@AymanAlatas Hidup lebih sehat, selalu dalam lindungan Allah SWT, rezeki lancar, nikah, hamil, umroh, punya jabatan baru di finance, naik gaji, punya banyak side job, bisa jdi org beruntung dimanapun berada, bisa lanjut kuliah, bisa renov rumah, punya motor&mobil atas nama sendiri. Aamiin
Ini pemerintah Indonesia pengen dimarahin sedunia apa gimana dah, Kalimantan tuh termasuk hutan terbesar loh di dunia. Sampe sekarang presiden belum ada presscon apa-apa ?? Stres bgt PARAAAHHHHHH
Urgent hiring Guyss🙋🏻♀️
Ada yang mau kerja part-time Admin Support & Admin handle.
lead project nya aku di WARDAH BEAUTY
sistem kerja Hybrid ( WFH )
Gaji lumayan dan terbuka untuk non pengalaman
Bagi yang berminat, boleh yuk tanya2 dulu, Thankyou!🫶
#studytwt#zonauang#viral#wfh
cakep ih kalimatnya:
“ngga semua konflik itu masalahnya di komunikasi. Kadang masalahnya di kapasitas intelektual dan emosional, mau sebanyak dan sejelas apa kita menjelaskan, kalo kemampuan berpikir dan kematangan emosionalnya ga setara, dia tidak akan mengerti dan memahami substansi masalahnya apa”
bener juga sii.., ngejelasin hal kompleks ke orang yg belum mature emosinya cuma menguras energi. Protect your sanity, pahami boundaries dan mending save ur time buat hal yg worth it yah! 🤍🫶🏻
Hal kaya begini nampak "lucu", namun sebenarnya bisa menurunkan risiko kematian akibat sudden infant death syndrome (SIDS).
Bayi yang tidur di kasur yang berbeda, namun masih di kamar yang sama, ternyata bisa menurunkan risiko terjadinya sudden infant death syndrome (SIDS) atau sindrom kematian bayi mendadak.
Menurut rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP) tahun 2022, bayi yang tidur di alas atau kasur yang sama dengan orang dewasa ternyata memiliki risiko SIDS hingga 2,7-2,9 kali.
Salah satu cara untuk menurunkan risiko itu adalah dengan tidur di kasur yang terpisah, namun masih di kamar yang sama dengan orang tua. Jadi foto ini malah bisa berefek baik pada bayi dengan menurunkan risiko SIDS.
Semoga bermanfaat!
Sumber Ilmiah:
-Bed sharing when parents do not smoke: is there a risk of SIDS? An individual level analysis of five major case–control studies
Ternyata ukuran paha kita bisa memprediksi seberapa panjang umur kita.
yes, ini based on research dan terutama yang berusia di atas 30 tahun wajib tahu.
Buat yang belum ngeh sama drama HR yang viral ini, aku rangkum ya.
Jadi ada seorang HR yang bikin statement isinya dia capek dan males screening CV kalau harus cek dari banyak job portal sekaligus.
Nadanya kayak aku kan udah ber-value, ngapain repot-repot dan ini kesannya arogan banget buat orang yang kerjaannya justru nilai kelayakan orang lain.
Pas kritik makin rame, dia malah balik ngungkit soal kode etik profesi buat bela diri.
Terus muncul akun lain yang nge-warning orang-orang soal dia, sampe bilang dia udah semacam red notice di kalangan HR Jabodetabek, plus nge-share identitas dan riwayat kerjanya.
Intinya ini bukan cuma soal satu orang yang salah ngomong. Ini nyentuh kekesalan yang udah lama dipendam job seeker soal proses rekrutmen yang keliatannya profesional tapi sebenernya rentan sama mood dan niat orang yang megang keputusan.
Ini lagi rame bgt di LinkedIn & Thread
- HR (Grace Carolina) bikin post di Thread "ga mood screening, kualitas cv jobstreet ga bgt deh"
- Banyak org menentang statement-nya, ribut di Thread sampe2 ada HR company lain dari FIF Group (Gusti Haryo) ngelaporin dia langsung via email terkait Dugaan Pelanggaran Etika & Pencemaran Nama Baik Institusi di Media Sosial
- Gak terima dilaporin, Grace speak up di LinkedIn terkait laporan Gusti Haryo & langsung ngetag FIF Group bahwa dia merasa kena doxxing & terror
Ini yang bebal si Grace gasi? Ngapain dia bikin drama di medsos bilang kualitas CV jobstreet ga bgt? Kek berasa paling oke bgt jadi HR
Sekolah anakku cambridge school, buku2nya tebel2 banget.. 1 pelajaran 2 buku tebel.. sehari bisa belajar 4-5 matpel.. masuk kelas jam 7.45 pulang jam 2( eskul 1jam jd bisa pulang jam 3 lewat).. fun fact nya less homework.. dan buku di tinggal di sekolah.. awalnya sempet worry ini tas anakku bakalan seberat apa guys... 😅 😆 tp pas dia balik sekolah aku tanya buku di tinggal disekolah.. dan anak gak boleh les akademik.. kl mau les music, art or sport. Smp rumah anak harus main sm ortu..
