tuhan melindungi setiap langkah mereka yang turun ke jalan hari ini. terima kasih sudah memperjuangkan kepentingan semua orang. doa baik selalu. ✊🇮🇩 tinju ke atas.
Pernah ada di company yang turnover rate-nya tinggi banget, lebih dari 35% wkwkwkwkw.
Padahal secara KPI pada achieve, tapi banyak yang resign buat rehat dulu karena workload-nya dan pd ga tahan gr gr toxic, yaa emang gokil banget.
Pas rehat pun bukan berarti pada nganggur total, banyak yg juga pake waktunya buat apply kerjaan, tapi jadi lebih hati-hati milih company karena experience sebelumnya kurang enak.
Intinya, emang jangan terlalu generalisir kondisi orang.
Tiap orang ada di stage yang beda-beda.
Ada yang lagi di posisi desperate cari kerjaan seadanya asal diterima.
Ada juga yang udah di posisi bisa milih mau kerja di company seperti apa, lokal atau global, culture-nya gimana, workload-nya masih make sense atau nggak.
Harapannya sih semogaaa makin banyak yang bisa punya skill yang di value market, dan sampai di tahap bisa memilih company yang lebih sehat, yang nggak toxic atau nguras energi banget.
Soalnyaaa kalo dr experience, walaupun kita produktif dan kerjaannya achieve mulu, tp kalo environment-nya toxic, lama-lama ownership ke company juga bisa hilang sih asli 😅.
Pernah baca kalo ga salah bisa jadi: quiet quitting.
@_gagitugi_@worksfess pendapatku, sebenernya ga bisa langsung judge orgnya yg bermasalah sih, dunia kerja kan sekompleks itu ada banyak pertimbangan orang buat pindah (gaji, lingkungan, skill, jobdesk dll) tergantung masalahnya dimana
This is economy guys, selain cari kerjaan susah, please jangan jadi toxic di tempat kerja. Jangan sampai kita jadi alasan orang lain resign dari kerjaan, karena kita nggak tahu, orang itu kerja buat menghidupi siapa.
Saat kamu berada di titik rendah dalam hidup, ingat 5 hal ini:
1. Jangan cerita ke semua orang
Ga semua orang peduli dengan ceritamu.. yang ada situasimu malah diceritain lagi ke orang lain, sering dengan bumbu tambahan. Ada juga yang justru senang lihat kondisimu, walau di depanmu terlihat paling peduli..
Belajarlah tetap terlihat seperti biasa. Kalau kamu terlihat sedang sulit, orang malah cenderung menjauh, dan peluang dibantu justru menurun.. manusia tertarik mendekat ke yang terlihat kuat, bukan yang terlihat tenggelam..
Sedikit wejangan untuk adik-adik FG:
Jangan terlalu takut salah sampai akhirnya takut mencoba.
Di dunia kerja, gak semua orang punya semua jawaban dari awal. Banyak hal dipelajari sambil jalan, sambil trial, sambil salah, lalu diperbaiki.
Kalau diberi tanggung jawab, belajar untuk berani ambil ownership. Gak harus selalu sempurna, tapi usahakan selalu mau belajar, adaptif, dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.
Kadang yang membedakan tuh bukan siapa yang paling pintar, tapi siapa yang tetap mau bergerak ketika situasi belum sepenuhnya jelas.
kenapa ya, tiap ada orang mau resign pertanyaannya selalu:
‘kenapa resign?’
‘mau kerja di mana lagi?’
‘cari kerja sekarang susah loh’
‘tabungan udah cukup buat nganggur?’
tapi jarang banget ada yang nanya:
‘kamu selama ini baik-baik aja nggak?’
🚨 BREAKING NEWS 🚨
👤: "Gila, mahasiswa ITB akhirnya keluar dari zona nyaman dan turun ke jalan! Negara lagi darurat kah?!"
🧠: "Lebih parah dari itu..."
👤: "Hah? Rezim tumbang? Krisis ekonomi?!"
🧠: "Kagak, gerbang kampus dicoret pilox suporter, jalanan stuck total, mereka kelaparan gak bisa pesen GoFood 3 jam."