@aarummanis Kalau mohan mah, parah memang. ini bukti nya. aku bisa spill lagi chat yang lebih parah. aku pernah di SA sama dia sebelum dia nikah. tapi setelah nikah aku penasaran pengen tau apa bener masih begitu. ternyata lebih parah.
era post-truth begini bikin gue muak bgt sama banyaknya orang yg tiba-tiba hobinya main hakim-hakiman di kasus hukum yang proses dan prosedur hukumnya sama sekali belum di laksanakan. giliran yg beneran hakim asli hobinya malah korup. asyuuuu~
semoga pemerintah Konoha bisa memberikan pendidikan seksual sejak dini dengan menyeluruh dan merata tanpa terkecuali, gue yakin itu akan cukup berdampak baik bagi generasi muda, karena tidak ada lagi yg bisa menjaga diri kita selain Tuhan dan diri kita sendiri.
menurut keyakinan gue beberapa orang yg ikut menghujat/nge-cancel para pelaku pelecehan seksual di sosmed itu juga pasti pernah kok melakukan tindakan seksual di luar pernikahan, bedanya mungkin mereka terlindungi dgn kalimat "kan kita sama-sama consent ngelakuinnya"
Mas Mohan, menurut saya, jalur paling benar adalah melibatkan pihak berwajib dan lembaga profesional yang paham tentang penanganan kasus kekerasan seksual. Kalo memang yakin tidak salah dan mau memperbaiki keadaan, cari solusi yang sifatnya melibatkan pihak ketiga.
Yang dilaporkan para korban itu bukan ISU KELUARGA. Itu TINDAKAN KRIMINAL.
jadi.. STOP KASIH RUANG, PELUANG dan KESEMPATAN bagi para pelaku pelecehan seksual. dan.. STOP TERLALU KEBARAT-BARATAN, INGET LO TUH HIDUP DI INDON bukan US/EUROPE, jadi budayakanlah budaya lo sendiri.
at least lo udah berusaha buat ngurangin hal-hal yg memancing para pelaku pelecehan seksual buat sange sama lo. karena hal-hal ini juga yg pastinya bakal gue tanamkan ke anak perempuan gue yg saat ini mulai bertambah besar.