Guys, aku sangat prihatin sama apa yang terjadi di negara kita. Tapi mohon maaf sekali kalau aku cuma bisa RT tanpa naikin hastag karena akunku gampang banget ke susp 🙏🏻 dan mungkin aku juga 1-2x RT/like postingan au, mengingat aku juga butuh rehat 1-2 jam biar tetep waras 🙏🏻🙏🏻
Bahkan ketika gue udah ngerasa gue tuh ga depresi. Jarang sedih. Gada masalah apapun dalam hidup. Gue tetep gabisa kaya gue yang dulu.
Pinternya. Rajinnya. Hopefulnya. It will never be the same.
Ngerasa secured, tapi juga drowning at the same time. Mau cuci muka aja masi susah.
manifestasi :
kerja di tempat yang ga toxic, punya bos yang baik, rekan kerja yang enak diajak kerja sama, gaji gede, jam kerja manusiawi, masuk jam 8 pulang jam 5, weekend beneran weekend, dan pulang kerja ga ditag di grup 🍀🤍
Beneran w g mau romantisasi depresi anjir indie senja kalcer melow apaan najis
Depresi gerogoti masa muda w, terlalu bnyak pintu yg w tutup, terlalu lama berkubang. Dikira pulih gampang? dikira kalo kambuh g kalut?
Jaga mulut kalian dari doa penasaran pen depresi, harapan tolol
Depresi kronis bisa gerus identitas sampe dirimu g kenal dirimu lagi. Ada titik "aku sebelum kena depresi" & "aku setelah pernah depresi"
Hilang spark, perspektif ganda & kudu bangun ulang semua + isolasi beneran turunkan skill sosialisasi
Dikiranya keren punya gngguan kek gitu
ga cuma manusia yang hidup di dunia ini. 🥲 Pembakaran hutan dan lahan efeknya ke semuanya. Bahkan sekarang ada berita kucing kena penyakit saluran pernapasan akibat asap karhutla.
Terus gimana nasib hewan-hewan yang langsung berhadapan sama api di hutan sana? Mereka ga bisa lari sejauh kita, ga bisa milih pindah tempat kmn. Gila sih, sejauh itu dampak dari keegoisan dan kerakusan manusia.
Habis dispam telfon nomor tidak dikenal beberapa kali.
Pas iseng saya angkat, suara laki-laki seperti debtcollector menyebut nama saya dan agak membentak “Maksudnya apa posting SKCK itu? Hapus segera mas. Hapus ya.”
Saya hanya diam mendengarkan. Lalu saya sadar saya tadi siang post penampakan SKCK Prabowo.
Tidak hanya telfon ke nomor WA pribadi saya saja tapi juga WA bisnis saya.
Kok bisa dapet 2 nomor WA saya sekaligus?
Apa masalahnya? Kenapa gak boleh post?
Terakhir post tersebut dapat 170rban view. Lalu saya hapus karena malas kena spam telfon.
Ternyata ada teknologi melacak nomor lengkap hape hanya modal sosmed ya?
Kenapa lama banget nangkap koruptor buron
Tuhan, peluk bagian dari diriku yang bahkan aku sendiri tidak mengerti. Cukup tenangkan hatiku, agar aku bisa tetap merayakan hidup tanpa harus kehilangan arah
gw yakin bismillah awal oktober dapet offering letter dari top company kalo bisa dream company atau MNC mau bgt, gaji oke, lingkungan oke, atasan sama temen kerja jg oke, benefit oke bgt, ada pengembangan karir, berkah kerjanya dan bukan pialang, aamiin ya Allah 🥹🙏
OP ini ngelist ciri-ciri orang dewasa yang tumbuh dengan banyak luka sejak kecil:
1. Good Child Syndrome:
Dari kecil terbiasa membaca situasi, takut dimarahi atau dikritik, akhirnya tumbuh dengan rasa percaya diri yang rendah.
2. Kebiasaan jadi people pleaser:
Sebenarnya nggak mau, tapi begitu dimintai tolong tetap nggak bisa bilang nggak. Perasaan orang lain selalu didahulukan daripada perasaan sendiri.
3. Gampang banget nangis:
Karena jarang benar-benar mendapat penghiburan atau diperlakukan dengan lembut, begitu ada sedikit saja yang menyentuh hati atau teringat hal yang menyedihkan, air mata langsung keluar.
4. Selalu mikirin kemungkinan terburuk:
Begitu ada sesuatu yang terjadi, otak langsung bikin skenario paling buruk. Sering merasa cemas bahkan tentang hal-hal yang sebenarnya belum terjadi.
5. Sering banget bilang “maaf”:
Begitu suasana terasa sedikit tegang, langsung merasa mungkin dirinya yang salah. Berkonflik dengan orang lain aja rasanya udah menakutkan.
6. Terlalu mandiri sampai nggak mau merepotkan orang:
Paling nggak suka merasa jadi beban orang lain. Bahkan kalau lagi susah pun lebih memilih memendam semuanya sendiri daripada minta bantuan.
7. “Alergi” sama pujian:
Dapat pujian atau kebaikan dari orang lain bukannya cuma merasa senang, malah kepikiran, "Nanti kalau dia tahu aku yang sebenarnya, jangan-jangan dia bakal kecewa."
8. Sampai nggak tahu diri sendiri sukanya apa:
Karena terlalu lama hidup dengan berusaha menyenangkan orang lain, akhirnya malah nggak tahu apa yang sebenarnya disukai atau diinginkan diri sendiri.
Apa kalian juga ada ngerasa seperti di list atas? Kalau iya, coba berhenti terlalu memikirkan penilaian orang lain. Mulai prioritaskan diri sendiri dan jangan terus-menerus menomorduakan perasaanmu demi orang lain.