Tiga puluh tahun kemudian setelah skandal sastra itu terjadi, Pramoedya Ananta Toer pernah ditanya kembali akan kejadian tersebut dalam sebuah wawancara bersama Pers Mahasiswa dari Universitas Gajah Mada, berikut tanggapannya Pram atas pertanyaan yg dilontarkan tersebut:
🚨 Saat Arsenal Membangun Emirates Stadium, Bank Meminta Satu Hal dari Arsene Wenger
Ada cerita menarik dari Arsene Wenger yg mungkin sudah banyak dilupakan.
Saat Arsenal membangun Emirates Stadium dengan biaya sekitar £390 juta, bank meminta Wenger menandatangani komitmen sebagai bagian dari syarat pembiayaan proyek tersebut.
Alasannya sederhana: bank membutuhkan konsistensi secara teknis agar Arsenal tetap punya peluang untuk membayar kembali pinjaman mereka.
Wenger bahkan mengatakan:
“Do you want me to say how many clubs I turned down during that period?”
Intinya, komitmen Wenger kepada Arsenal saat itu bukan cuma soal bertahan sebagai manajer. Dia mengaku menolak sejumlah tawaran dari klub lain dan tetap bertahan ketika klub sedang melalui periode yg sangat sulit.
Bertahun-tahun kemudian, ketika fans mulai menuntut perubahan karena Arsenal gagal memenangkan liga, Wenger mengingatkan bahwa dirinya sudah memilih untuk bertahan ketika situasinya tidak mudah.
“I did commit and I stayed.” - Arsene Wenger
Wenger harus menerima tekanan, menjual pemain-pemain yg dia sayangi, kehilangan pemain terbaiknya satu persatu karena Arsenal belum mampu bersaing secara finansial. Membangun ulang tim berkali-kali dengan uang yg terbatas.
Dan ketika rival-rivalnya bisa menghabiskan uang untuk mendatangkan pemain baru, Wenger harus tetap mencari cara agar Arsenal terus bersaing dengan pemain akademi.
Dia bertahan, dia membangun, dia menanggung tekanan. Sampai akhirnya, setelah bertahun-tahun menjadikan Emirates sebagai rumah baru Arsenal.
Satu trofi Premier League sudah hadir di rumah yang dulu kamu bangun. Semoga suatu saat nanti, satu trofi yang dulu tak berhasil kamu dapatkan di final 2006 juga bisa hadir di sana untukmu.
One only Arsene Wenger ❤️
🚨 BREAKING INTERVIEW:
SIR ALEX FERGUSON ON ARSENAL
Interviewer: Sir Alex, Arsenal have been handed Real Madrid, Bayern Munich, Dortmund, Napoli, Lille, Real Betis, Slavia Prague and Sabah. Your thoughts on the draw?
Sir Alex Ferguson: That is not a group you look at and think Arsenal have been lucky. Real Madrid and Bayern Munich alone tell you the level they are operating at now. Arsenal are no longer a club hoping to compete with Europe’s biggest teams they are one of them.
Interviewer: Do you think Arsenal have become one of Europe’s biggest clubs again?
Ferguson: Without question. Look at the last few years. They have built a team capable of competing at the highest level, and reaching the Champions League final last season was proof of that. There is a different mentality around the club now.
Interviewer: And could we see Arsenal back in the final?
Ferguson: I wouldn't be surprised at all. In fact, I can see them in Madrid again.
Interviewer: You mean another Champions League final at the Metropolitano?
Ferguson: Yes. Arsenal have unfinished business. Losing a final changes you. If they use that disappointment properly, it can make them even more dangerous.
Interviewer: So your prediction?
Ferguson: Arsenal will go deep into this competition. And if I had to choose one team I wouldn't want to meet in a final… Arsenal would certainly be on that list.
Arsenal are no longer chasing Europe’s giants. They are one of them.
#AFC
agustinus wibowo masih jadi penulis perjalanan terbaik di indonesia. satu standar tertinggi travel writing kita.
tempat-tempat yang ia datangi, manusia-manusia yang ia temu, nyaris selalu menghasilkan tulisan yang menggugah jiwa dan membuka pikiran pembacanya, setidaknya begitu bagiku.
#GiveAwayJNEKangMaman
20 buku "Pengantar Kebahagiaan" + e-money + kopi Komeng atau kaos produksi UMKM Bianglala Bandung kan menjadi milik 20 orang pencerita terpilih.
Simak pernyataan saya, dan paparkanlah pengalamanmu.
#kangmaman#JNEConnectingHappiness
🚨 Ian Wright on Gabriel Martinelli leaving Arsenal for Al-Hilal:
🎙️ Reporter: “Ian, what do you make of Martinelli’s move to Al-Hilal?”
