Dewan Pengurus Pusat AMDATARA
Business
Rumah Industri AMDK Indonesia 🇮🇩
📍 Wisma Nugra Santana Jl. Jenderal Sudirman Kav 7 Jakarta
📧 sekretariat@amdatara
AMDATARA melakukan audiensi dengan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan sumber daya air tanah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. 💧
Pertemuan ini membahas tata kelola air tanah, kepatuhan terhadap regulasi, konservasi sumber daya air, serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
AMDATARA siap terus menjadi mitra strategis dalam mendorong industri AMDK yang semakin hijau, efisien, dan berkelanjutan.
#AMDATARA #IndustriAMDK #AirTanah #Keberlanjutan
Dedikasi panjang pada ilmu pengetahuan meninggalkan dampak yang melampaui satu generasi. 💧
Selamat kepada Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Hendrayana, IPU atas Lifetime Achievement Award dari Perhimpunan Ahli Airtanah Indonesia (PAAI). 🏆
Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kontribusi beliau dalam mengembangkan ilmu hidrogeologi melalui pendidikan, penelitian, serta lahirnya generasi ahli airtanah di Indonesia.
Sebagai Dewan Pakar AMDATARA, Prof. Heru juga terus menghadirkan perspektif keilmuan untuk mendorong pengelolaan sumber daya air yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Sebuah penghargaan atas perjalanan panjang, sekaligus inspirasi untuk terus menjaga keberlanjutan air bagi masa depan Indonesia. 🇮🇩
#AMDATARA #HeruHendrayana #Hidrogeologi #SumberDayaAir
Keberlanjutan industri dimulai dari sumber dayanya. 💧
Di PAAI x ICENIS 2026, AMDATARA ikut dalam ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, akademisi, ahli, dan industri untuk berbagi pengetahuan serta praktik baik pengelolaan air tanah.
Karena menjaga air bukan kerja satu pihak, tetapi kerja bersama.
#AMDATARA #IndustriAMDK #SumberDayaAir #AirTanah #Keberlanjutan
AMDATARA memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui audiensi bersama Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak. 💧
Pertemuan membahas penguatan kolaborasi pemerintah–industri AMDK serta rencana MUSDA DPD AMDATARA Jawa Timur.
#AMDATARA#IndustriAMDK #JawaTimur #AMDK
Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA), Karyanto Wibowo, menghadiri Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 yang diselenggarakan di Bali pada 14–16 Juli. Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran daerah dalam percepatan transisi energi surya sekaligus mendorong pembangunan ekonomi rendah karbon di Indonesia. ISS 2026 yang digagas oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Pemerintah Provinsi Bali, dan Dewan Energi Nasional (DEN), menghadirkan berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah daerah, industri, dan akademisi. Bali, NTB, dan NTT menjadi sorotan karena komitmen mereka mencapai net-zero emission (NZE) lebih cepat dari target nasional, dengan Bali menargetkan NZE 2045 dan Nusa Penida menuju 100 persen energi terbarukan pada 2030.
Dalam kesempatan ini, Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, juga melakukan diskusi khusus dengan CEO IESR, Fabby Tumiwa, untuk membahas potensi kerja sama antara AMDATARA dan IESR. Kerja sama ini diarahkan pada penguatan peran industri air minum dalam kemasan dalam mendukung transisi energi bersih, khususnya pemanfaatan energi surya untuk operasional berkelanjutan. Fabby Tumiwa menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat transisi energi. “Industri seperti AMDATARA memiliki peran strategis dalam menunjukkan bahwa pemanfaatan energi surya bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga investasi ekonomi jangka panjang. Dengan keterlibatan dunia usaha, transisi energi akan lebih cepat, lebih inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
ISS 2026 juga menyoroti pentingnya pengembangan industri rantai pasok fotovoltaik domestik, konsistensi regulasi, serta percepatan perizinan untuk mendukung target nasional PLTS 100 GW. Dalam kesempatan ini, AMDATARA menekankan perlunya kebijakan yang stabil, transparan, dan berpihak pada penguatan kapasitas industri dalam negeri. Karyanto Wibowo menambahkan, “AMDATARA melihat transisi energi surya sebagai peluang besar bagi industri untuk bertransformasi menuju operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan. Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah maupun lembaga seperti IESR untuk memastikan dunia usaha menjadi bagian aktif dalam agenda energi bersih nasional.”
