INI BUKAN DI LUAR NEGERI. INI DI INDONESIA.
Tepatnya di Dusun Tanjung Belimbing, Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.
Hari ini, 17 September 2026, Sukadana menghadapi banyak titik api.
Dan salah satunya ada di lokasi ini.
Api membakar kawasan hutan dan lahan, sementara asap mengepul di sekitar lokasi.
Yang lebih menyedihkan, dampak karhutla di Kayong Utara bukan cuma soal pohon dan lahan yang terbakar.
Hari ini Kementerian Kehutanan juga melaporkan tiga orangutan terdampak karhutla berhasil dievakuasi di Kayong Utara.
Artinya, ketika hutan terbakar, yang kehilangan rumah bukan hanya manusia.
Satwa liar juga kehilangan habitatnya.
Kayong Utara bahkan sudah menyiapkan anggaran Rp20 miliar untuk penanganan karhutla di tengah ancaman kebakaran yang masih berlangsung.
Tapi pertanyaannya wak
Sampai kapan kita hanya sibuk memadamkan api setelah kebakaran membesar?
Titik api harus ditangani.
Penyebabnya harus dicari.
Dan kalau ada unsur kesengajaan atau pelanggaran, harus ada penegakan hukum.
Karhutla bukan pemandangan biasa.
Di balik asap ada masyarakat yang menghirup udara buruk.
Di balik api ada hutan yang hilang.
Dan di balik hutan yang terbakar, ada satwa yang kehilangan rumahnya.
Ini Kayong Utara, Kalimantan Barat. Indonesia.
Jangan sampai kita baru peduli ketika langit sudah penuh asap.
Guys, tolong bantu up berita kebakaran ini, daerah ini gak terlalu jauh dari tempat tinggal aku, kejadian udah dari siang-sore-sampai malam😭
📍Jl. Handil Tura, KM 18 Barito Kuala, Kalimantan Selatan
Tolong hukum seberat beratnya adili pelaku yang membakar hutan, menebangi hutan ilegal, jangan hilangkan rumah bagi mereka mahluk hidup yang hanya punya tempat tinggal satu satunya, cukup kami rakyat saja yang sengsara, jangan hewan yang tidak bersalah ikut sengsara
KEBAKARAN DI SUMSEL SEPI DARI SOROTAN.
DEBU SEDIKIT DI JAKARTA, BERITA HEBOH DI MANA-MANA.
NASIB MALANG PULAU SUMATERA.
Malam ini kebakaran terjadi di bawah Jeramba JM Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Kobaran api membakar tumpukan sampah kayu dan bambu atau sarah yang berada di bawah jembatan.
Asap cukup tebal.
Warga yang melintas diminta berhati-hati dan berharap penanganan dari petugas bisa berjalan cepat dan lancar.
📍 Jeramba JM, Sekayu, Musi Banyuasin.
Tapi yang menarik justru bukan cuma soal apinya.
Lagi-lagi kita melihat bagaimana sebuah kejadian di daerah bisa lewat begitu saja tanpa menjadi perhatian besar.
Coba kalau kejadian serupa terjadi di Jakarta.
Sedikit debu.
Sedikit asap.
Sedikit gangguan.
Berita bisa muncul di mana-mana.
Media ramai.
Pejabat turun.
Netizen ikut membahas.
Sementara ketika persoalan terjadi di Sumatera?
Sering kali warga harus berteriak lebih keras supaya didengar.
Ini bukan soal iri kepada Jakarta.
Ini soal rasa keadilan dalam melihat Indonesia.
SUMATERA BUKAN HALAMAN BELAKANG REPUBLIK.
Di Sumatera juga ada rakyat Indonesia.
Ada warga yang berhak mendapatkan perhatian.
Ada lingkungan yang harus dijaga.
Ada infrastruktur yang harus dilindungi.
Ada petugas yang bekerja di lapangan.
Dan ketika terjadi kebakaran, masyarakat juga berhak mendapatkan informasi dan penanganan yang cepat.
Jangan sampai perhatian negara baru terasa ketika masalah sudah menjadi viral.
Jangan sampai daerah harus menunggu videonya meledak di media sosial baru kemudian dianggap penting.
Malam ini api membakar tumpukan kayu dan bambu di bawah jembatan.
Semoga petugas segera berhasil mengendalikan api dan tidak ada korban.
Tapi setelah api padam, persoalannya jangan ikut padam.
Tumpukan material yang mudah terbakar di bawah jembatan harus menjadi perhatian.
Karena mencegah kebakaran jauh lebih baik daripada sibuk mencari penyebab setelah semuanya terbakar.
