@bknshittpsyid@pineappleaqy 5. Ada kasus pĕnggunaan taling tarung palsu di kalangan para pujangga Mataraman
Misalnya kosakata jawa kuna TAṆḌA supaya bisa dibaca TÅṆḌÅ ditulis TOṆḌA
https://t.co/9TBw27IeGA
Démikan, sĕmoga mĕnjadi pĕriksa.
BREAKING NEWS ⚠️🌧️
Banjir bandang dilaporkan menerjang wilayah hulu Sungai Batang Asai pada Sabtu malam, 25 April 2026.
Bencana tersebut berdampak pada sejumlah desa di Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Jambi, di antaranya:
Desa Batu Empang
Simpang Narso
Desa Tambak Ratu
Hingga saat ini, kondisi di lokasi masih dalam pemantauan oleh tim terkait. Upaya penanganan dan pendataan terus dilakukan, sementara informasi terkait korban jiwa maupun kerugian material masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengutamakan keselamatan, serta mengikuti arahan dari aparat setempat.
Perkembangan informasi akan terus diperbarui.
@tvrijambi @bpbd_jambi @sarolangunkab @infobencanajambi @pusdalops_jambi @bmkg@basarnas @kemenpupr @kemensosri@indonesiabaik.id @bnpb_indonesia @polres_sarolangun @poldajambi@infojambi@jambinews@jambiekspres@tribunjambi @detiksumatera @kompascom @tvone @metrotv @cnnindonesia@beritasatu@inews.id @antara.news @kabarjambi
#kalbarinside #BreakingNews #BanjirBandang #Jambi #Sarolangun #BatangAsai
#InfoBencana #BanjirJambi #CuacaEkstrem #WaspadaBanjir #UpdateBencana
#IndonesiaWaspada #BMKG #BPBD #Basarnas #BNPB
#BencanaAlam #HujanDeras #Banjir #SiagaBencana #InfoTerkini
#NewsUpdate #BeritaHariIni #KabarJambi #PantauBencana #PontianakInside
Mumpung postingan MBG masih anget.
Saya mau sharing dikit tentang pelaksanaan MBG di tempatku bekerja.
Sekolah kami sudah beberapa minggu ini AKHIRNYA kebagian MBG juga. Pada mulanya sekolah menolak. Tapi kata dinas, sekolah tidak boleh menolak; yang boleh menolak adalah orang tua siswa. Dan jadilah divoting berapa yang mau menerima MBG, dan diberikan jumlah omprengan sesuai dengan yang mau menerima. Jadilah sekolah kami menjadi penerima MBG.
Sebagai latar sedikit, sekolah kami itu rata2 menengah ke atas. Yang sekolah aja ada yang pake Hyundai Kona. Liburan ke luar negari. Kalau lulus kuliahnya kedokteran, PETRA, atawa ke luar negeri. Saya di sana mengampu persiapan SAT bagi mereka yang mau ke LN (sambil tipis2 ngajarin mereka investasi saham pakai simulator).
Sekolah ternyata memang "agak" dipaksa untuk menerima MBG. Jika menolak, ada kemungkinan BOS-nya juga akan ditarik karena dianggap sudah mampu. Dan saya mendengar hal yang sama juga dialami beberapa sekolah lain yang muridnya banyak menengah ke atas.
Untungnya SPPG-nya lumayan. Minimal dari beberapa minggu ini saya amati menunya lumayan. Ayam teriyaki, ayam pop corn; buahnya jeruk potong, semangka, melon, dll. Kalaupun ada kekurangan, hanya masalah porsi. Tahu sendiri anak2 usia SMA, terutama yang cowok2, porsi makannya kayak apa.
Dari pengalaman ini saya melihat bahwa sebenarnya BGN itu hanya ngejar angka. Berapa jumlah siswa yang menerima MBG, berapa sekolah, dll. Mereka tidak peduli apakah itu tepat sasaran atau tidak. Lah, sekolah kami yang murid2nya lebih dari mampu juga diberi MBG. Dengan "sedikit" paksaan lagi, kalau menolak akan ditarik dana bantuan pemerintah.
Anak2 mungkin senang2 saja dikasih makan gratis. Tapi yang mengeluh adalah ibu kantin yang omsetnya mulai turun.
Dan siapa yang paling dirugikan? Tentu saja mereka yang bisa jadi tidak menerima gaji karena anggaran negara mulai seret diserap oleh MBG: para PPPK, guru dan nakes. Bahwa setiap bulir beras MBG kepada yang tidak berhak bernilai tetes darah mereka yang mengabdi sebagai pegawai dan terancam tak digaji.
Oh iya, kalau lihat subtitle bahasa arab siaran OTT, para subbĕr arabsubs kan biasa mĕnulis nama dikasih tanda kutip kayak gini.
Nah dari sinilah, aku kadang pas nulis nama pakai akṣara jawa, jadi ikutan juga kukasih tanda kutip ·͜·
https://t.co/kYmPK7of2j
Karĕna ini akun pĕrnah dimasukkan kĕ kaṇḍang suspèn sĕlama 21 hari
Jadi mikir lagi dan lagi
Pas péngén ngĕtik
Pakai fonta 𑼥𑼾𑼴𑼡𑼾𑼴𑼱𑼥𑽂𑼒𑼮𑼶
kwekkwekkwek 🐦🐦🐦