Cerita menarik,selepas 4 tim ambulan pmi kab bantul menyelesaikan tugas mengantar korban ke rumah duka,tim berkumpul untuk. Makan gudeg di munggur. Tiba2 ada rombongan suporter bcs menghampiri dan membayar makanan yg dipesan oleh teman teman relawan pmi bantul. Lemah teles mas.
Perjalanan rombongan suporter PSS Sleman menuju Surabaya berakhir tragis setelah kendaraan yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan dengan truk di ruas Tol Madiun–Surabaya KM 616, Desa Sukorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026). Insiden tersebut menewaskan empat orang dan menyebabkan sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka.
Kasatlantas Polres Madiun, AKP Dristica Brian Arya Leviantona, menyampaikan bahwa kondisi sejumlah korban belum stabil sehingga polisi belum dapat memperoleh keterangan secara lengkap. Berdasarkan pemeriksaan awal, kendaraan yang membawa rombongan tersebut menabrak sisi kanan belakang truk besar yang sedang melaju di lajur lambat.
Para penumpang diketahui dalam perjalanan menuju Stadion Gelora Bung Tomo untuk menyaksikan pertandingan tim sepak bola yang mereka dukung. Satlantas Polres Madiun masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kecelakaan maut tersebut.
Baca berita selengkapnya hanya di https://t.co/b5qg1C6zPr
#Kecelakaan #SuporterPSSSeleman #KecelakaanTolMadiun #KecelakaanMaut #TolMadiunSurabaya #SuporterSepakBola #Sindonews
Bismillah. Ambulance BMR menuju Caruban untuk melakukan dukungan pemulangan Jenazah korban kecelakaan teman teman BCS saat away Surabaya.
Sluman-slumun-slamet
#sepakbolauntukkemanusiaan#kompakwanimrantasi
Sing aneh ki kok iso hari yang sama mural dicoret lor karo kidul bareng, opo mergo wegah ngamanke Derby di DIY ben dadi laga usiran karena wegah kerjo💆🏻
Sugeng enjing pinaringan berkah. mencoba pov anti mainstream (maaf agak panjang):
Secara lokasi terjadinya pungli adalah wilayah njeron beteng, tepatnya halaman persil sasono hinggil sisi utara alkid dan bukan merupakan parkir Tepi Jalan Umum/TJU. Hingga saat ini pemkot dan kraton belum ada kesepakatan terkait penataan dan pengelolaan parkir njeron beteng akan diatur seperti apa legalitasnya.
Sebut sj inisial namanya L kemungkinan dia jg abdi dalem, yg sudah 40 tahun mengelola lahan halaman sasana hinggil, juga atas palilah sentana dalem yg rumahnya dekat situ. Sehari2 dia bersama bbrp orang warga setempat bekerja bergantian jaga parkiran.
Sebuah kebiasaan jika ada event apapun halaman tersebut juga dipakai, sehingga L dkk tidak bisa jaga parkir otomatis tidak ada penghasilan. Penyelenggara event, meski berizin lengkap, mau tidak mau bertemu dengan orang lapangan yg setiap hari mencari nafkah disitu. Setumpuk izin tidak serta merta membuat event bisa berlangsung begitu saja, alkid maupun altar jaman dulu bukan hanya lahan kosong, ada banyak orang mencari makan dengan atau tanpa izin kraton. Bagi kalangan EO/promo product di Jogja pasti sudah hapal handicap2 sosial tersebut. Ada tawar menawar, nilainya tidak kecil bahkan bisa puluhan juta tergantung lama event, luas lahan dan jumlah warga yg harus diganti penghasilannya. Termasuk aparat setempat meski paket terpisah. Semua berjalan sebagai kesepakatan sadar antar para pihak, bisa jadi ada kuitansi, bukti pesan teks dan bukti transfer. Maka para pihak yang terlibat perlu bersiap memasuki jalur hukum, atau akhirnya diselesaikan scr sinetron/kethoprakan; yg paling lemah dihukum untuk mwnyelamatkan muka penguasa, investasi atau demi stabilitas sosial?
Nah kejadian bolosega bisa jadi momentum, apakah njeron beteng @kratonjogja akan full sebagai ruang privat? Sehingga tidak ada celah warga memanfaatkan aset tanpa izin (tertulis), atau serahkan tata kelola pariwisata dan turunannya pada @PemkotJogja agar legal dan jadi potensi PAD. Atau mau model revolusi tiga daerah yg pernah dipraktikan di Solo? 😎🔥
Lanjutan perihal jualan di Alun-alun kidul Jogja setelah viral
1. Uang yang diminta 2.5jt/hari itu dari asosiasi parkir karena pakai area parkir di alkid. Nego 1jt/hari x 5 hari jadi total 5jt dan udah dibayar
2. Uang makan preman 20rb x 10 preman x 5 hari total 6jt dan udah dibayar
3. Gak boleh pake listrik di area alkid jadi pake genset sendiri
4. Polisi tercinta gk mau dikasih uang karena termasuk gratifikasi. Tapi minta makan dan rokok. Pihak polisi 3 orang datang ke lokasi malam hari, tapi team foodtruck udah pulang jadi gak dikasih apapun.
5. Pihak paguyuban parkir ada itikad baik buat mengembalikan uang setelah viral, tapi pihak bolosego diminta ambil langsung ke lokasi. Endingnya sudah di transfer balik 3jt
6. Pihak polisi yang dateng ke foodtruck mencoba untuk mediasi ke asosiasi parkir perihal listrik, jadi gak semata-mata minta makan gratis.
Pihak bolosego/mbak dy sudah menganggap permasalahan ini selesai dan foodtruck sudah lanjut ke kota lain.
Seperti biasa, di konoha kalau gak viral gak akan berbenah.
UPDATE
paguyuban parkir mau mengembalikan uang 2 jt tapi disuruh ambil sendiri, terus pihak bolosego gamau akhirnya ditransfer.
bayar 6 juta yang balik cuma 2 juta😮
Realita jualan di alun-alun kidul Jogja
1. Izin resmi dari keraton
2. Pungli parkir kendaraan 2.5jt/hari di nego 1jt/hari
3. kasih makan 10 orang preman
4. DISURUH KASIH MAKAN TIGA POLISI 🤡🚩
5. Mau pake listrik bayar lagi
Jogja loh wes umr kecil, banyak pungli 😤👎
🚨PUNGLI DI JOGJA🚨
Seorang pengusaha (Bolosego) mengeluhkan soal banyaknya pungli ketika ia berjualan di Alun-Alun Selatan Jogjakarta.
Semula ia mengira perizinan resmi dari Keraton sudah cukup. Namun nyatanya ada sejumlah pihak yang meminta pungutan antara lain:
Realita jualan di alun-alun kidul Jogja
- Pungli parkir kendaraan jualan Rp2.5jt/hari di nego Rp1jt/hari
- Jatah makan untuk 10 orang oknum
- Jatah makan untuk 3 orang yang mengaku polisi
Waduuuhh parah nih @humas_jogja@PemkotJogja
Mohon segera ditindak.
Polsek Matraman digerudug kelompok Ambon yg tdk terima satu kawannya tewas akibat bentrok dgn warga setempat.
Kabarnya hingga sekarang warga Matraman masih berkumpul di depan lokasi, menunggu kelompok Ambon keluar.
Polisi pun masih berjaga disana.