PANGGILAN UNTUK KAWAN YANG BERADA DI YOGYA & BERKELIARAN DALAM LEBARAN SENI!
Di tengah keriuhan "Lebaran Seni" Yogyakarta tahun ini, ruang-ruang pameran mulai bersiap diresmikan oleh para elit-elit A1 from pusat and beyond.
KAMI MENGANTAR ANAK GENERASI KEEMPAT DARI KELUARGA JAWA-SURINAME PULANG KE DESA BUYUTNYA!
Perjalanan ini dimulai dari Yogyakarta, menuju Stasiun Kutoarjo, untuk menjahit sejarah yang diputus. Tulisan ini kami persembahkan untuk korban kolonialisme, yang tak dicatat sejarah!
SEJARAH KELUARGA JAWA DI SURINAME!?
Sejak abad 19 akhir-20 awal, banyak sekali orang Jawa bermigrasi-paksa, untuk menjadi pekerja kontrak di Suriname. Mereka diberi janji manis oleh perekrut, alias agen-agen para bos perusahaan gula. Diiming-imingi kaya raya & mudah naik haji!
Bagaimana 'rasa' dimasukkan dalam historiografi? Seperti apa arkib menangkap 'fakta' yang begitu? Dengarkan praktik @_arungkala menerusi perkongsian penggeraknya, @amosbaikbaik.
Cargas, daftar!
Tulisan terbaru di rubrik Kolom. Sebuah esai tentang polemik Pestapora 2025, serta urgensi posisi politik kebudayaan yang tegas dari para "musisi kritis". Sila baca jika berkenan! https://t.co/qTLyaR3uaf
Mengingat sejarah yang dirangkai bersama-sama, sejak dalam perjumpaan, ingatan, dan perasaan. Dalam wahana sejarah publik itulah kita bisa membicarakan rekonsiliasi dan keadilan dalam produksi pengetahuan sejarah.
- Amos Ursia, kolom Halte koran Jawa Pos
Perkara pesuruh-menyuruh ini sederhana, ttg medan seni-budaya & kultur intelegtuil aja. Juga soal "peta" dan akses. Soal terbaca, tercatat, dilibatkannya seorang muda dalam perguliran diskursus & praktik hari ini. Mungkin cara kerja medan seni-budaya & inteleghtuil begitu.
Setelah mendengar banyak cerita teman, sepertinya jarak antar-generasi membuat banyak orang lupa sama apa yang benar-benar perlu/penting diperjuangkan.