Cerita di film AMBANG BATAS ini buatku sebenar-benarnya genre horror buat kita para perempuan, it’s the everyday kind of horror. Aku yakin banyak perempuan yang pernah mengalami, atau setidaknya punya ketakutan yang sama persis spt yang digambarkan film ini. Ada sesuatu yang unsettling dari cara film ini memperlihatkan ruang publik sbg tempat yang technically “untuk semua orang”, tapi nyatanya ngga pernah bener2 didesain aman buat perempuan. Me personally, sbg pengguna transum juga, rasanya ngga sekali dua kali harus berhadapan dgn pertanyaan seksis, komentar penghakiman, sampe pandangan misoginis yang sering dianggap cuma “basa-basi”, padahal buat kita yang nerima, it’s never okay.
@ibamarief@Krishna14121412@rhitasim Yes! Thank you so much @ibamarief for your interest in supporting Indonesian women in learning STEM :) To donate please check: https://t.co/icDyxsTMF5
I will DM you the details for the scholarship program.
Simak apa kata Rina, Sugi, dan Tiwi yang ikutan @markodingID! bersama @impactbyte kami mengajak anda untuk bergabung bersama mengajar dan menginspirasi remaja marginal untuk belajar coding secara gratis! MENTOR: https://t.co/an8XIkQpXf VOLUNTEER: https://t.co/p9dnzVwqRR
MARKODING supported by @ImpactByte mengajak anda untuk bergabung bersama bersama komunitas MENTOR MARKODING yang akan mengajar dan menginspirasi remaja-remaja marginal di Jakarta untuk belajar coding! Daftar di https://t.co/an8XIkQpXf