Teman-teman 01/03 janganlah ngetawain kawan-kawan 02 yang kena prank makan gratis itu.
Di-tiktok loh mulai banyak video yang ngetawain omon-omon.
Menurutku : pasca Pemilu, kita balik lagi saling bantu. Siapapun jagoan capres dan calegnya. Biarkanlah politisi dengan janji-janji mereka. Kita doakan agar mereka amanah dan semua janji baik bisa terwujud.
Ini perspektifku. Soalnya emang kita-kita aja yang paling mungkin untuk bisa saling bantu.
Yang tabah ya bu, anakmu ternyata tidak akan bisa kita temukan lagi
Yang menculik anakmu diangkat oleh teman-teman saya
seusia anakmu dulu kini diangkat jadi presiden
Kata mereka, penculikan itu mitos. Kata mereka, gapapa menculik yang penting bisa joget2. Kata mereka, mereka ga peduli sama anak ibu. Kata mereka, penculik itulah pemimpin terbaik
Ibu, saya paham rasanya mencari keadilan, setidaknya merindukan tulang belulang keluarga yang tak tahu kuburnya dimana
Saya paham bagaimana dikhianati oleh Jokowi, 2014 lalu dijanjikan agar mencari anak ibu, tapi malah
membela penculik anak ibu
Salam rindu untuk rasa keadilan, salam rindu bersama untuk abang2 saya yang nyawanya tak tahu dimana rimbanya, yang tulang belulangnya ditimpa tanah yang
mana
Salam berjuang ditengah gelombang pengaburan peristiwa hitam dan jejak berdarah, berdirilah kokoh sekalipun perjuangan dikhianati
Ibu, semoga tabah. Nanti juga akan terbiasa melihat mereka menari diatas kubur abang2 kami, sampai kita biasa melihat pelaku kejahatan pura-pura jadi pengadil kejahatan atas dirinya sendiri, walau itu MUSTAHIL
Aku tidak pernah menyesal memilih pak anies dan cak imin.
Menjadi berbeda itu ga salah.
Menaruh harapan atas perubahan itu ga salah.
Mungkin waktunya saja yang belum tepat.
Skrng saatnya menanti, jika paslon 02 sah, aku pun akan tetap berusaha menghormatinya ❤️
Tadi lihat ada yg bahas ini di Tiktok, jadi gua cari data aslinya. Ternyata beneran dooong... Anies ni emg bisa banget ya mikirin hal2 yg ga terpikir sama orang lain. Sampe pemulung segala dikasih BPJS TK 🥹 dan ga dipamerin pula dasar paok 😭
Imam Syafi'i pernah berkata:
Saat kamu menyampaikan kebenaran, maka kamu akan menemukan dua reaksi yang berbeda
Orang cerdas akan merenung, orang bodoh akan tersinggung
bye-bye peduli era, selamat datang di bodoamat era, mulai sekarang gada lagi yang namanya ga enakan, gue bakal memperlakukan seseorang segimana gue diperlakukan