Pelaku kekerasan domestik (fisik, verbal, dan seksual) di komunitas atau skena bawah tanah tampaknya tidak dapat “di-cancel”. Toh, pelaku malah ubah nama.
Sebut aja lah, Sombanusa ganti nama jadi MURIA. Eat bisa ganti nama jadi Ernesto lah atau apa lah. Mereka pelaku, kabur sebentar, balik lagi, membangun lagi karir, dan “berbuat dosa” kembali.
Di Youtube, cari saja “Muria” dan tandai mukanya, masih beredar di Jogja. Eat, mukanya tandai dengan mencari Reyhard Rumbayan peledakan ATM Gejayan.
Tadi siang habis dapat ancaman untuk menghapus postingan twit tentang Menteri PU (terlampir), dengan membuka data pribadi yang berisi alamat, NIK, TTL, data keluarga, dan lokasi terakhir gawai saya.
Saya sedang draft somasi dan akan kirim balik sebagai jawaban 🙏
Sudah mengirim somasi ke nomor yang mengancam, saya lampirkan juga somasinya secara terbuka melalui twit ini, agar bisa dijadikan periksa oleh pihak terkait.
Silahkan bagi warganet yg mau menggunakan substansi somasinya bila mengalami situasi serupa. Bisa dikirim secara pribadi.