Karena kita kerap meletakkan seluruh angan dan harapan akan kasih sayang, bukan pada Sang Maha Pengasih, dan Penyayang.
Itu sebabnya, tak habis-habisnya kita (merasa) dikecewakan.
Diceritain mamah ttg sodara yang berbakti sama ibuknya, betapa dia sangat memuliakan ibunya. Paham betul kalau surga itu ditelapak kaki ibunya. Mamah terharu, cerita sambil matanya berkaca2. Mungkin tersirat keinginannya untuk dimuliakan?