Yg baju putih itu memang datang ke lokasi karhutla, tetapi lebih banyak menjadi panggung pencitraan daripada pembenahan akar masalah, buktinya tata kelola lahan, pembakaran untuk pembukaan kebun, dan penegakan hukum ya begitu-begitu saja, sampai berukang tahun ini. Si baju coklat mewarisi masalah yang tak pernah dibereskan itu. Jadi jangan terjebak membandingkan “yang putih” masuk hutan atau “yang satu” hanya ke ladang belakang bandara. Ukurannya apakah keduanya bisa mengatasi akar masalah itu, atau justru memperbesarnya. Walaupu jk melihat trennya saat ini, kemungkinan malah memperbesar masalah sih...
Kerja gak sesuai tupoksi, semua diurus one man show, kerjaan siapa aja diserobot, beneran ugal ugalan banget ngurus negara. Pantes kebingungan semuanya, ternyata motivasinya yang penting tampil.
Gw meramal:
1. Rezim Prabowo secara *struktural* tidak mampu merawat atau membangun infrastruktur. PU dipotong. TKD dipotong. Dana Desa dipotong. Uang habis.
2. Akibatnya bakal banyak infrastruktur hancur, terutama di daerah.
3. Ini bakal jadi gorengan 2029. Viral.
Sebenarnya ini pilihan bagi rakyat daerah setempatnya sendiri. Mereka bisa diam seperti anjing patuh, atau mereka bisa memviralkan jalan-jalan mereka yang hancur tidak dirawat karena semua uangnya dicuri.
Raffi ahmad galang donasi, ga ada izin, pake rekening perusahaan TBK, bisa indikasi cuci-cuci, lu diem aja.
Ini ada orang pribadi, rekening isi cuma 80 juta diblokir.
Gak ada izin dari pengadilan.
Polisi Kocak.
Bank Mandiri Koplak.
Sudah hampir 3,5 tahun tapi baru 7 rangkaian KRL rakitan lokal yang beroperasi, sedangkan beberapa rangkaian KRL ex-Jepang sudah ditarik dari peredaran.
Akibatnya? Penumpang KRL lagi yang dikorbankan imbas pengurangan jumlah armada saat ini.
Kita miskin karena penguasanya bukan hanya jahat, melainkan juga gaptek dan malas.
Misal bibit lobster. Kalau dibiakkan jadi dewasa, keuntungannya bisa 1000%.
Tapi ini tidak dilakukan, karena Mafia Lobsternya malas & gaptek.
Seluruh kekayaan alam di Indonesia tuh kayak gini.
Di era Bu @susipudjiastuti ekspor benih lobster ditutup, penyelundupan diberantas.
Tapi di era Menteri Trenggono dibuka lagi, untuk alasan yg konyol:
>Menteri tsb ngaku ga bisa mencegah penyelundupan benih lobster
>VN punya ekosistem budidaya lebih maju
Mediocre Mentality🙄
Why are we surprised by this? Prabowo himself clearly stated this on Mata Najwa three years ago.
“banyak ASET SAYA, PABRIK SAYA yang MANDEK karena saya tidak dapat kredit, karena SAYA TIDAK BERKUASA 20 TAHUN, Mbak!”
????
And you, still choose him, as our president?