Buzzer, termul, berteriak, berkotek, menyalak berisik:
P21. P21. P21.
Bahkan sebagian sudah menggelar pesta.
Seolah itu akhir.
Seolah itu vonis sebelum pengadilan berbicara.
Tapi di dalam diamku…
aku tahu, ini bukan akhir. Ini justru permulaan dari ujian yang sesungguhnya.
Aku masih diberi kewajiban Wajib Lapor ke. POLDA.
Sudah 7 bulan mwnjadi Tahanan Kota.
Setiap minggu di sela-sela kesibukanmu bersiap Ujian S3.
Aku hadir tak pernah mangkir.
Kuhikmati,
Setiap langkah kakiku ke kantor polisi untuk wajib lapor,
bukan sekadar prosedur.
Langkah ini adalah pengingat
bahwa kebenaran sering kali harus berjalan sendirian,
di tengah riuhnya tuduhan dan kebisingan opini.
Aku tidak lari.
Aku tidak bersembunyi.
Aku datang. Berkali-kali. Puluhan kali. Dengan kepala tegak.
Karena yang aku bawa bukan sekadar argumen,
tapi keyakinan.
Mereka mungkin punya kekuasaan untuk menetapkan status.
Tapi aku punya sesuatu yang tidak bisa mereka sentuh:
ketenangan hati yang tahu,
bahwa aku tidak berdiri di atas kebohongan.
P21?
Silakan.
Jika itu jalan menuju pengadilan,
maka biarlah pengadilan menjadi tempat di mana semuanya dibuka
tanpa framing, tanpa manipulasi, tanpa narasi yang dipelintir.
Aku tidak takut pada proses.
Aku hanya takut jika kebenaran dibungkam.
Dan selama aku masih bisa melangkah,
masih bisa berbicara,
masih bisa berpikir…
maka aku akan tetap berdiri.
Bukan karena aku ingin melawan,
tapi karena aku tidak bisa memilih untuk diam melihat kebathilan.
Baik coba ana jawab yaa; Narasi yg antum buat tampak mengajak kepada kebaikan, namun berpotensi menyesatkan pemahaman umat. Seolah2 membahas ilmu agama berpahala, sedangkan membahas politik dan persoalan umat tidak bernilai. Padahal Islam tidak hanya mengajarkan amar ma'ruf, tapi juga nahi munkar dan kepedulian terhadap urusan masyarakat, bangsa, dan negara. Islam adalah agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan, bukan hanya ibadah personal. Wallahua'lam bisshawab
Pak @dinopattidjalal cuma mengingatkan Presiden sesuai dgn kapasitasnya sebagai diplomat senior (tugas ini sebenarnya harus dilakukan DPR, tapi you know lah🙈). Point2nya juga sangat bagus & berisi. Tapi kenapa dijawab dengan nada julid sampai membawa2 "cuma 3 bulan jadi Wamenlu". Duh...sekaliber Pak Dino dibegitukan...Astaghfirullah.
Belum jawaban blunder tentang Presiden nombokin biaya perjalanan ke LN pakai uang pribadi...ini sungguh menyalahi tata kelola keuangan negara. Negara seharusnya tidak bergantung pada kemampuan finansial pribadi pejabatnya. Sistem pemerintahan dirancang agar kegiatan kenegaraan tetap berjalan siapa pun presidennya dan berapa pun kekayaan pribadinya. Belum lagi hal ini pasti menimbulkan pertanyaan akuntabilitas dll.
*Kemarin saya kira netizen bakalan sibuk ngomentarin pidato Presiden (syukurlah beliau baca teks), tapi ternyata dpt tugas baru; ngomentarin klarifikasinya Seskab Teddy 🙈😅
Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal
Memanjatkan rasa syukur tak terhingga ketika menyaksikan Tia naik ke atas panggung wisuda di Harvard, menerima ijazah sambil menggendong Ibrahim, lalu Ali berdiri menyambut di samping panggung.
Setahun lalu, kami melepas Tia dan Ali berangkat dengan bayi yang baru berusia satu bulan. Tentu, ada rasa khawatir yang manusiawi. Mereka menjadi orangtua baru di negeri asing saja sudah merupakan tantangan besar, apalagi ketika dijalani beriringan dengan studi master di universitas dengan tuntutan akademik yang sangat tinggi seperti kampus ini.
Alhamdulillah, masa penuh perjuangan itu tuntas mereka lalui. Ijazah Master of Education dari Harvard Graduate School of Education yang diterima hari ini adalah simbol pencapaian akademik, yang di baliknya ada harga kesabaran, kerja sama, dan keteguhan yang mereka bertiga harus bayar sebagai keluarga muda.
Terima kasih kepada semua yang telah mendoakan dan memberikan dukungan selama mereka menjalani babak kehidupan di Cambridge, Massachusetts, ini.
Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup mereka ke depan, serta ilmu yang didapat bisa menjadi bekal kontribusi Tia dan Ali bagi bangsa dan bagi lingkungan di sekitar mereka. Aamiin yra.
Dari Mas Herman, relawan GSF yang telah dibebaskan Zionis Israel.😭
Beliau bercerita mengenai pengalaman selama ditahan Zionis dan Beliau berpesan buat kita semua.
Jangan berhenti berbicara soal Palestina!!
Hari wisuda ini istimewa. Besok hari-hari biasa. Namun, ujian yang sesungguhnya adalah di hari-hari biasa ke depan.
Itulah pesan yang kami sampaikan saat pulang ke UGM untuk melepas wisudawan sekaligus menyambut mereka bergabung ke Kagama.
Saya salah satu saksi sejarah saat Presiden BJ. Habibie menandatangani persetujuan penghentian proyek produksi dan pengembangan pesawat N-250 dan pengembangan industri strategis lainnya.
Saat kami tanyakan ke beliau - jawaban simple beliau yang maknanya kira-kira sbb : demi selamatkan kehidupan rakyat maka kita harus rela korbankan atau tunda “ambisi” untuk kemajuan bangsa. Nanti kita akan lakukan lagi saat sudah normal.
Kami sebagai “generasi muda” beliau saat itu hanya mengelus dada dan berupaya memahami pengorbanan “ambisi” beliau demi selamatkan rakyat dan bangsanya.
Ingat Pak Habibie dipanggil kembali ke Indonesia dari Jerman memajukan Indonesia dg produksi pesawat terbang dan produk teknologi lainnya dan sudah berhasil.
Tapi beliau rela “membunuh” impian yg sudah dibangun puluhan tahun demi selamatkan bangsanya.
HAMAS sekarang gak pake penutup wajah... percuma Israel mau mengancam keluarganya, sudah habis juga.
Pejuang Brigede Al-Qassam Ahmad Eid Manoun, identitas jelas
Masya Allah....
Imranul Karim, pemuda Kalimantan Timur, meraih Juara 1 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional 2026 kategori Tilawah di Kazan, Rusia, yang berlangsung pada 22-25 April 2026.