All things regarding my project is now at my blog @viamirror. The fundamental and what I am hoping for the future from my journey. Special credit for @zortan_ from @NFTindonesia and @MyReceiptTT for the guidance by far. Matursuwun.
https://t.co/emLG3RYQxi
@prastow Know the guy for years as well. He is a demagog. Kena penyakit lebih suka nyari pembenaran ketimbang pembenaran, dan dia amat menikmati situasi yang dia alami saat ini.
“Film sebagai wahana hiburan dan film sebagai media ekspresi dramatik, bukanlah satu dikotomi yang terpisah serta saling berhadapan – melainkan dua unsur dalam film yang tidak terpisahkan dari perkembangan yang terjadi dalam masyarakat.” — Umar Kayam.
https://t.co/HP61Iw6Oij
@taniatakoyaki “Film sebagai wahana hiburan dan film sebagai media ekspresi dramatik, bukanlah satu dikotomi yang terpisah serta saling berhadapan – melainkan dua unsur dalam film yang tidak terpisahkan dari perkembangan yang terjadi dalam masyarakat.” — Umar Kayam.
https://t.co/HP61Iw6Oij
Jika negara memang berkehendak menjadikan kebudayaan sebagai infrastruktur bangsa, maka demokratisasi tata kelola adalah prasyarat absolut.
Dan demokratisasi itu dimulai dari satu hal yang sering dianggap teknis, tetapi sesungguhnya politis: penguatan kelembagaan.
Sebagai orang Ngapak, aku bangga banget sama tempe mendoan.
Kata mendo dalam bahasa Banyumasan artinya setengah matang, sedangkan “-an” berarti makanan. Jadi, mendoan itu secara harfiah adalah makanan yang dimasak setengah matang.
a thread
Tempe Mendoan gak sepenuhnya memenuhi syarat "autentik asli Indonesia yang sejarahnya bukan dari negara lain" apalagi dimakannya pake cabe dan kecap.
Tempe sendiri memang lahir di Indonesia. Kapang Rhizopus oligosporus di alam liar tadinya beracun. Entah bagaimana, berhasil 'didomestikasi' di Jawa sehingga bisa menghasilkan tempe yg kita kenal.
Hanya saja, Kedelai datang dari Cina. Mungkin penemuan tempe juga awalnya dari bungkil atau ampas tahu.