Kehadiran AMDATARA dalam ISS 2026 menjadi wujud komitmen asosiasi untuk mendukung agenda transisi energi nasional, memperkuat sinergi dengan pemerintah, serta memastikan dunia usaha berperan aktif dalam pembangunan ekonomi rendah karbon.
AMDATARA (Perkumpulan Pengusaha Air Dalam Kemasan Nusantara) menyelenggarakan Anugerah Hijau AMDATARA 2026 sebagai bentuk penghargaan kepada individu, komunitas, akademisi, dan institusi yang telah menunjukkan dedikasi, inovasi, dan kontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat. Penghargaan ini hadir sebagai wujud komitmen AMDATARA dalam mendorong lahirnya lebih banyak inisiatif yang mampu menjawab tantangan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Di tengah meningkatnya urgensi perubahan iklim dan kebutuhan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, AMDATARA meyakini bahwa berbagai solusi inovatif di tingkat lokal perlu mendapatkan apresiasi sekaligus ruang untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas. Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, menyampaikan bahwa Anugerah Hijau AMDATARA tidak hanya bertujuan memberikan penghargaan, tetapi juga mengangkat praktik-praktik terbaik yang dapat menginspirasi lebih banyak pihak. “Anugerah Hijau AMDATARA 2026 merupakan bentuk penghargaan kepada para agen perubahan yang telah bekerja secara konsisten menjaga lingkungan dan memberdayakan masyarakat. Melalui penghargaan ini, kami ingin mengangkat kisah-kisah inspiratif yang membuktikan bahwa inovasi dan kolaborasi dapat menghadirkan dampak nyata bagi keberlanjutan Indonesia.” Menurut Karyanto, berbagai inisiatif yang lahir dari masyarakat, akademisi, dan organisasi lokal memiliki peran penting dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. “Indonesia memiliki banyak pelopor lingkungan yang bekerja tanpa pamrih di berbagai daerah. Mereka tidak hanya menyelesaikan permasalahan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran, menciptakan nilai ekonomi, dan memperkuat ketahanan masyarakat. Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak inovasi hijau di masa mendatang.”
Profil Singkat Penerima Anugerah Hijau AMDATARA 2026
1. Bank Sampah BERSERI Wonogiri
Kategori: Inovasi Penggerak Bank Sampah Berbasis Masyarakat
Bank Sampah BERSERI Wonogiri merupakan komunitas pengelola sampah berbasis masyarakat yang berhasil mendorong perubahan perilaku warga dalam pemilahan dan pengelolaan sampah. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, organisasi ini tidak hanya mengurangi timbulan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat melalui kegiatan bank sampah dan pemberdayaan komunitas.
