At this point it really feels like this whole thing was just a made-up program to justify pulling money from APBN
And the most insulting part is they don’t even bother hiding it!
Gak punya empati, gak bisa baca situasi, gak mau peduli sama kritik, suka halusinasi bikin musuh sendiri, dan arogannya gak ketolong.
Pantesan bencana Sumatera belum dinyatakan jd bencana nasional. Ternyata dia lah bencana nasional buat kita semua.
Gak banyak film bertema peperangan di Indonesia, tapi setiap ada film bertema itu maka emang jor-joran banget di bagian teknis dan visual.
Begitu juga sama Timur, keliatan banget niat dengan props dan detail yang lumayan bikin kita ngerasa wow pas nonton.
Kalau ribuan anak kecil keracunan aja gak peduli, what do you expect to happen when elephants died or huge flood in northern Sumatera killed and displaced people.. innalillahi..
Penulis Baek Sehee meninggal dunia di usia 35 tahun.
Sesuai wasiatnya, Baek Sehee telah mendonasikan 5 organ tubuhnya (Jantung, paru-paru, liver, dan kedua ginjal) untuk yang membutuhkan
Penulis Baek Sehee dikenal dengan buku-bukunya, salah satunya I Want To Die But I Want to Eat Tteokpokki.
Rest in Peace
https://t.co/KFi8ASHQze
Gila! Presidennya mau tampil di panggung global bicara tentang perdamaian dunia, tapi di kabupaten polisi-polisi terus nangkapin orang yg gak bersalah. Dan kali ini, pelajar SMA penulis @omongomongcom yang ditangkap!
#18hari kematian AFFAN dilindas barrakuda,
- tak ada yang bertanggungjawab;
- tak ada pengunduran diri;
- tak ada Tersangka.
Jangan harap kematian lainnya akan terungkap.
Melindungi tak mampu, mengungkap tak mau. Negara dagelan!
Halo @prabowo Kemarahan warga tidak jatuh dari langit. Ia akumulasi dari suara yang diremehkan, janji yang diingkari, dan luka yang dibiarkan menumpuk. #ResetIndonesia
pulang kantor naik gojek terus bapaknya cerita sedikit soal mendiang affan. di akhir obrolan he said, "saya ga berharap ekonomi membaik mbak. toh juga dari dulu hidup udah susah. tapi semoga ke depannya negara ini lebih lembut ke orang2 kaya kami (ojol)" crying.