@AzzamIzzulhaq Ada beberapa sekolah di daerah saya yang tutup karena ga ada siswa, ketika yayasannya konsultasi ke saya, saya saranin bikin SPPG, ga perlu pusing nyari siswa. Untungnya lebih besar dari saat buka sekolah.
@SoundOfYogi Gwe ngajar dari tahun 2003 sampe sekarang, dah ngalamin berapa kali ganti kurikulum. Pendapat gwe mah, mau ganti kurikulum kayak gimana juga ga bakal pengaruh sama kualitas pendidikan kita. Mau ada UN ga ada UN hasilnya ya sama aja.
@Naz_lira Lagian pada keterlaluan amat... Pada ga inget dosa apa tuh yang nyuruh orang tua itu debat... Pan kasian dah tua waktunya istirahat malah disuruh debat.
@tvOneNews Kalo probowo yang nyerang pribadi pa Anies si ujang akan bilang "Publik sangat menyukai gaya debat saling serang". Jang jang jadi pengamat cuma buat nyebokin doang. Gini amat pengamat politik Indinesia.
@tanyakanrl Bisa mencontoh dari lingkungan rumah, film, sinetron ataupun sketsa komedi. Masalah bully ini masalah bersama. Orang tua bisa menasehati anak anaknya sedini mungkin kalau mengolok olok itu bisa menyakiti perasaan temannya. Guru pun sama.
@tanyakanrl Menangani kasus bully itu memang ga mudah, yang paling mudah ditangani itu adalah bully fisik atau ancaman, itu pun ada prosedur/tahapannya misal 3 x pemanggilan orang tua, pelaku bisa dikeluarkan atau diminta untuk mengundurkan diri dari sekolah.
@tanyakanrl Di bully verbal inilah tindakan guru hanya bisa menasehati dan terus menasihati jika terjadi berulang ulang. Terkadang pemanggilan orang tua juga jika mengolok oloknya sudah berlebihan. Perlu diperhatikan juga, prilaku bully verbal itu kebanyakan mereka juga mencontoh.
@tanyakanrl Nah masalah bully verbal ini lah guru hanya bisa menasehati pelaku. Untuk bully verbal ini biasanya pelakunya lebih dari 1 orang atau bahkan bisa jadi 1 kelas membully 1 siswa yang di anggap lemah. Ketika para pelaku dinasehati mereka akan menjawab "bercanda".