perjuangan ku tidak pernah dilihat tapi kesalahan ku selalu di ingat dan di ungkit terus. kamu hanya melihat dari sudut pandang kamu. lalu bagaimana dengan keperdulian ku? usaha keras saya untuk menjadi seorang yang sabar dan pengertian untuk menuruti mood kmu.
Seorang sahabat menghampiriku lalu menepuk bahuku "Sudah selesai memikirkannya bung? Ada kalanya kau berdoa dengan sabaik-baik harapan. Tuhan tak akan pernah bosan mendengarkan doa kita." Ujarnya
Memang benar, aku kembali memandang langit. Aku tahu dimana dapat kutemui dirimu
Memang seperti itu apa yang pernah kita punya, tak terdefinisikan. Wajar saja kalau aku mengingatmu sewaktu-waktu. Degup jantung kita pernah seirama, langkahku dan langkahmu pernah beriringan. Pada akhirnya jalan yang kita tempuh sementara berbeda.
tidak peduli sejauh apa kita saat ini, setidak mungkin apapun kita nanti pada akhirnya untuk bersama. aku tetap berharap akan ada sebuah keajaiban datang entah darimana asalnya.
sejujurnya bagi ku perpisahan ini sangat mengejutkan. aku butuh waktu yang lama untuk menerima semua ini. dan jika suatu saat kita bertemu lagi, aku ingin bercerita semua yang terjadi saat kita berpisah. begitupun tentang bagaimana aku melawan rindu kepadamu sendirian.
kau kira bisa menyakitiku?
aku pernah melepaskan orang yang benar benar aku cintai.
lalu, tidak lama setelah itu aku melihatnya bersama orang lain.
apakah ada yang lebih menyakitkan daripada itu?
mungkin kamu tidak pernah tahu sebesar apa perasaanku kepadamu.
tetapi kamu harus tahu, aku masih tetap terus mencarimu. di semua tempat yang pernah kita datangi.
di semua jalan yang pernah kita lalui, dan terkadang aku bisa merasakan suara dan hadirmu bersamaku di saat itu.
"Kita sering kali merasa diri kita pemeran utama dalam kehidupan ini. Padahal terkadang, kita memang cukup untuk menjadi pemeran pembantu saja. Membantu orang-orang menemukan jodohnya, meskipun pada akhirnya, kita yang terluka"