@Verology_exe@justpand@Smash1014314 Coba mbanya nonton sendiri videonya di youtube tanpa ngejudge berdasarkan omongan netizen. Pasti bakal kerasa netral-netral aja videonya. Video life update sekaligus sharing soal hal pribadi ala channel maudy biasanya aja. Dia ga nyuruh apatis atau diem padahal
Gue ga sepenuhnya setuju sama statement Maudy Ayunda, tapi ada part yang gue setuju. Terlepas dia tone deaf atau ngga.
Gue baru banget selesai nonton videonya dia, dan menurut gue sebenarnya konteks yang dia maksud cukup jelas. Mindfulness itu bukan berarti jadi ga punya empati atau pura-pura ga peduli sama keadaan sekitar.
Lebih ke gimana kita mengatur seberapa banyak informasi yang ‘perlu’ kita konsumsi dalam sehari. Berita tetap penting, tapi kalau setiap saat kita dijejali bad news tanpa jeda, ya lama-lama mental juga capek dong. Ga semua berita diluar sana harus kita konsumsi, yang ada bikin overload dan overthinking.
Apalagi sekarang banyak media yang judulnya sengaja dibuat provokatif cuma buat bikin orang marah dan terus engage. Kalo setiap hari yang masuk ke kepala cuma kemarahan, konflik, dan hal-hal negatif, sadar nggak sadar itu ikut membentuk cara kita melihat kehidupan.
Ironisnya, video yang ngajarin cara menghadapi situasi dengan lebih mindful aja langsung dibawa ke framing negatif.
Maybe before judging the message, coba berhenti sebentar dan lihat lagi: jangan-jangan cara kita mengonsumsi informasi juga sudah ikut memengaruhi cara kita memandang semuanya.
Hi! Para penyedia jasa isi kuesioner ada yg bisa nyediakan jasa voting ga ya? Ofc it's easier dibanding ngisi kuesioner kok. Soalnya cuman log in dan voting. Hanya ada limitasi durasi aja berupa 1 jam periode voting.
Kalau ada, reply🙏🏻 sekalian sama fee dan testinya #zonauang
Muslims — We fast.
Christians — We fast.
Jews — We fast.
Hindus — We fast.
Muslims — We feed the poor.
Christians — We feed the poor.
Jews — We feed the poor.
Hindus — We feed the poor.
Muslims — We have a holy book.
Christians — We have a holy book.
Jews — We have a holy book.
Hindus — We have a holy book.
Muslims — We pray 5× a day.
Christians — ...
Jews — ...
Hindus — ...
The Prophet ﷺ said:
“The difference between a man and disbelief is the abandonment of prayer.” ( Sahih Muslim 82 )
Baru tau jir ternyata ungkapan tujuh turunan tuh punya basic ilmiah.
Kirain cuma keasbunan orang tua zaman dulu aja 🤣
Setelah baca2, teorinya tuh tiap orang nerima sekitar 50% DNA autosomal dari masing2 orang tua
Maka:
- Orang tua → 50%
- Kakek/nenek → 25%
- Buyut → 12,5%
- Generasi ke-5 → 6,25%
- Generasi ke-6 → 3,125%
- Generasi ke-7 → 1,56%
- Generasi ke-8 → sekitar 0,78%
Bener dong klo less than 1% hahaha. Berarti nyumpahin orang sampe tujuh turunan tuh punya basic ilmiah 🤣
ibadah itu menurut gue emg harus dipaksa. karena kalo nunggu hati yang ‘siap’, kita gatau kapan itu terjadi.
kalo kata ustadz gue:
sedekahlah sampe terasa ikhlas
shalatlah sampe terasa khusyu
puasalah sampe terasa nikmat
tilawahlah sampe terasa tenang
jgn sampe kita baru ibadah begitu hati kita siap, tapi ternyata ajal yang lebih dulu ‘siap’ 😔
muslimah to muslimah :
please jangan sedih kalo haidh pas ramadhan, karena kita masih bisa banget dapet pahala walau lagi ga puasa 🥹:
1. ngasih makan org berbuka puasa. ini bahkan kita dapet pahala puasa juga😋
2. perbanyak doa dan dzikir
3. belajar/menuntut ilmu (termasuk saat sekolah/ngampus atau denger kajian)
4. mengajar (ilmu apapun yg tdk melanggar syariat)
5. sedekah
6. murojaah al quran/dengerin murottal
7. membantu urusan org lain
(muslim only)
gue ngerti konteksnya soal ekonomi dan anak. tapi serius guys, apapun diskusinya, minta tolong dijaga ya guys kata kata kita terutama ttg org miskin 🙏
islam sebegitu besar perhatiannya thdp org miskin. juga ada larangan mencaci maki/menghardik org miskin.
kemiskinan ini sistemik. pun gaada yg menjamin nasib kita ke depannya.
People don’t realize that you can actually push someone so far that they no longer want anything to do with you anymore . This applies to friendships, relationships, or even family.
Sometimes, people assume that because you love them, whether as a friend, partner, or family member you will continue to tolerate anything, disrespect, neglect, hurtful actions , lack of effort, or emotional stress.
Everyone has limits, and there is only so much one person can take before they choose peace over connection.
Even the most patient, kind-hearted person can reach their breaking point.
When someone continuously feels unappreciated, misunderstood, or mistreated, they can reach a place where they emotionally disconnect. And once someone emotionally disconnects, it is very hard to repair that relationship.
Sekian lama di Twitter ini, gw ngeliat 1 hal: Banyak orang beneran sangat malas mengecek apapun; Kalo ada berita ga dicek; Omongan dari dosen ga dicek; Omongan dari ahli ga dicek... Semuanya dipercaya aja. Entar sumbernya ngawur dia ikut ngawur
Orang nggak ngecek -> Makin banyak yang ngawur -> Hal ngawur makin viral -> Keviralan membuahkan kepercayaan -> Makin banyak lagi yang ngawur
Who created WWI? Not Muslims.
Who created WWII? Not Muslims.
Who dropped 2 nukes on Japan? Not Muslims.
Who killed millions in Iraq? Not Muslims.
Who killed millions in Afghanistan? Not Muslims.
Who killed millions in Vietnam? Not Muslims.
Until real work and progress are seen, everything else is just lip service. Be smart, be critical, be skeptical. Once someone becomes a politician, he's no longer one of us. He's one of them, the ruling class with their own hidden agenda.