🗣️ Ian Wright: “I don’t think Arsenal have handled this very well. I really don’t.
Martinelli has given a lot to this football club. He came here as a young kid, developed into an important player and gave Arsenal some incredible moments. You don’t just forget that because he’s no longer first choice.
If he is leaving for Al-Hilal, then I hope it’s because it’s the right move for him, not because Arsenal have simply decided he’s surplus to requirements.
I understand football is a business. I understand you have to improve the squad. But sometimes you have to look at what a player has actually contributed before you push him out the door.
He’s scored goals, he’s played in big games, he’s helped this club win trophies. And now suddenly we’re saying, ‘Thank you very much, off you go’?
That doesn’t sit right with me.
And let’s be honest, Martinelli still has plenty of football in him. He’s 25 years old. He’s quick, he’s aggressive, he can stretch defenders and when he’s confident, he can be devastating.
If Arsenal sell him to Al-Hilal and he starts scoring goals over there, people will suddenly start asking whether we made a mistake.
I’ve seen this before. You let a good player go, he gets a fresh environment, starts playing regularly and suddenly everyone remembers why they liked him in the first place.
For Martinelli, I hope he gets regular football, confidence and the freedom to play his game.
But for Arsenal? I’m not completely convinced this is the right decision.
Sometimes you improve a squad by signing new players.
Sometimes you improve it by making sure you don’t throw away the good players you already have.”
Kalau suka novel yang vibes-nya kayak ikut jalan-jalan sambil ngikutin kisah penuh kejutan, coba lirik Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa 🌍
Perjalanannya gk sekadar soal tempat baru, tapi juga tentang pengalaman, pertemuan, dan hal2 tak terduga yang bikin cerita makin seru
Karena hari ini ultah, gue mau kadoin BUKU 📚📚 untuk 10 orang yg beruntung dengan nominal masing2 IDR 200ribu 😀. Buat ikutan tinggal:
- RT & like twit ini
- Share book wishlistnya di kolom reply
Ditunggu sampai Jumat, 28 Agustus jam 23.59 yah. Good luck! 😁
Sejauh ini 3 novel ini sih yang paling tebel:
•Pertempuran Lain Dropadi karya Triyanto Triwikromo, 944 halaman.
•Kura-Kura Berjenggot karya Azhari Aiyub, 960 halaman.
•Taiko karya Eiji Yoshikawa, 1.142 halaman.
Berat banget ditopang pake satu tangan 🫠
Buku jadi mahal klo berwarna, nanti pembaca pada teriak buku mahal. Klo buku mahal, buku jadi ga laku, penerbit ga mau rugi.
Lingkaran setan yang hanya bisa dipecahkan klo pemerintah turun tangan.
Minimal GAJI KITA CUKUP buat beli buku. Emang ajg membuat rakyat jadi bodoh karena buku mahal.
🔖 Ulasan The Grapes of Wrath — John Steinbeck
Apakah kalian pernah kelaparan selama berhari-hari? Saya pernah, sering.
Apakah kalian pernah bekerja sepanjang hari hingga tulang-tulang kalian terasa nyaris remuk tapi upah yang kalian dapatkan hanya cukup untuk makan? Saya pernah, sering.
Barangkali itulah yang menyebabkan saya susah move on dari The Grapes of Wrath, novel karya John Steinbeck.
Sebab meski novel ini berlatar Amerika tahun 1930-an, isu-isu di dalamnya begitu relevan hingga sekarang.
Bahkan setelah selesai dibaca, bahkan setelah halaman terakhir buku ditutup, rasa getirnya masih terasa.
Perjalanan terakhir Samiam. Antara gembira dan sedih dengan buku terakhir ini. Pergumulan batin saya bersama Samiam berakhir di buku ini, setelah 10 tahun berproses sejak merumuskannya sebagai trilogi pada 2016. Sampai jumpa di kisah yang lain!
3 buku pemenang @KusalaSastra 2026:
▪️Ikhtiar yang Tak Benar-Benar (Nukila Amal)
▪️ Hantu Ulang-alik (Ratri Ninditya)
▪️Nusantara, Amnesia (Ari Pahala Hutabarat)
Selamat kepada para penulis dan penerbit! 👏
GA Buku awal yang baik inter milan di musim ini.
Saya dan mas @mulaka_
Bagi2 2 buku ciamik untuk 2 orang yg beruntung.
Caranya : follow, RT dan like twit ini, trus komen domisili dan mau buku yg mana.
Ditutup tgl 25 Agustus 24:00, pemenang dipilih random.
Silahkan 🔥🔥🔥