Dan buat pemerintah:
JANGAN CUMA LIHAT INDONESIA DARI JAKARTA.
LIHAT JUGA SUMATERA.
LIHAT ACEH.
LIHAT SUMSEL.
LIHAT DAERAH-DAERAH YANG SELAMA INI JAUH DARI PUSAT PERHATIAN.
Karena ketika bencana atau musibah terjadi di daerah, yang merasakan dampaknya bukan angka statistik.
MEREKA ADALAH RAKYAT.
NASIB MALANG PULAU SUMATERA.
Jangan sampai rakyat di daerah merasa mereka hanya diingat ketika dibutuhkan, tetapi dilupakan ketika membutuhkan.
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭saudara saudara kitapun pasti menderita hap yg sama. Ya Alloh selamatkan mereka.
Pak Presiden @prabowo hukum seberat beratnya pengusaha yg telah menyuruh pembakaran lahan ini.
Kerugian Negara,masyarakat, dan lingkungan tidak terperikan.
How is this not a global EMERGENCY? ‼️
60% of their habitat??? Borneo holds over 6% of the world’s biodiversity. We are literally going to be losing THOUSANDS of species if this continues?!?!? 🦧🦜❌
Can other countries PLEASE help stop this? It’s ALL of our rainforest! 🌳😭
Alhamdulillah ada kabar baik yang bikin lega banget setelah kemarin sempat sedih.
Raya dan Rayu akhirnya bisa pulih dan sekarang sudah aman di Suaka Margasatwa Lamandau.
Setelah sempat kritis gara-gara karhutla, untungnya ibu dan anak orang utan ini kuat banget dan berhasil selamat.
Di tempat baru mereka sekarang, mereka bisa hidup tenang dan bebas di alam liar tanpa perlu takut lagi.
Semoga mereka berdua sehat-sehat terus dan panjang umur di sana!
🎥 bksda_kalteng
aku nonton ini sedihh bgt, dimana wna aja secinta itu sama hutan kalimantan dan sangat melestarikan serta menjaganya. tapi kita yang wni bahkan untuk menjaga saja sulit. karna kepentingan org2 serakah alam kita rusak, butuh berapa tahun lagi menanam hutan yang sudah terbakar 😭
kondisi kalimantan menurut chane kalaweit:
- asap tebal banget sampai jarak pandang di bawah 1 kilometer
- jadi dia gak bisa patroli pakai pesawat 2 hari
- sungainya surut parah perahu berkali-kali nyangkut pasir
- bahkan ada sungai yang kering total
- buat masuk danau sekarang harus jalan kaki lewat hutan gak bisa naik perahu lagi
- dia beralih pakai drone termal buat deteksi titik api karena pesawat gak bisa terbang
- banyak yang prediksi kemarau tahun ini kayak 97-98 jadi hujan baru datang februari
- dia bilang yang bakar itu bukan masyarakat adat
- ada oknum yang pake atas nama adat lalu tanam sawit
- solusi dia sederhana yaitu larangan api total juni sampai oktober prioritas lahan gambut plus patroli drone dan penegakan hukum
- dia ngaku capek dan sempat merasa usahanya sia-sia
- karena menyelamatkan beberapa ribu hektar sementara ratusan ribu hancur
Gubernur Papua Barat Daya: Orang Papua punya hutan. Tapi sekrang orang Papua tidak punya hutan. Yang punya hutan di Papua ada konglomerat, orang jakarta, jenderal,....
Pernyataan keras ini disampaikan gubernur Elisa Kambu di hadapan menteri Zulkifli Hasan di Papua Barat Daya.
Seekor mentilin terlihat kebingungan di kawasan terdampak karhutla di Bangka Belitung, (4/9).
🥺🥀
Hutan adalah rumah mereka. Tempat nyari makan, berlindung, dan bertahan hidup.
Sekali hutan yg kebakar, kehidupan di dalemnya pasti ikut terancam.
Ini baru seekor mentilin. berapa banyak satwa lain yg udah kehilangan tempat hidupnya?
Mau sampe kapan pemerintah sibuk memadamkan api setelah kebakaran terjadi?? sementara perlindungan hutan dan pencegahannya terus dipertanyakan?
Karhutla itu ga cuma soal lahan yang kebakar!!
Ada ekosistem yang dihancurkan.
Ada satwa yang jadi korban.
Dan ada tanggung jawab negara yang gak boleh berhenti di sirene pemadam kebakaran.
🎥 alobi_foundation
#SalingJagaWarga