Bisa-bisanya meyalahkan orang lain yang udah berak sembarangan di tongkrongan orang. Ternyata dia yang berak di tongkrongan sendiri.
Lucu ya manusia. Playing victim demi menyelamatkan diri sendiri.
Ternyata dia marah karena cemburu posisinya direbut sama bocah ingusan 😂
Diam bukan berarti takut atau selesai, tetapi menunggu waktu yang tepat untuk membayar semuanya.
Satu peluru untuk perempuan ular manipulatif penghancur mental dan satu lagi untuk laki-laki bermulut banci dan sampah.
Ada sakit hati yang harus kalian bayar.
Bisa-bisanya kalimat itu berasal dari seorang perempuan. Minta tolong sama cowoknya buat nutupin semua kebohongan dari orang-orang.
Sementara dia playing victim ke orang-orang 👏👏👏 hebat
“di tempat yang salah, sekalipun kamu memberikan yang terbaik itu gaakan cukup — tapi di tempat yang tepat, kehadiranmu aja udah cukup untuk dirayakan”.
simple words, but enough for you who feel this.
Kalau mereka menulismu sebagai penjahat di cerita mereka, terima saja karangan itu. Karena harga disalahpahami itu jauh lebih murah daripada harga diatur-atur sesuka hati.
Manipulative people don’t apologize for how they treated you. Instead, they shift the blame onto you and twist your natural reactions into proof that you’re the problem.
Kok bisa, ya, ada orang yang tiap hari tidur nyenyak sementara punya rahasia skandal.
Bisalah. Dia, kan, mikir rahasia-nya masih sebuah rahasia.
Kalau tiba-tiba jadi rahasia umum gimana, ya? Apa udah jadi rahasia umum?
1 peraturan hidup yang penting banget:
Hidup itu jangan sampe ngerebut hak orang lain.
Inget, kalo engga bisa dapetin apa yang kita mau, jangan ambil yang orang lain punya.
Terkadang kita dianggap pembawa masalah dan dijauhi karena dia sadar, posisi kita bisa mengancam kesejahteraan hidupnya. Mati-matian membela orang yang salah, ternyata cuma mau menutupi skandal diri sendiri 🤭