ternyata kalau kita jarang cerita sama siapapun, cara ngomong kita juga ikutan susah, pas mau jelasin sesuatu, kata-katanya jadi suka belibet dan ribet. bukan karena ga ngerti, tapi karena udah kebiasaan menyimpan semuanya sendiri.
after break up, yang setia akan butuh waktu lama untuk menyembuhkan luka dan merenung.
sedangkan yang narsistik, dengan cepat mencari pengganti hanya untuk mengisi kekosongan dan memuaskan egonya.
fase paling ga enak saat jatuh cinta adalah kecintaan/cinta kita besar banget. rasanya bakal capek banget mau lepasin gabisa, berujung selalu jadi posisi yang mohon mohon biar gaditingggalkan.
orang lain ga akan peduli kamu cape, kamu stress, kamu depresi. makanya kamu harus sayang sama diri kamu sendiri, karena mereka ga akan mau tau apa yang kamu lewati dan alami. kamu harus kuat bukan demi orang lain tapi demi diri kamu sendiri.
jangan selalu ada, untuk orang yang menghubungimu cuma sesempatnya.
jangan kehilangan jam tidur, untuk orang yang setelah menyakitimu malah tertidur pulas.
jangan menjadi rumah, untuk orang yang cuma ingin singgah.
jangan pernah serius, untuk orang yang cuma ngajak bercanda.
aku pernah membaca,
“maka, bertumbuhlah dengan sangat cantik. biarlah luka-luka itu menjadi perjalanan yang perlahan membentukmu menjadi akar yang kuat.”
lalu seseorang menimpali,
“jika nasi telah menjadi bubur, buatlah bubur yang enak.”