Pemilik kontrakan mah gampang, tinggal naikin harga sewa, beres. Yang nanggung kenaikannya ya penyewa. Sabar-sabar ya kelas menengah. Rumah ga kebeli, sewa makin tinggi.
"Program MBG membantu peternak lokal naik kelas, karena produk peternakannya langsung diserap oleh SPPG."
Siapa yang mengira kalo MBG dan SPPG itu cuma biadab karena meracuni anak-anak sekolah? No. Enggak, Kawan. Kebiadaban mereka lebih dari itu. 🙂
Dear, 02 voters.
Kalian kan menang telak 58% lebih. Tapi kenapa puluhan ribu sekolah yang diperbaiki pemrentah jarang ada yg pamerin, sedangkan puluhan ribu SPPG sama Kopdes yang titik lokasinya banyak yang ga umum malah banyak yang pamerin?
Kalian itu menang beneran gak, sih?
banyak yang nyangkal pake “emang kalau kemarin yang menang bukan prabowo indonesia akan lebih baik?”
ya betul, ngga ada yang bisa menjamin. tapi seengganya kita ngga akan denger kata “goblok,” “bajingan” dan “londo ireng” diucapkan di atas podium
salah 1 kasus korupsi paling jahat menurutku korupsi haji
yang bkin ribuan orang gagal berangkat haji dan bkin org percaya ada gua yg bisa tembus ke mekkah
ada yg nge-kolase foto-foto kopdes di lokasi2 ajaibnya wkwk
yg di gunung itu mau ngapain coba
ini bukan jujur janggal, tapi udah ga masuk akal
silakan di-save😂
Di sekolah kita cuma diajarin 3 kelompok hewan berdasarkan makanan nya, pemakan daging (karnivora), pemakan tumbuhan (herbivora), dan pemakan segalanya (omnivora).
Padahal di alam liar, menu makan hewan jauh lebih spesifik dari itu. Ada setidaknya 12 kelompok unik lainnya:
- Frugivora: Pemakan buah (kalong, monyet)
- Insektivora: Pemakan serangga (trenggiling)
- Piskivora: Pemakan ikan (elang laut)
- Nektarivora: Pemakan nektar bunga (kolibri)
- Granivora: Pemakan biji-bijian (burung gereja)
- Sanguinvora: Pemakan darah (kelelawar vampir)
- Folivora: Spesialis pemakan daun (koala)
- Ovivora: Pemakan telur (ular khusus telur)
- Xilofag: Pemakan kayu (rayap)
- Fungivora: Pemakan jamur (siput tertentu)
- Koprofag: Pemakan kotoran (kumbang kotoran)
- Detritivora: Pemakan sisa organik (cacing tanah)
Alam ternyata gak cuma soal pemakan "daging vs tumbuhan". Spesialisasi ekstrem inilah yang bikin ekosistem bumi tetap berjalan seimbang.
Gue rasa kita udh sampai di titik dmn kita perlu benar2 menyeleksi siapa pemain keturunan yg perlu dinaturalisasi. Jay Idzes, Emil Audero, Ole Romeny, sdh menciptakan standar yg tinggi, dan itulah yg harus kita jaga.
Hanya pemain2 yg bs langsung bersaing di timnas seniorlah yg perlu diusahakan untuk segera diproses. Klo blm, sebaiknya biarin mereka berkembang dulu di klubnya. Ya jujur2an aja, naturalisasi akhir2 ini udh mulai tercampur2 sama kepentingan klub (ISL).
Gue gak mau status naturalisasi istimewa ini jd kehilangan keistimewannya gara2 terlalu diobral tanpa kalkulasi matang.