Ketemu co-promotor, nyodorin naskah siap submit tentang in silico, maksud hati mau ijin buat masukin nama beliau sebagai co author, eh beneran dibaca serius. Berujung disuruh buat proposal satu lagi untuk pembuktian uji lab nya. Aku kudu piyeee... 😑
Selain karena memang defisit empati, inilah hasil dari seorang pemimpin yg dikelilingi oleh orang2 yg memelihara yes-men culture, orang2 yg cuma menyampaikan informasi2 yg menyenangkan saja.
Pemimpin gagal.
Puas banget bacanya.
Makasih Kak sudah mewakili.
Penutupnya GONG Banget!
"Jujurly Maudy Ayunda, yang kamu lakukan itu, jahat.
Minimal, stupid.
Warga gak ngarep kamu berjibaku ngadepin karhutla di lapangan kayak Andrew Kawaleit. Warga juga gak ngarep kamu bisa nulis kolom kritis di Kompas kayak Reza Rahadian. Warga cuma ngarep kamu balas hutang budi kamu ke para pembayar pajak. Dengan mengamplifikasi jeritan mereka di platform kamu.
Dan itulah serendah-rendahnya iman seorang influencer."
Netanyahu membunuh 20.000 anak kalian marah.
Prabowo - Fufufafa ngeracun 40.000 anak di 36 provinsi kalian masih mau jadi buzzer MBG?
Kalian itu manusia atau seonggok tinja?
Kepada Sdr Wapres @gibran_tweet, berkunjung ke lokasi problem spt dalam video ini sama sekali tak membantu. Ini gaya politiknya Bapakmu. Anda khan milenial. Masak gini? Kuajarkan caranya: Panggil Menteri @KementerianESDM, Kapolri, Menteri @KemenkeuRI dan K/L terkait. Tanyakan, Kenapa masalah ini berulang, apa jalan keluarnya, dimana hambatannya, siapa bertanggungjawab apa, mana skala prioritas, dll. Lalu, buat skenario jangka pendek sambil merancang skenario menengah panjang. Lalu laporkan ke Presiden. Kawal skenario dgn ketat. Jika berhasil, jadikan skenario baku jika peristiwanya berulang. Jika gagal, cari cara baru. Reaksi yg cepat harus diutamakan sebab warga makin tersiksa. Catatan: jadikan kejadian ini bahan utk mengukur kinerja menteri. Usulkan ke Presiden utk ganti menteri gombal. Begini cara Wapres yg bisa membantu. Berkunjung tanpa agenda penyelesaian spt ini hanya menyenangkan kelompok pendukung Anda yang tak sabar menunggu 2029.
BBM → antrean → kemacetan → mobilitas terganggu → sekolah daring.
Situasi ini mencerminkan energy-security failure sekaligus urban-planning failure. Kota yg sangat tergantung kendaraan pribadi berbasis bensin, ketika stok minim, mobilitasnya kolaps.
Sekitar 100 ibu-ibu di Yogyakarta menggelar aksi protes sambil memukul panci. Mereka menuntut agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.
"Ribuan anak keracunan MBG, bahkan sampai berakibat fatal, bagaimana tidak tergerak hati saya?" kata salah satu peserta aksi, Etty.
Di awal mikir, nanti bakal mudah eksekusi tugas dan kerjaan kalau sendiri, bisa fokus. Nyatanya, kerjaan ga beres beres amat, sepi nyatanya ga enak, kerjaan saya malah banyak beresnya kalau disambi ngurus anak, ngurus rumah, membersamai mama/bapak. Fix, besok pulang.
IBU CENUK SAYEKTI DOSEN UNAIR BERSAKSI SAMBIL TERISAK DI MK:
Jadi dosen tahun 2010, saat itu gajinya 1,2 juta per bulan.
Dapat gelar Doktor tahun 2016. Serdos tahun 2020.
Tahun 2022 pindah ke Unair, gaji pokok saya 2,6 juta.
Belasan tahun jadi dosen.
Gaji pokoknya masih segitu.
Ini kejadian gak cuma di Unair. Kejadian di seluruh Indonesia.