Jujur culture shock.. krn dulu aku sekolah gak begini.. tp aku seneng seh.. dr PG- KG anakku gak di push baca tulis hitung. To be honest, dia bisa baca sebelum masuk SD di usia 4th (krn pakai metode Montessori) bahkan dia mampu perkalian di usia TK.. akupun effortless banget.. ternyata anak hanya perlu tempat dan metode yg tepat.. tidak ada anak bodoh.. mrk hanya belum bertemu metode dan tempat yg bisa memaksimalkan diri mrk.
cc : she_irly
Di kantorku ada 1 finance development yg otaknya encer banget. Excel expert, belajar power BI sendiri, bikin sistem reporting basis web jg bs sendiri modal belajar ngulik + chatan sama gemini, visualisasi data? Beuhh jangan ditanya. Anaknya combine design + IT + finance.
Hati hati modus penipuan capt. Ini serem banget sih soalnya kayak beneran.
Jadi si sender curhat di apps sebelah capt, nyeritain kalau tiba2 dapet sms yg bilang kalau WA nya diblokir. Anehnya, sms tersebut diterima juga oleh temen2nya satu rombongan dalam mobil.
Ternyata itu adalah scam yg lagi rame sekarang capt. Istilahnya adalah fake BTS. Jadi semua orang yg lewat area tsb langsung dapat sms. Biasanya berisi link yg menjelaskan kalau mbanking, wa atau sosmed lain ke blokir. Intinya lo dibikin panik biar klik link tsb.
Jadi, kalau kalian sinyal tiba2 hilang terus dapet sms berisi link, jangan pernah klik link tersebut capt!
Nagita Slavina Said “ bumbu yang paling enak sedunia, bikin masakannya kayak masakan direstoran”
—
Kata Keanu dan Syahnaz “Pantes semua masakan mba gigi enak”
Netizen : “tapi ngga HALAL”
🤔
Pas gw interview kerja di perusahaan multinasional beberapa waktu lalu, HRD mendadak lempar pertanyaan jebakan. "Di kantor lama gaji kamu berapa? Boleh minta slip gajinya?" Gw sempet mau langsung sebut angka. Tapi gw ingat 1 teknik negosiasi profesional. Gw jawab dengan 1 kalimat pembalik keadaan. Seketika, kendali negosiasi balik ke tangan gw.
Jawabannya: "Untuk posisi dan tanggung jawab sebesar ini, berapa range budget yang dialokasikan perusahaan?" HRD-nya tersenyum lalu sebut angka rentang budget mereka: Rp 12 - 15 Juta. Padahal gaji lama gw cuma Rp 7 Juta. Kalau gw sebut gaji lama, penawaran mereka paling cuma naik 15-20% (sekitar Rp 8,5 Juta). Gw hemat potensi kenaikan gaji jutaan rupiah.
Gw pelajari panduan negosiasi kerja profesional. Namanya Anchor Shift Technique dalam negosiasi rekrutmen. Hak kandidat menjaga kerahasiaan (confidentiality) kompensasi lama. Menilai kandidat berdasarkan market value & kualifikasi, bukan gaji masa lalu. Legitimate strategi rekrutmen profesional. Ini bukan bohong. Ini cara mempertahankan standar nilai kompetensi lo di pasar kerja.
Cara mempraktekkannya halus tapi tegas, ingat pola ini: Saat HR menanyakan gaji lama: Apresiasi pertanyaannya dengan sopan. Alihkan fokus: "Di kantor lama kompensasi gw bersifat confidential. Namun untuk peran baru ini, gw berpatokan pada market rate dan value yang bisa gw berikan." Kembalikan pertanyaan ke budget range posisi tersebut. Jangan panik, katakan dengan tenang dan percaya diri.
Tapi ada beberapa hal yg harus lo perhatikan: Jika perusahaan mewajibkan background check atau bukti slip gaji di offer letter akhir, berikan secara jujur. Jangan pernah MEMALSUKAN angka di slip gaji (ini tindak kejahatan/pemecatan). Fokus negosiasi adalah pada total reward (gaji pokok + tunjangan + bonus). Jujur pada fakta, tapi bijak pada negosiasi.
Yg bikin gw mikir: kenapa banyak pelamar kerja selalu terjebak? HRD dilatih untuk mendapatkan kandidat terbaik dengan cost seefisien mungkin. Pelamar sering merasa tertekan dan mikir kalau gak jawab bakal langsung dicoret. Ujungnya yg rugi: pekerja kompeten yg digaji di bawah standar pasar hanya karena gaji lamanya kecil.
Senjata lo cuma 1 pas ditanya gaji lama saat interview: Pindahkan patokan negosiasi dari "Berapa gaji lama lo" menjadi "Berapa value posisi baru ini". Gunakan kalimat Anchor Shift dengan tenang. Sekali lo kuasai cara ini, lo gak akan pernah lagi dihargai murah di tempat kerja baru.
Dan gw mau jujur 1 hal. Gaji lama lo adalah cerminan masa lalu di perusahaan lama. Nilai lo di perusahaan baru harus didasarkan pada beban kerja dan kontribusi yang bakal lo kasih ke depan. Jangan biarkan riwayat masa lalu membatasi potensi pendapatan lo di masa depan.
Negosiasi kerja bukan mengemis pekerjaan, tapi transaksi nilai profesional. Perusahaan butuh keahlian lo, lo butuh kompensasi yang adil. Sayang sama karier bukan cuma rajin kerja, tapi pinter memperjuangkan nilai diri di meja interview.
cc : paktejodaily