Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke 🇮🇩, apalagi Dubes 🇮🇩 di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
Seskab Teddy Indra Wijaya .
Letkol Kopassus, mantan ajudan Prabowo, nol pengalaman diplomasi ,
merespons Dino Patti Djalal dengan sindiran: "diplomat hebat, walau cuma 3 bulan jadi Wamenlu."
Oke, Pak Letkol. Kita bedah satu-satu.
Soal biaya: Lo bilang kelebihan biaya ditanggung "pribadi Presiden." Tapi pesawat kepresidenan, pengamanan TNI-Polri, hotel protokol, tim advance, logistik 50-60 orang , itu semua tetap APBN.
Yang "pribadi" cuma excess-nya.
Dan Prabowo sendiri yang tanda tangan Inpres No. 1/2025 yang perintahkan seluruh K/L pangkas perjalanan dinas 50%.
Guru nyuruh murid hemat, gurunya keliling dunia.
Soal rombongan: Lo bangga rombongan turun dari 120 jadi 50-60 orang.
Dino tidak pernah bicara soal ukuran rombongan. Dia bicara soal frekuensi , 1 dari 6 hari Presiden ada di luar negeri.
Lo jawab pertanyaan yang tidak ditanyakan.
Soal investasi Rp 2.430 triliun: Ini total realisasi investasi PMDN + PMA tahunan , tren jangka panjang yang sudah berjalan sebelum Prabowo menjabat, dipengaruhi hilirisasi, regulasi, dan iklim global.
Lo tidak bisa buktikan berapa dari angka itu kausal dari kunker.
Berdiri di bawah hujan lalu ngaku bisa mendatangkan air.
Soal sindiran "3 bulan":
Dino punya PhD dari London School of Economics, 26 tahun karier diplomatik, 3 tahun Dubes untuk Amerika Serikat.
Yang nyindir dia adalah seorang Letkol yang jabatan Seskab-nya lahir dari loyalitas, bukan keahlian tata negara.
Di negara yang sehat, Seskab dijabat teknokrat.
Di sini, dijabat ajudan yang merangkak naik karena setia , lalu nyindir diplomat doktoral soal pengalaman.
"Speak truth to power," kata Dino.
Yang menjawab justru orang yang hidupnya melayani power.
So far skrg NYANGKUT in the fun way mainin Persona 4 dan Breath of Fire IV. Waktu bocil nontonin tentangga main Suikoden II sampe tamat (to be play again). Sama yang underrated coba cek Monster Lab.
dan banyak yang kangen IGN era Sydnee. terus mereka collabs balik lagi tahun lalu. Ajak Sydnee buat bikin behind the scene dan juga ngehost acara IGN. Kan enak ya sama2 saling bangun. yang creator dulu dkasi platform buat berkreasi, dan brand juga valuenya naik. ga patah gitu.
di indo kenapa ya brand2 gini demen banget nge-polished konten di socmed kalo mw rebranding gitu2. niat banget smp 1000an konten diapus? gw paham sih keselnya si Rahman. pernah juga terjadi di gw kolabs publik ujung2nya tu konten pada hapus. sampe niat ganti nama brand akunnya.
Baru tau kalo mas-mas Tenue de Attire a.k.a Mas Rahman udah resign.
Doi bilang sedih, kecewa, dan sakit hati karena video konten yg dibuat selama hampir 3 tahun ditakedown sama pihak Tenue de Attire. Ada sih konten yg masih stay, tapi yg ada guest starnya aja, which is cover mukanya bukan Mas Rahman.
Mas Rahman bilang: mungkin mereka mau rebranding dengan wajah yg baru dan itu understandable, tapi doi ga expect kalo kontennya bakal semua ditakedown (ribuan konten).
Cuma pas liat ga ada lagi kontennya di sana doi kaya ngerasa sedih, karena Mas Rahman bangun akun itu sampai followersnya naik 300K++ dan sekarang semuanya gone.
Di akhir video Mas Rahman ngasih pesan buat brand-brand lain, kalo bisa jangan hapus video konten dan please support your content creator.
ga tau ya kalo brand luar gini juga. tapi contoh IG aja. dulu hostnya The Daily Fix si Sydnee Goodman itu juga ngecarry IGN banget. terus resign dan post a long form video farewell. dan IGN ga hapus yg pernah di host sama Sydnee di brand mereka.
Ironis saat ada orang miskin cuma mampu beli sesuatu secara kredit dibilang “masih kredit aja belagu” dan dilihat rendah tapi orang kaya yang beli sesuatu cash ditanya “Kok gak kredit aja? Lumayan tuh milesnya”
Jadi masalahnya bukan saat beli barang kredit kan? Tapi klasis aja.