memulai hubungan baru di usia 25-an keatas itu menakutkan, takut orang yang kita temui ternyata telah melewati fase jatuh cinta terhebatnya hingga bersama kita hanya melanjutkan hidup, sedangkan hatinya tertinggal di orang lama.
hubungan yg langgeng itu adalah pilihan, dalam arti kamu udah tau keburukan pasanganmu tapi kamu masih mau untuk berjuang, mau menurunkan ego dan juga mau mengalah. hubungan yg langgeng bisa dibentuk asalkan keduanya sama-sama saling menerima, bertahan, meski rasa bosan itu ada.
1 bulan masih mikirin, usaha hubungin dan ketemu, make sure dpt closure lgsg masih bisa dipertahankan & diperbaiki apa engga.
nyatanya udh gaada respon baik, skrg yg susah nahan diri buat ga nyari tau. mungkin udh nemu yang lebih baik, atau pengen sendiri. jd lanjutkan hidup!
Gatau kenapa ya sekarang gue udah ga terlalu mikirin. Kayak, kalo lu ada yaudah, kalo lu mau pergi pun gue udah gamau pusing. Terserah lu mau gimana, gue juga udah capek buat maksa atau terlalu peduli sama sesuatu yg emang di luar kendali gue.
Sekarang gue lebih milih fokus sama diri sendiri. Perihal orang lain mau gimana, mau stay atau pergi, mau peduli atau gak, yaudah. Gue ga bisa ngatur itu semua.
move on. they made their choice. accept it. stop searching for explanations, stop replaying what happened and stop holding onto what could have been. you don’t need to convince anyone to choose you. let people live with the decisions they made while you put that energy back into yourself. some chapters are meant to be closed, not reread.
Mari kita tutup chapter agustus ini dengan rasa ikhlas dan melepaskan, bukan karna takut merasa semakin terpuruk. Tetapi harus merasa bangga sudah berani melepaskan apa yg seharusnya dilepaskan demi kebaikan diri sendiri dan bersama. Thanks for my self for brave through this pain
Bagian paling menyiksa dari jatuh cinta adalah ketergantungan.
Ketika seseorang menjadi sumber utama kebahagiaan, ketenangan, dan rasa berharga, kita perlahan lupa bagaimana cara merasa utuh tanpa dirinya.
Pada akhirnya, yang paling menakutkan bukan kehilangan orangnya, tetapi kehilangan diri sendiri setelah terbiasa menjadikan seseorang sebagai rumah.
Sebab cinta yang sehat seharusnya melengkapi, bukan menjadi satu-satunya alasan untuk merasa bahagia.
sekarang gini saja;
peduliin apa yang perlu dipeduliin.
hargai apa yang pantas dihargai.
semua tentang siapa yang tetap bertahan, bukan yang cuma berjanji.
gapapa kamu kehilangan seseorang, asal jangan kehilangan dirimu sendiri, ikhlaskan yang sudah berlalu dan tenangkan dirimu.
semakin dewasa, fall in love dengan orang pinter itu lebih asik. pinter di sini bukan tentang menang olimpiade, tapi dilihat dari wawasannya, gaya komunikasinya, mannernya, habitnya, cara meluapkan emosinya. selain itu, fall in love dengan orang pinter bikin kita ke trigger ningkatin kualitas diri biar makin setara.
eh tapi ini bener, dulu aku ngajak putus pacarku bukan karena aku punya orang baru... tapi karena omongan dan tindakan semacam:
• ngebuang barang pemberianku, sedangkan dia masih kepergok nyimpen tulisan2 ucapan dari mantannya
• "lain waktu aja, lagian ngapain sih harus sekarang" - padahal aku nunggu momen hari itu
• "kamu tuh orang baru, lebih duluan aku kenal sahabatku yg cwk itu"
• "ga ada yang mau sama kamu kalau bukan aku"
rasa kecewa, ga dihargai yang numpuk akhirnya bikin aku ngerasa emang hubungan ini ga layak dipertahankan.