2. IKAMAT (Yayasan Inspirasi Keluarga KeSEMaT) Semarang
Kategori: Inovasi Pelestari Ekosistem Mangrove
IKAMAT dikenal sebagai organisasi yang aktif dalam pelestarian dan rehabilitasi ekosistem mangrove di pesisir Jawa Tengah. Dengan melibatkan masyarakat, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan, IKAMAT telah berkontribusi dalam konservasi kawasan pesisir, peningkatan kesadaran lingkungan, serta pengembangan edukasi dan penelitian terkait ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
3. KSP “Principium” Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta
Kategori: Inovasi Generasi Muda Pemberdayaan Masyarakat
KSP "Principium" merupakan organisasi kemahasiswaan yang berfokus pada pengembangan kapasitas generasi muda melalui kegiatan pendidikan hukum, advokasi sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai program yang dijalankan menunjukkan bagaimana peran mahasiswa dapat menjadi motor penggerak perubahan sosial yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui Anugerah Hijau AMDATARA 2026, AMDATARA berharap semakin banyak praktik baik yang teridentifikasi, diapresiasi, dan direplikasi di berbagai daerah. Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa keberlanjutan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara masyarakat, akademisi, pemerintah, dan dunia usaha demi mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Sebagai bagian dari rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) I AMDATARA Jawa Tengah–DIY, Perkumpulan Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) menyelenggarakan Talk Show Transformasi Industri Hijau Bagi Industri Air Minum Dalam Kemasan. Kegiatan ini mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor untuk membahas kesiapan industri AMDK dalam menghadapi era keberlanjutan.
Dalam sambutannya, Ketua Umum AMDATARA menegaskan komitmen sektor AMDK untuk beradaptasi dengan standar industri hijau. “Industri AMDK siap bertransformasi melalui efisiensi energi, pengelolaan sumber daya air, dan penerapan ekonomi sirkular. Transformasi ini adalah tanggung jawab moral sekaligus strategi menjaga daya saing,” ujarnya.
Talk show ini menghadirkan sejumlah narasumber kunci:
Ibu July Emmylia, S.E., M.M., Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, yang memaparkan peta jalan transformasi industri hijau di Jawa Tengah.
Anton Raharja, https://t.co/lqlxFuz2YF., https://t.co/y1FsBpIxvb., Kepala Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna (BPTTG) Disperindag DIY, yang menjelaskan program percepatan green industry di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Bapak Heru Djatmika, S.Hut., MSE, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, yang menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam implementasi Extended Producer Responsibility (EPR) dan ekonomi sirkular untuk mendukung target Jakstranas, khususnya dalam pengelolaan sampah plastik.
Prof. Dr. Ir. Sriyana, M.S., akademisi Universitas Diponegoro (UNDIP), pakar teknik sipil/keairan dan hidrologi, yang menyoroti urgensi sinergitas pengelolaan sumber daya air berbasis SDGs.
Diskusi menegaskan bahwa transformasi industri hijau tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi juga komitmen bersama dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil. AMDATARA menekankan perlunya kebijakan pajak air yang mempertimbangkan upaya konservasi yang telah dilakukan oleh industri, sehingga regulasi tidak hanya berorientasi pada penerimaan daerah tetapi juga mendorong praktik pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Melalui Musda I Jawa Tengah–DIY, AMDATARA menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong kebijakan yang proporsional, stabil, dan berpihak pada keberlanjutan. Transformasi industri hijau diyakini akan menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah dan kontribusi nasional menuju ekonomi berkelanjutan. Dukungan terhadap pengelolaan sumber daya air berkelanjutan, pengurangan sampah plastik melalui ekonomi sirkular, serta kebijakan fiskal yang adil dan berbasis konservasi menjadi agenda utama AMDATARA dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan lingkungan, masyarakat, dan pembangunan ekonomi.
DPD AMDATARA Jawa Tengah–DIY menggelar kunjungan resmi ke Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah sebagai bagian dari rangkaian Musyawarah Daerah (MUSDA) Jawa Tengah–DIY. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi AMDATARA (Perkumpulan Pengusaha Air Dalam Kemasan Nusantara) untuk menegaskan komitmen dalam mendukung keberlangsungan Industri Kecil Menengah (IKM), yang selama ini dikenal sebagai ujung tombak pertumbuhan industri di Jawa Tengah. Kunjungan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diisi dengan langkah nyata berupa pembelian produk IKM oleh jajaran DPP AMDATARA. Tindakan ini menjadi simbol dukungan langsung terhadap pelaku usaha lokal, sekaligus menunjukkan bahwa asosiasi pengusaha air dalam kemasan memiliki kepedulian terhadap penguatan ekonomi daerah melalui konsumsi produk dalam negeri.
Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, menegaskan pentingnya peran IKM dalam rantai industri nasional: “IKM adalah ujung tombak industri kita. Dukungan terhadap mereka berarti memperkuat fondasi ekonomi daerah. Melalui kunjungan ini, AMDATARA ingin menunjukkan komitmen nyata dengan berbelanja produk IKM, sekaligus memberikan apresiasi kepada Disperindag Jawa Tengah atas upaya luar biasa dalam membina dan mengembangkan industri kecil menengah.” Apresiasi khusus diberikan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah, yang dinilai telah melakukan berbagai terobosan dalam pembinaan, pendampingan, dan promosi produk IKM. Upaya ini dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal, baik di pasar domestik maupun internasional. Selain itu, AMDATARA menekankan bahwa sinergi antara asosiasi pengusaha, pemerintah daerah, dan pelaku IKM akan menciptakan ekosistem usaha yang lebih berkelanjutan.
Dukungan lintas sektor diyakini mampu memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan industri kreatif dan manufaktur berbasis komunitas. Kunjungan ke Dekranasda ini juga menjadi ajang silaturahmi dan pertukaran gagasan, di mana AMDATARA dan Dekranasda berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dalam berbagai program pemberdayaan. Dengan adanya dukungan nyata dari asosiasi pengusaha, diharapkan IKM Jawa Tengah semakin mampu menghadapi tantangan globalisasi dan memperluas akses pasar. Pada akhirnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar agenda MUSDA, melainkan sebuah langkah konkret AMDATARA dalam membangun solidaritas ekonomi, memperkuat jaringan usaha, dan meneguhkan komitmen terhadap keberlanjutan industri kecil menengah di Jawa Tengah.
Di Denpasar, Rakerda I DPD AMDATARA Bali–Nusa Tenggara menjadi ruang untuk menyatukan langkah dan memperkuat arah industri AMDK di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.
Pengurus, anggota, dan mitra strategis membahas sejumlah agenda penting—mulai dari konsolidasi organisasi, kepatuhan terhadap standar dan regulasi, efisiensi distribusi, hingga pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Penerapan EPR dan ekonomi sirkular juga menjadi perhatian sebagai bagian dari tanggung jawab industri terhadap lingkungan.
Rakerda ini menegaskan bahwa pertumbuhan industri perlu dibangun melalui kolaborasi, tata kelola yang baik, dan komitmen bersama untuk menghadirkan industri AMDK yang semakin tangguh, berdaya saing, serta bertanggung jawab.
#AMDATARA #IndustriAMDK #RakerdaAMDATARA
AMDATARA bersilaturahmi dengan Kepala BBSPJIS Bandung, Dodiet Prasetyo. Pertemuan ini membahas peluang sinergi dalam standardisasi, peningkatan layanan, dan inovasi industri AMDK, termasuk penguatan penerapan SNI untuk mutu dan daya saing produk.
