Ga bermaksud nakut-nakutin, tapi kalian harus tau fakta-fakta berikut:
1. Gubernur BI mundur
2. Rupiah kembali tembus 18k
3. MBG dan Kopdes terus"an menggerus APBN
4. Minyak dunia menuju 120 dollar per barel
5. Arus keluar modal asing terus berlanjut
6. Pemerintah mengintervensi BI untuk cetak uang guna menutup defisit APBN
7. Ribuan P3K terancam dirumahkan
8. Pemerintah libatkan babinsa untuk kepatuhan pajak masyarakat
9. Outlook peringkat kredit Indonesia diturunkan dari stabil menjadi negatif oleh Moody's Ratings
10. Gelombang PHK masih terus terjadi
11. Mall-mall banyak yang dipagarin
Sekali lagi gue ga bermaksud nakut-nakutin kalian
Bukan. Anda diserang bukan karena itu. Anda dikritik karena:
1. Tata kelolanya ngawur, rawan korupsi.
2. SPPG dimiliki oleh para pihak yg rawan konflik kepentingan seperti aparat, parpol dll.
3. Anda ga fokus ke yg benar2 membutuhkan. Minimal lakukan kajian akademis dulu sebelum eksekusi.
4. Anda memilih kepala BGN yg tdk kompeten, bahkan tidak punya latar belakang ahli gizi. Udah gitu korup pulak.
5. Makanannya ga berkualitas, bahkan banyak yg keracunan.
6. Masih banyak alasan lain, tapi yang jelas bukan karena anda mau ngasih makan anak indonesia. Jadi gausah dipelintir.
Ini valid. Dulu saya dan pasangan termasuk yang child-free, ga pengen punya anak. Kami menikmati hidup berdua. Hampir tiap bulan traveling ke luar negeri (sambil kerja remote).
Lalu kami berubah pikiran dan memutuskan punya anak.
Sekarang hidup kami jelas beda. Nggak se-spontan dan se-bebas dulu. Dan memang, ga selalu se-seru backpacking, kulineran, atau ketemu orang baru di tempat asing.
Tapi lihat anak ngoceh, joget-joget, makan lahap, atau ketawa, ternyata juga bikin bahagia.
Bahagianya bukan lebih tinggi atau lebih rendah. Cuma beda aja.
Baru tau jir ternyata ungkapan tujuh turunan tuh punya basic ilmiah.
Kirain cuma keasbunan orang tua zaman dulu aja 🤣
Setelah baca2, teorinya tuh tiap orang nerima sekitar 50% DNA autosomal dari masing2 orang tua
Maka:
- Orang tua → 50%
- Kakek/nenek → 25%
- Buyut → 12,5%
- Generasi ke-5 → 6,25%
- Generasi ke-6 → 3,125%
- Generasi ke-7 → 1,56%
- Generasi ke-8 → sekitar 0,78%
Bener dong klo less than 1% hahaha. Berarti nyumpahin orang sampe tujuh turunan tuh punya basic ilmiah 🤣
TOTAL 1265 TRILIUN RUPIAH !!!
PANTESAN EKONOMI SERET BANGET,
WONG DIKUMPULIN DI MEREKA !!!!
Kasus Korupsi di Era Prabowo dengan angka kerugian negara :
1. Korupsi Pertamina (Pertamax oplosan) — Rp285,18 triliun (angka resmi 2023; proyeksi 5 tahun bisa Rp968,5 T tapi masih spekulatif)
2. Korupsi timah PT Timah — Rp271 triliun
3. Korupsi ekspor CPO (Wilmar, Musim Mas, Permata Hijau) — Rp17,7 triliun
4. Korupsi Chromebook Kemendikbudristek — Rp1,56–2,18 triliun
5. Korupsi kredit PT Sritex — Rp1,08 triliun
6. Dugaan korupsi kuota haji — sekitar Rp1 triliun (masih dihitung BPK)
7. Korupsi batu bara PLN/Asabri/Krakatau Steel — perkiraan awal Rp5 triliun (masih berkembang)
(Kasus K3 Kemenaker, nikel Sultra, Whoosh, impor gula, dan Harun Masiku belum punya angka kerugian negara resmi)
TOTAL: Rp1.265,84 triliun
(~Rp1,27 kuadriliun)
Kalau uang segini dipakai buat rakyat, bisa buat:
- 632.920 sekolah baru
- 21 juta mahasiswa kuliah gratis sampai lulus
- 84.389 jembatan
- 126.584 km jalan aspal, itu lebih dari 2 kali keliling bumi
Tapi ya begitulah, uangnya raib dimakan segelintir orang, sementara rakyat disuruh sabar dan bayar pajak.