.✦ ݁˖. . Conventina Fothel, someone who will bloom in the chaos. Ravenclaw, 5AU2009. Deeply in love with Divination, Care of Magical Creatures, History of Magic
⠀
Ia ikut mengangkat gelasnya, menyambut dentingan dengan senyum semringah. Ucapan Profesor Luna terasa seperti penutup yang begitu meneduhkan setelah petualangan panjang malam ini. Setelah tegukan terakhir, ia siap melangkah kembali ke kastel demi istirahat yang nyenyak.
⠀
ㅤ
Luna ikut mengangkat gelasnya, tawanya mengalun pelan. “To courage, intuition, and gentle hands,” tambahnya sambil tersenyum manis. “Habiskan minuman kalian, kembalilah ke asrama dengan selamat, dan beristirahatlah yang nyenyak. We shall look forward to reading your stories. Cheers!”
ㅤ
@ProfsEverard “She’s right,” Christian menimpali dengan kekehan. “Just write it as if you’re telling us a story.” Christian perlahan mengangkat gelas butterbeer-nya. “To a brilliant harvest. And to all of you, who proved that you are more than ready to face the real challenges out there!”
ㅤ
Luna tersenyum tipis, merapatkan kedua tangannya di sekitar gelas butterbeer yang hangat. “There is no rush with the journals,” ucapnya menatap murid-muridnya satu per satu. “Anggap saja seperti menulis buku harian kalian sendiri. I’d really love to read your stories,”
Ia memiringkan kepalanya sedikit, senyumnya mengembang semakin hangat. “Oh, one more thing. Please, feel free to decorate your journals. Gambarlah sesuatu di sudut halamannya, ubah warnanya, atau berkreasi sesuka kalian. Make it truly yours.”
ㅤ
@ProfsEverard Setelah kalian cukup beristirahat, Christian mengeluarkan sebuah perkamen dari balik jubahnya, mengetuknya pelan dengan tongkat sihir. Perkamen itu menggandakan diri dan melayang turun ke hadapan masing-masing siswa. https://t.co/H8CnxTaubx
@ProfsEverard “Get comfortable, let the butterbeer warm you up.” Christian menimpali santai. “I know it’s quite a lot to take in, being entirely on your own in the glen. Tell me, how did it go out there? Did the aloin give you a hard time?” Ia menyandarkan punggungnya sembari menatap antusias.
@WarlockGrey ㅤ
“Ah, the survivors of The Veiled Glen!” sapa Luna dengan senyum lembut, mengisyaratkan kalian untuk mengambil tempat duduk. Rekannya memanggil Madam Rosmerta, dan tak lama kemudian, nampan-nampan berisi butterbeer hangat dan camilan malam disajikan di atas meja.
ㅤ
@WarlockGrey ㅤ
Saat kamu melangkah masuk, lonceng pintu bergemerincing riang. Di sudut ruangan, menempati meja kayu bundar terbesar di sana, Professor Everard dan Professor Grey telah menanti kedatangan kalian.
ㅤ
@ProfsEverard Perjalanan yang menguras pikiran dan tenaga akhirnya usai. Kedua kakimu mendarat dengan aman di jalanan berbatu Hogsmeade yang mulai diterangi lampu-lampu jalan. Tepat di hadapanmu, berdiri The Three Broomsticks Inn yang memancarkan cahaya hangat dari balik jendela-jendelanya.
@ProfsEverard Pendampingmu mengantarmu ke persimpangan awal, menyodorkan kaleng deodorant Lowdour yang kini berdengung pelan. Portkey itu telah siap. “Terima kasih untuk perhitungan Arithmancy dan tangan terampil Herbology-mu yang menyelamatkan panen ini. Safe travels, my friend.”
@ProfsEverard Dari luar dinding kaca raksasa, kamu bisa melihat langit The Veiled Glen mulai berubah warna. Durasi Summer Solstice hampir berakhir. Kabut yang pekat perlahan mulai turun kembali, menutupi pepohonan pinus dan bersiap menyegel lembah ini selama satu tahun ke depan.
@ProfsEverard Pendampingmu dengan hati-hati meletakkan bongkahan gel murni itu ke dalam toples kaca pengawet bermerek Lowdour, menyegelnya erat-erat. Target panen di sektor kalian akhirnya terpenuhi dengan kualitas yang melampaui ekspektasi.