#AMDATARA#BBSPJIS
Musyawarah Daerah I AMDATARA Jawa Tengah–DIY juga menjadi simbol semakin kuatnya komitmen industri AMDK untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian sumber daya air, mengembangkan sistem ekonomi sirkular, meningkatkan kepatuhan terhadap standar mutu dan keamanan pangan, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah. Dengan kepengurusan baru yang telah terbentuk, AMDATARA optimistis dapat memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan industri AMDK yang maju, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Organisasi juga berharap Jawa Tengah dan DIY dapat menjadi contoh pengembangan industri yang mampu menghadirkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
#amdatara #musda #AMDKnusantara #airmunumdalamkemasan
Ketua Umum DPP AMDATARA, Karyanto Wibowo, menyampaikan bahwa Jawa Tengah memiliki posisi yang sangat strategis dalam perkembangan industri AMDK nasional. Dengan sekitar 131 perusahaan yang beroperasi di wilayah Jawa Tengah, provinsi ini menjadi salah satu basis industri AMDK terbesar di Indonesia dan memainkan peran penting dalam penyediaan air minum yang aman dan berkualitas bagi masyarakat. Menurut Karyanto, pengukuhan pengurus baru bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga langkah penting untuk memperkuat kontribusi industri terhadap pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa ke depan AMDATARA akan terus mendorong sinergi yang lebih erat dengan pemerintah, memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, serta mengembangkan berbagai program keberlanjutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. “Pengurus baru akan memperkuat sinergi dengan pemerintah, menjaga kepatuhan regulasi, serta mendorong konservasi air dan pengelolaan kemasan pascakonsumsi. Tugas utama kami adalah menjaga keberlanjutan sumber daya air, mengembangkan ekonomi sirkular dan daur ulang kemasan, memperkuat kepatuhan terhadap standar mutu produk, serta membangun kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujar Karyanto. Ia juga menjelaskan bahwa AMDATARA yang berdiri pada tahun 2025 kini telah berkembang menjadi wadah bagi lebih dari 100 perusahaan dengan lebih dari 200 merek AMDK di Indonesia. Karena itu, AMDATARA berkomitmen tidak hanya mendorong pertumbuhan industri, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. “Bagi kami, AMDATARA bukan hanya tentang industri. Kami ingin menjadi bagian dari solusi. Semangat kami adalah ngelakoni lan ngopeni Jawa Tengah—bertumbuh bersama masyarakat sekaligus menjaga sumber daya alam agar tetap lestari bagi generasi yang akan datang,” tambahnya.
#amdatara #musda #AMDKnusantara #airmunumdalamkemasan
Dalam sambutan Gubernur Jawa Tengah yang dibacakan oleh Urip Sihabudin, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan DPD AMDATARA Jawa Tengah–DIY dan berharap organisasi tersebut dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai bahwa industri AMDK memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian daerah. Namun, pemanfaatan sumber daya air harus selalu dilakukan secara bertanggung jawab agar dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan jangka panjang. “Mengingat Jawa Tengah menjadi salah satu basis industri air minum dalam kemasan terbesar nasional, AMDATARA diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga, melestarikan, dan mengelola sumber daya air secara berkelanjutan. Air adalah aset bersama yang sangat vital bagi kehidupan dan perekonomian,” demikian pesan Gubernur Jawa Tengah. Pemerintah juga mendorong AMDATARA untuk menjadi garda terdepan dalam memastikan seluruh anggotanya mematuhi regulasi, standar mutu, dan keamanan pangan, sekaligus mempercepat penerapan ekonomi sirkular melalui pengelolaan dan daur ulang kemasan pascakonsumsi.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, menekankan pentingnya transformasi menuju industri yang lebih hijau dan berdaya saing. Menurutnya, AMDATARA memiliki peran strategis dalam memperkuat komitmen industri untuk menerapkan prinsip keberlanjutan, mengurangi dampak lingkungan, serta mendorong hilirisasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. “AMDATARA diharapkan memperkuat komitmen bersama dalam mendorong industri yang lebih ramah lingkungan, mendukung hilirisasi yang berkelanjutan, dan mempercepat penerapan ekonomi sirkular. Kolaborasi yang erat antara dunia usaha dan pemerintah akan menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
#amdatara #musda #AMDKnusantara #airmunumdalamkemasan
Perkumpulan Pengusaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) resmi mengukuhkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) AMDATARA Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2026–2031 dalam rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) I yang diselenggarakan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pelaku industri air minum dalam kemasan (AMDK) untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, pegiat lingkungan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Hadir dalam acara tersebut Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah July Emmylia, perwakilan Pemerintah Daerah DIY, pengurus DPP dan DPD AMDATARA, pelaku industri AMDK, industri pendukung, akademisi, pegiat lingkungan, serta mitra dan sponsor.
