entah kenapa, yang belain pancasila nih cuma berhenti di sila pertama. soal agama. persetan kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan. yg penting agama, agama, agama.
Hujan deras dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menerjang lima kabupaten di Provinsi Sumatera Utara pada Sabtu (26/9/2026). Rangkaian bencana hidrometeorologi tersebut memicu luapan sungai, banjir bandang, hingga angin puting beliung yang merusak permukiman warga. Pada Minggu (27/9/2026) pagi, ketinggian banjir mulai berangsur surut.
Di Kabupaten Tapanuli Tengah, banjir meluas sejak Sabtu (26/9/2026) pukul 16.30 WIB akibat meluapnya sejumlah sungai. Banjir menggenangi dua desa dan delapan kelurahan di tujuh kecamatan, yakni Tukka, Kolang, Pandan, Tapian Nauli, Sarudik, Badiri, dan Pinangsori.
”Sejumlah keluarga masih mengungsi hingga kini,” kata Sri Wahyuni Pancasilawati, Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara.
Sungai Sibuluan meluap dan memutus Jembatan Rambing di Bona Lumban, Kecamatan Tukka. Ketinggian air mencapai dada orang dewasa atau lebih dari 1 meter. Banjir merendam permukiman di tujuh kecamatan serta sempat memutus akses Jalan Lintas Sumatera di Kecamatan Badiri.
Kondisi tersebut melumpuhkan akses kendaraan. Di Kecamatan Sarudik dan Badiri, air setinggi sekitar 50 sentimeter merendam permukiman. Sebanyak lima keluarga mengungsi di SMPN 3 Tukka. ”Tim Reaksi Cepat BPBD sudah mengevakuasi warga menggunakan perahu karet,” katanya.
Sementara di Kabupaten Samosir, hujan lebat terjadi pukul 18.00 WIB dan memicu banjir bandang di Desa Garoga, Kecamatan Simanindo. Satu rumah warga rusak ringan serta gudang dan tembok penahan tanah hancur. Empat keluarga mengungsi ke rumah saudaranya terdekat. Petugas dan warga bersiaga mengantisipasi banjir susulan.
Baca selengkapnya dalam “Lima Kabupaten di Sumut Dilanda Banjir Bandang dan Puting Beliung” oleh Irma Tambunan di https://t.co/Yry7AzVTlJ
#BanjirBandang #Sumut #PutingBeliung #AdadiKompas