, disiarkan secara live, dengan narasi seolah-olah inti dari demonstrasi adalah kerusuhan.
The World Cup begins tomorrow, and many will watch the matches. Soccer reminds us of something we must not forget: life is not a race to show off on our own, but a path we learn to walk together. Anyone who does not know how to pass the ball, even if they have talent, has not yet understood the game. Anyone who does not know how to live with and for others has not yet understood life. #ApostolicJourney
Warga BoDeBek yang kesel, silahkan menekan Pemdanya, karena Jakarta udah ngajak Jawa Barat urunan buat Subsidi Transjabodetabek
Sama coba teken ke Bapak Aing, karena pas koordinasi Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD-MPU) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, 17 Juni 2025. Dalam forum itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memang mengusulkan/minta dukungan (ikut patungan subsidi) Transjabodetabek untuk warga daerah penyangga (termasuk Jabar). KDM jawab bahwa Pemprov Jabar belum siap ikut urunan karena masih mempertimbangkan urgensi subsidi angkutan umum tersebut (prioritasnya lebih ke transportasi desa/pedesaan yang lebih mendasar).
Begitu