Kalau Rp670k/bulan tidak miskin, coba jelaskan bagaimana cara bertahan hidup dengan uang segitu?
Buat simulasi nyata.
Berapa untuk makan, tempat tinggal, listrik, transportasi, sekolah, dan BPJS?
Tunjukkan bagaimana manusia bisa hidup satu bulan penuh dengan angka itu.
Jangan hanya tampilkan rumus.
Jawab! ��
Keberadaan pesantren yang menerima MBG dari luar pesantren menunjukan program MBG menyalahi akal sehat. Bagaimana tidak, tiap pesantren sudah punya dapur dan hampir-hampir tidak pernah keracunan.
Karena ada MBG, tiap dapur SPPG atau yang dapur SPPGnya milik pesantren mengirim makan secara silang atau terjejaring, misal, satu dapur mengirim ke 2-3 pesantren dan seterusnya.
Padahal, untuk pesantren yang sudah punya dapur makan besar bukan sppg, mereka cuma butuh logistik, seperti beras dan bahan mentah lainnya serta buah-buahan.
Negara tinggal kirim petugas kesehatan untuk memastikan makana bergizi. Atau pesantren yang punya dapur sebelum ada MBG, tinggal kasih uang untuk belanja logistik.
Tapi tidak bisa 😁😁😁 dalam konteks ini, BGN gak ada gunanya, cuma rantau rente. Lah pesantren sudah punya segalanya untuk MBG?
curhatan santri soal keracunan mbg :
- ahsan salah satu santri selamat dari keracunan
- karena kebetulan gak makan jatah mbg siang itu
- mbg dateng ke ponpes sekitar jam 11.30
- santri mulai makan bareng sekitar jam 13.00
- menu yang disajikan hari itu telur dadar sama sayur
- gejala mulai muncul abis salat asar
- temen ahsan ngeluh sakit perut & bolak-balik ke kamar mandi
- ketua asrama ferdiansyah bilang laporan keluhan mulai numpuk sekitar jam 16.00-16.20
- dari jenjang mts & ma
- dari total 1.000 santri yang dapet mbg, 431 orang harus dirawat di 7 rumah sakit berbeda
- kasus ini gak cuma kena ponpes manba'ul hikam
- tapi juga sekolah lain yang dikonfirmasi wagub jatim emil dardak
INTERNATIONAL MEDIA, can you see this and make an article about it??
Firefighters attempted to put out the fire, but the hose used to extinguish the flames had been cut
Di Sidoarjo lebih dari 500 santri keracunan makanan. Tapi responnya cuma tutup sementara. Kayak santai santai aja. Padahal kelalaian kan bisa dipidana gak sih?
alasan Ustadz Abdul Somad tak pernah mau pimpin sholat istisqa pas kebakaran hutan:
> UAS seumur hidup tegas tak pernah mau ikut atau dipaksa sholat minta hujan pas bencana kabut asap.
> alasannya, fenomena itu bukan murni bencana kemarau, tapi ulah kejahatan manusia yang sengaja membakar
> gara-gara rasa kemanusiaan dan rahmat dicabut dari hati pelaku, 6,7 juta orang harus sengsara menghirup udara kotor
> ironisnya, oknum pembakar hutan itu malah ikut-ikutan berdiri di barisan sholat istisqa seolah tanpa dosa
> menurutnya, minta hujan untuk memadamkan kelakuan kriminal sama saja kayak mendoakan orang jahat lepas dari tanggung jawab
> uas bilang 'ini bukan kebakaran tapi dibakar, itu kejahatan, kok malah didoakan?'
Sudah hampir seminggu,kematian bpk bambang setiawan
Belum ada satupun
Tersangka tersangka belum ketangkep dari kepolisian
Al-fatihah untuk almarhum bpk bambang setiawan.
2,1 trilyun itu cuma 2 hari MBG.
tapi daripada sistem peringatan dini yang bisa menyelamatkan banyak orang, kita lebih memilih mbg yang bisa meracuni banyak anak.
Selamat datang ke "Animal Farm"
Ketika kenyataan sulit dibantah, maka bahasanya yang diubah. Jembatan yang rusak saat baru diresmikan direduksi menjadi “sling terlepas”, sementara struktur utama disebut tetap pada tempatnya. Seolah-olah yang bermasalah bukan jembatannya, melainkan cara publik melihat peristiwa.
Lebih absurd, penyebabnya diarahkan pada warga yang “terlalu antusias” karena lebih dari 50 orang melintas. Padahal itu terjadi dalam rangkaian seremoni peresmian.
Inilah logika Orwellian, kegagalan diubah menjadi “insiden”, tanggung jawab menjadi “ketidakpatuhan warga”, dan fakta jembatan rusak saat peresmian menjadi permainan definisi.
Kenapa sih pasal pembunuhan tuh baru dianggep kalo scr langsung ngebunuh orang?
Kenapa ga bs diliat jg ngebakar hutan berhektar2, bikin orang sakit atau kecelakaan dan sampai mati, jg sbgai upaya pembunuhan?