@keluhkesahkonoh Istilah lainnya economist & treasurer. Utk level mentri lebih pas dipegang economist yg perspektifnya long term growth, sustainability, & stability. Di sisi lain treasurer mengeksekusi/mengoptimalkan fiscal policy yang sudah dirancang. Jadi keduanya penting di posisi masing"
@keluhkesahkonoh Karena orientasi pendidikannya berbeda. Di univ yang mengajar ilmu ekonomi orientasinya teoritis(teori ekonomi)-arahnya kalau nggak policy evaluator ya policy maker. STAN di sisi lain orientasinya ke practicality-arahnya ke manajemen pengelolaan keuangan.
1. Istri sy dpt info hoaks dr IG. Setelah lihat sumbernya, ternyata "oknum" dosen ITB ๐คฆโโ๏ธ
Sisi lain, MendiktiRistek, juga berasal dr ITB, yg poiternya dijadikan rujukan sumber hoaks, isinya banyak ngaco.
Kedua orang ini, sumber keributan ๐
Sy jelaskan titik masalahnya.
-utas
@Y_D_Y_P Mau strategi dan senjata secanggih apapun, kalo logistik ga jalan ya bisa kehilangan momentum. Dah banyak sejarahnya jendral top kalah karena kecepatan serangan ga disuport logistik. Sebaliknya jenderal medioker menang disuport logistik
Ga bisa boss, perang itu dimenangkan logistik. IT pun itu termasuk bagian dari infrastruktur dan logistik. Aset canggih kalo logistik ngadat, ya jadi sasaran empuk lawan di lapangan. Special force juga gampang digiling sama reguler kalo resupply ga jalan
Sedih memang, tapi memang kondisi pendidikan sekarang berorientasi pada penyerapan tenaga kerja di dunia industri. Ironis, mengingat banyak pemikir besar di sejarah dunia yg juga expert di dunia eksakta maupun numerik/matematik
Fyi waktu dulu kuliah dan mungkin sampai sekarang fak. eksakta itu menghilangkan aspek filsafat. Dulu masih ada matkul filsafat ilmu alam. Secara historis pun filsafat, numerik, dan eksakta itu berdampingan. Ga heran ketika filsafat dihilangkan, outputnya jadi manusia kaku
Kalo kata Prof Sumanto kecenderungannya karena anak eksak itu menganggap ilmu agama seperti sains, lebih statis dan dogmatis jadi mungkin dirasa lebih mudah masuknya dibanding anak soshum
Tapi kalo kata gw lbh praktikal aja, anak teknik sama MIPA kan gajinya lebih bagus ๐ฟ๐ฟ
Cara melihatnya mudah, coba ajak diskusi teman" jebolan fakultas eksakta. Ajak diskusi topik yg multi dimensional. Seberapa banyak nanti yg bisa/sanggup untuk masuk ke topik lain, mencari tau dan mengembangkan info yg dia dapat
Kalau ada waktu coba cek statistik penderita diabetes dan yang meninggal karena diabetes. Terus bandingkan dengan yang sakit dan meninggal karena rokok.
Dinas pendidikan (Disdik) bkn instansi vertikal Kemendikbud. Kemendikbud membuat dan mengevaluasi kebijakan. Eksekutor lapangan (guru, dll) dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan di bawah Pemda. Disdik ibarat moderator daerah dlm urusan teknis kerjaan yg dikonsep Kemendikbud
Yg ane tau:
Administrasi + penggajian = pemda setempat (prov/kab/kot). Panduan teknis pendidikan ikut Kemendikbud. Sertifikasi (tunjangan), transfer daerah o/ Kemenkeu. Dinas pendidikan tdk ikut kementrian, tugas sebagai korlap guru" di masing" daerah.
Fun fact : hampir semua rumah di Medan, bagian jendela sama pintu diteralis semua. Kalau perlu garasi pagar tinggi. Blm lagi kotak ac sama lampu kotak "keluar/masuk" spbu dikotakin juga.
Komposisi bahan : 10% oat based (oat+air, yg mana oatnya sikit kali) dicampur canola oil (pengganti lemak hewani) + pengatur ph + penstabil + air = biaya produksi murah kali. Cost terbesarnya menurut ane di marketing + branding. Ga heran harga per liternya bisa segitu
Oatside growing nya lagi kenceng, mulai banyak kafe yg punya opsi non-dairy Oatside. Yang bikin kaget, banyak yg ngira pure produk luar, padahal pabriknya di Bandung.
Cuman 3 tahun aja bisa expand di 15 negara & jadi susu kepercayaan Starbucks. Coba kita bahas ya ~
Penulis fiksi silat, Kho Ping Hoo (่จฑๅนณๅ), menulis sekitar 112-118 judul cerita silat. #reistrivia
Di era Orde Baru, cerita silat karyanya mjd salah satu dr sedikitnya sumber bacaan bertema Tiongkok utk Tionghoa-Indonesia.
Salah satu cucunya, kita kenal dengan nama Desta.