#amdatara #musda #AMDKnusantara #airmunumdalamkemasan
🌱 Perkumpulan Pengusaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) menanam ratusan bibit mangrove di pesisir Mangunharjo, Semarang, bersama Yayasan IKAMaT dan DLHK Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari Musda I AMDATARA Jateng–DIY sekaligus memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026.
💧 Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, menegaskan bahwa penanaman mangrove adalah wujud nyata kontribusi industri air minum dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air dari hulu hingga hilir. Mangrove berperan penting melindungi pesisir dari abrasi dan intrusi air laut. AMDATARA berharap langkah ini menjadi awal kolaborasi lebih luas antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir demi ketahanan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Diskusi Pajak Air Tanah di Jawa Tengah dan Pasuruan menjadi ruang bagi AMDATARA menyampaikan harapan agar kebijakan dijalankan secara proporsional. Kami mendukung optimalisasi PAD, namun regulasi harus tetap transparan, stabil, dan tidak memberatkan industri 📈
Sebagai mitra strategis pemerintah, AMDATARA ingin
memastikan kebijakan berjalan seimbang: mendukung pembangunan, menjaga lingkungan, dan tetap memberi ruang bagi industri air minum dalam kemasan untuk tumbuh serta berinovasi. Dengan regulasi yang tepat, dunia usaha dapat terus berkontribusi bagi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan 🇮🇩
#AMDATARA #pajakairtanah #IndustriAirMinum #AMDK
Musda I AMDATARA Sulawesi Utara resmi digelar
Pengukuhan DPD AMDATARA Sulawesi Utara 2026–2031 jadi langkah nyata memperkuat peran organisasi di Indonesia Timur.
Komitmen kami adalah jadi mitra strategis pemerintah, pelaku usaha & pemangku kepentingan untuk mendorong industri AMDK yang sehat, patuh regulasi, berdaya saing & berkelanjutan.Sinergi adalah kunci. Bersama membangun ekosistem AMDK yang kuat untuk masyarakat & lingkungan.
#AMDATARA #AMDKIndonesia #MusdaAMDATARA #SulawesiUtara #IndustriBerkelanjutan #EkonomiSirkular
Perpanjangan batas waktu Kompetisi Batik AMDATARA diberikan sebagai respon atas tingginya antusiasme peserta dari berbagai daerah, sekaligus untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para peserta dalam menyempurnakan karya terbaiknya, baik dari sisi konsep, kreativitas, maupun kualitas desain.
#batik #desainbatik #amdatara
Kolaborasi strategis AMDATARA bersama APTRINDO, APINDO, ASPERSSI, dan AKLP dalam mewujudkan efisiensi logistik nasional.
Kunci kelancaran distribusi air minum di seluruh Indonesia ada pada harmonisasi regulasi (seperti penerapan Zero ODOL yang terukur), modernisasi armada, serta penguatan infrastruktur.
Bersama-sama, kita jaga keberlanjutan industri demi pemenuhan kebutuhan masyarakat! 🤝
#AMDATARA #LogistikIndonesia #ZeroODOL #SinergiBerkelanjutan
Berangkat dari semangat kolaborasi, Musyawarah Daerah I AMDATARA Sumatera Barat–Bengkulu menjadi langkah bersama untuk memperkuat sinergi industri AMDK di tingkat daerah.
Melalui forum ini, AMDATARA terus mendorong hadirnya industri air minum dalam kemasan yang aman, berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan dengan melibatkan pelaku usaha, pemerintah, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan.
Karena memastikan akses masyarakat terhadap air minum yang layak bukan hanya tentang industri, tetapi juga tentang tanggung jawab bersama untuk masa depan yang lebih baik.
#AMDATARA #AMDKIndonesia #IndustriBerkelanjutan #AirMinumBerkualitas #KolaborasiIndustri