Bayangkan, malam hari itu kamu sedang makan malam dengan keluarga. Ayah, ibu, nenek, dan kakek, serta adik atau kakakmu duduk bersama di meja yang sederhana itu. Wajah ayahmu terlihat begitu bahagia karena bisa membeli lauk yang lumayan banyak hari ini. Ibumu juga tersenyum, wajahnya sumringah saat mendengar adikmu memamerkan bahwa ia telah hafal 24 juz Al-Quran.
Namun terdengar suara menggelegar di luar rumah. Kelihatannya pesawat tempur baru saja lewat. Kalian terlihat cemas, berdoa agar pesawat itu tidak melepaskan tembakan ke rumah kalian tapi tiba-tiba semuanya menjadi gelap.
Dalam sisa-sisa reruntuhan, kamu selamat tapi keluargamu telah menjadi mayat. Kisah-kisah bahagia yang kamu rajut selama bertahun-tahun dengan mereka hilang begitu saja.
Ini bukan hanya terjadi dalam buku Sejarah, tapi sedang terjadi saat ini.
Rakyat yang penghasilannya pada otomatis dipotong pajak, ayo lapor pajaknya!
Abis lapor, awasi penggunaan pajaknya!
Abis itu, laporkan kalo ada pejabat yang pamer harta!
Jalan raya yang bolong, infrastruktur jelek, kita laporkan juga!
Sehat-sehat ya semua, tugas rakyat banyak 👍🏽
Kita tidak pernah tahu doa siapa yang mampu untuk menembus langit…
Bisa jadi dari orang yang kamu bantu di dalam gelapnya malam atau yang kamu beri secara terang-terangan ataupun diam-diam.
Dari Eril kita belajar untuk tidak berhenti melakukan kebaikan dimana pun berada.