Waktu saya masih kecanduan merokok, saya nggak suka ketika ditegur.
Jadi, kalau ngumpul dan di dekat saya ada non-perokok, saya tetap merokok. Paling buang asap ke arah lain.
Waktu itu saya berpikir, kalau saya bisa hisap asap rokok, orang lain harusnya bisa tahan.
Tapi, itu pemikiran yang ngawur.
Saat saya sudah berhenti merokok, saya pun merasakan kesulitan non-perokok. Saya merasakan betul tidak nyamannya ada di tengah-tengah orang yg merokok. Dulu mungkin saya gak risih dengan asap rokok karena saya bernafas dengan asap. Terbiasa lah.
Pas sudah tidak lagi terbiasa, saya merasa sesak kalau ada di ruangan ada perokok. Asapnya bikin mual, dan saya pun paham kenapa asap rokok itu menyebalkan.
Itu kenapa perokok yang menyesuaikan, tahan diri jika ruangan tidak diperbolehkan merokok. Tahan ketika ada satu saja yang tidak merokok, menunda dulu sebats-nya.
Bau tauk.