TemenΒ² maaf yh aku jualan di TL, klo gak beli gpp, bantu rt/like aj yaah siapatau makin bnyk yg liat dan belidehπππ»
Aku jual pempek dan otak-otak, isi 10pcs 20K ajaaa π»π·
Bs kirim2 ke luar kota yh, ada shopee nya jg π
Bantu larisin yaaah ak mau bayar kontrakan ππππππ
Hundreds of students marched in Jakarta, Indonesia, AGAINST President Prabowoβs spending agenda, fuel priceΒ hikes, and Prabowo's troubled free meals program.
NO WONDER THE RUPIAH IS TANKING.
Dari sore hingga malam, Pertigaan Gejayan terkepung kemarahan publik. Mahasiswa, kaum ibu, & rakyat bersatu bawa 6 tuntutan: dari penolakan MBG yang boros, rupiah ambruk, pajak UMKM, harga BBM, UU Polri, hingga militerisme di ruang sipil. Alarm keras, rezim jangan bebal.
Video : kompas tv
kalian slalu beralasan anies dan ganjar memangnya kalau kepilih bisa apa?
FAKTA : ganjar dan anies bisa ngurus keluarga dgn baik dan benar
FAKTA2 LAIN:
1. Keduanya pernah mimpin kota sbg walkot & gubernur. Anies bahkan pernah jd menteri.
2. Keduanya dr ranah sipil
3. Keduanya ga ada track record pelanggaran HAM or dipecat.
4. Keduanya taat konstitusi
5. Program2nya lebih makes sense & invest ke otak, bukan cm ngenyangin perut.
Istrinya Anies dan Ganjar ibu2 beneran, Bukan ibu2 jadi2an.
Ust. Fatih Karim yg podcast sama Nikita Willy dan Indra : Rasulullah itu jadi suami dulu baru jadi nabi. Kenapa? Karena jadi suami itu laboratorium paling berat bagi laki-laki ya dirumah (tangga)
MBG or 'free nutritious meal' for students in Indonesia is a poorly disguised corrupt government program. Around 33,000 students across Indonesia fell ill due to food poisoning linked to MBG. Triggered by poor hygiene, microbiological contamination, and RAW meat was even served!!
Yang menjijikkan dari skandal di Badan Gizi Nasional bukan hanya dugaan korupsinya. Namun juga cara banyak pejabat dan elite politik tiba-tiba berbalik arah setelah kasus itu meledak.
Ketika MBG diluncurkan, kritik hampir tidak diberi ruang. Setiap pertanyaan tentang anggaran, tata kelola, kesiapan infrastruktur, transparansi pengadaan, hingga risiko kebocoran dana dianggap sebagai sikap anti-pemerintah atau tidak mendukung perbaikan gizi anak. Buzzer dikerahkan, bahkan militer meneror ortu yang mengeluhkan kualitas MBG. Padahal sejak awal MBG adalah program raksasa dengan anggaran yang terus membengkak, bahkan menjadi salah satu pos belanja terbesar negara.
Saat itu, banyak pejabat berlomba-lomba menjadi juru bicara program. Mereka memuji tanpa reserve. Mereka menjual optimisme, mengulang slogan, dan menampilkan keberhasilan yang jauh dari terbukti. Kritik dianggap musuh dan antek asing.
Kini, orang-orang yang dulu paling keras membela program mendadak menjadi pengkritik. Mereka berbicara tentang perlunya evaluasi, pengawasan, audit, dan transparansi. Seolah-olah mereka tidak pernah menjadi bagian dari barisan yang membungkam pertanyaan-pertanyaan itu sejak awal.
Fenomena ini menunjukkan moral
hazard.