@sagitaninta Itu caleg PKS. Dia nyalon supaya bisa bayar biaya operasional perawatan aer. Gk dipilih, ya keputuslah orang duitnya gk ada. Terus diframing jahat pula ama media waktu itu wkwkwkwwk. 😂
Aku jelasin ya buat orang nippon, emang banyak orang indon suka demonisasi budaya lokal supaya terlihat lebih baik.
Padahal aslinya mereka cuma butuh validasi dari bangsa yang dianggap superior. Maklum terbiasa dijajah dan dipermalukan berabad-abad.
Translate sendiri yee njing!
gua dapet 6 offering letter full time & 10 offering letter intern yang kualifikasinya S1 tapi gua D3, bahkan gua lolos seleksi administrasi MT Paragon juga. Jangan terlalu pakem sama kualifikasi, daftar aja dulu
Dini hari ini, temanku Andrie Yunus disiram air keras ketika sedang mengendarai motor. Dia mengalami luka yang cukup parah.
Andrie adalah pemberani yang terus melawan kejahatan HAM, militerisme dan ketidakadilan. Dia tidak pernah bisa dibungkam.
Mengerikan sekali negara ini.
Gw punya temen yang gajinya udah hampir 3 digit.
Dan waktu dia pertama kali cerita ke gw soal angkanya reaksi pertama gw bukan kagum.
Tapi ngeri.
Dia cerita sambil ketawa tapi matanya tidak ikut ketawa.
Senin sampai Jumat dia di kantor. Sabtu meeting online. Minggu bales email sambil pura pura istirahat. HP nya tidak pernah benar benar off. Liburan pun laptopnya ikut.
Pernah sekali dia cerita lagi di Bali sama keluarganya. Hari kedua tiba tiba harus balik ke Jakarta karena ada krisis di kantor yang katanya hanya dia yang bisa handle.
Tiket PP Jakarta Bali dadakan. Keluarganya lanjut liburan tanpa dia.
Gw tanya worth it gak?
Dia mikir lama sebelum jawab.
Angkanya worth it. Hidupnya gw masih mikir.
Dan ini realita gaji 2 digit di Indonesia yang tidak pernah ada di thread thread flexing di Twitter.
Gaji segitu memang ada. Tapi hampir tidak pernah datang tanpa harga yang harus dibayar di luar rekening bank.
Posisinya biasanya VP ke atas di korporasi multinasional. Director level di perusahaan teknologi. Senior konsultan di big four. C-suite di startup yang udah Series B ke atas. Atau spesialis langka yang skillnya tidak banyak orang punya.
Dan semua posisi itu punya satu kesamaan.
Lo tidak pernah benar benar pulang kerja. Lo cuma pindah lokasi.
Yang paling relate dengan kondisi Indonesia sekarang
Banyak yang ngejar angka itu tanpa tau bahwa di balik angkanya ada tuntutan yang tidak tertulis di job description manapun.
Kesehatan yang dikompromiin pelan pelan. Hubungan yang dikorbanin sedikit demi sedikit. Waktu yang tidak pernah bisa dibeli balik dengan gaji berapapun.
Temen gw sekarang masih di posisi yang sama.
Gajinya naik lagi tahun ini.
Tapi dia baru aja cerita kalau dia tidak ingat kapan terakhir kali makan malam tanpa lirik lirik HP.