Dear God, if my decision was a mistake, this is gonna be the best-worst mistake i ever did in my life or if this is just the phase from the plan that you created for my life, i will continue to let you write my story.
Of heaven and hell,
Resignedly onwards.
VISUAL//DISTORT by @spektakelklab for Festival Bulan Juni 2026
From Noise to Print: Art Print Exhibition Showcasing 64 visual art project for bands by 8 artists
25-26 JUNE 2026
at Mindset, Palembang
Info: https://t.co/TVeyFtCPrY
PRA-PESAN T-SHIRT ITALIAN BED INI DIBUKA HINGGA 13/05/26. SELURUH HASIL KEUNTUNGAN DARI PENJUALAN AKAN KAMI GUNAKAN UNTUK KEBUTUHAN OPERASIONAL SELAMA TUR VIOLATION OF USAGE POLICIES '26 BERLANGSUNG. DAPAT DIPESAN MELALUI https://t.co/FBERgLEglO
MALANG – Peringatan Hari Buruh Internasional di Balai Kota Malang, Jumat (1/5/2026), berubah liar. Jalanan tak hanya dipenuhi orasi, tapi juga dentuman musik hardcore-punk yang menggantikan pengeras suara formal sebagai medium perlawanan.
Sejumlah kolektif seperti Hektar, Glich, DC Threat, dan The Reackless tampil langsung di tengah massa. Aksi ini bukan hiburan, melainkan protes atas menyempitnya ruang berekspresi.
Performer Ciwen Ilusi menyebut panggung jalanan ini sebagai upaya merebut kembali ruang publik. “Biasanya gigs di ruang tertutup, sekarang kita bawa ke jalan. Ini soal kebebasan bersuara yang makin dipersulit,” ujarnya.
Menurutnya, perizinan acara musik kian berbelit, sehingga ruang publik harus dikembalikan sebagai milik bersama. Meski baru pertama digelar di tengah demonstrasi, aksi ini melibatkan jaringan kolektif independen yang selama ini bergerak di ruang alternatif.
Respons massa pun positif. Buruh dan mahasiswa memberi ruang, bahkan mengapresiasi kehadiran musik sebagai bagian dari aksi.
Seluruh peralatan dikumpulkan secara swadaya tanpa sponsor. Konsep “gigs di jalan” sendiri dirancang sekitar sepekan sebelum May Day.
Di tengah tensi demonstrasi, musik hadir sebagai medium yang lebih liar dan sulit dibungkam. May Day Malang tahun ini tak hanya soal tuntutan buruh, tapi juga perebutan ruang publik dengan volume maksimal.
Korlap Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, Zaki, menilai musik perlawanan memberi energi baru dalam aksi. “Selain orasi, kita juga dengarkan musik dari kawan-kawan kolektif,” katanya.
Laporan: Kontributor Malang Raya Media I Jumat, 1 Mei 2026
The tape duplicated in a limited number of 25 copies.
T-shirt and longleeve material is heavy cotton 240gsm and plastisol ink, transparent tape with sticker
Orders made via DM or WhatsApp at +60136825929