@gleamingIy β Menahan tawa, "Maksudnya selain dia, lho. Masa enggak pernah? Pfftβ" Tidak dipungkiri bahwa ia nyaris sulit mempercayai tuturanmu, "Sama temen cewek masa gak pernah, sih?"
@gleamingIy β Mulai menatap bingung, "Kalau enggak emangnya ada apa, kak?" Lagipula, bukan berarti ia bisa seenak jidat meminta bantuan padamu untuk mencari penghangat, bukan? "Nah gitu dong. Udah malam gini mending kakak cepat pulang. Hehe."
@karsamerta β Kalau tidak salah, pria itu memang pernah menyebut namamu sesekali di sela obrolan mereka. Meski begitu, Angela langsung menggelengkan kepala, "Ngaco banget si Kak Rai. Jangan percaya! Saya cuma temannya saja, kok. Dia bilang apa emangnya?"
@lazuardinya β Tatkala kepala digerakan menuju sumber, sorot mata menangkap figurmu, sukses membuat kilatannya begitu terkejut. Tumben, ada pelanggan berparas menawan dan 'mahal' di kedainya?
β "... Maβmasih!" Langsung berkedip, kemudian menepuk kedua pipi, "Maaf, saya sempat melamun."
@aedoxography β Mengibaskan tangan dengan cepat, "O-Oh! Gak apa kok," respon itu ia berikan langsung untuk kedua kalimat yang kau ucapkan barusan, "Lagi enggak fokus ya, kak? Atau gimana, nih?"
@_angkarasa β Ini enggak salah apa ya ada orang asing yang memeluknya tiba-tiba begini? Sebenarnya ada apa gerangan? Peluk balik jangan? Aduh, tapi kikuk banget! Nggak dulu deh, "Bβbβboleh kok jajan eskrim bareng, hehehe..." Mati kutu 'kan.
@triteveins β Kedua bola mata kecoklatan milik sang ratna agaknya membulat, terkejut dengan hadia pemberian darimu yang tak terbesit dalam pikiran sebelumnya, "L-lho... kukira kamu nggak inget sama ulang tahun aku," hadiah itu diterima dengan raut wajah keherananβkagok, istilahnya.
@dedlenersejati β Drawing bag yang ditunjukkan olehmu membuatnya mengedipkan mata sesekali. Kini sibuk memikirkan fungsi yang mungkin sedang ingin kamu tunjukkan, "Maksud kamu... kamu pukul orang pakai tas kamu?"
@gleamingIy β Kedua mata berkedip sejenak, menatapmu agak curiga, namun setelahnya mengibaskan sang intuisi dengan sekali hempasan pada imajiner, "Kayak agak salah tingkah gitu, lho. Enggak biasa kasih hadiah ke cewek, ya?"
@amaranbatari οΈ
β/Sorry/.β Gervasius menggelengkan kepalanya yang terasa peningβalasan yang sama mengapa ia tak sengaja menyenggol sosok itu. βEnggak kenapa-napa, βkan?β
οΈ
@amaranbatari ΝΝΝΝΝΝΝΝΝΝΝΝγ €ΝΝΝΝΝΝΝΝΝΝΝΝ
βDuh ... bener ini bukan ya kakaknya ...β Tangan ia ulurkan untuk menjabat, βHalo kakak! Kakak pacarnya om Rai ya?β
ΝΝΝΝΝΝΝΝΝΝΝΝγ €ΝΝΝΝΝΝΝΝΝΝΝΝ
@gleamingIy sampai-sampai hampir lupa kalau sebenarnya kau sedang menggenggam pergelangan tangannya untuk berakhir mendarat pada permukaan pipimu.
"Hahβanu... 'kan kakak udah jadi teman yang baik. Ya jelas, kakak bisa buat aku bahagia, 'kan?"
Seketika, ia ingin pura-pura tidak tahu saja.
@gleamingIy aja?" Tanyanya ragu-ragu, "Plus, kayaknya aku harus balik, tapi kayaknya," Bandel sedikit, nggak apa-apa 'kan? "Masih bisa di sini sekitar 15 menit. Kenapa, kak?"
@gleamingIy β Jemari yang masih menggenggam makanan langsung disingkirkan oleh si lawan bicaraβyaitu kamu, memberikan indikasi untuk memusatkan perhatian padamu. Atensi terkunci dan membiarkan rungu mendengar, dan begitu menangkap tutur katamu, Angela mengedipkan kedua matanyaβbingung,