Guys menarik ini.
Channel tentang manusia purba, baru jalan 3 bulan, tapi sudah bisa generate puluhan ribu dollar.
Kedengarannya random.
Tapi sebenarnya ini sangat terstruktur.
Mereka tidak jual “sejarah”.
Mereka jual rasa penasaran.
Perhatikan polanya.
Judul selalu pakai format:
“Life X Million Years Ago…”
Simple, tapi bikin otak langsung kebayang satu dunia yang asing.
Argumennya sederhana.
Manusia selalu tertarik dengan 2 hal:
masa lalu yang tidak kita alami, dan skenario “what if”.
Channel ini gabungin dua-duanya.
Visualnya pakai AI,
ceritanya semi-edukasi tapi tetap dramatis.
Jadi bukan harus akurat 100%,
tapi harus cukup believable untuk ditonton sampai habis.
Dan ini yang bikin mereka bisa scale.
Formatnya bisa diulang tanpa batas:
“Bagaimana manusia purba berburu”
“Bagaimana mereka bertahan dari dingin”
“Apa yang terjadi kalau X terjadi”
Satu ide → bisa jadi ratusan video.
Jadi ini bukan soal niche unik.
Tapi soal menemukan topik yang:
bisa divisualisasikan, bikin penasaran, dan mudah diulang.
Gue belom pernah liat case begini
Finalnya udah selesai 2 bulan lalu, eh tim yang juara gelarnya dicabut & dikasih ke yang kalah, alias si tuan rumah.
Dan ini di level internasional. Piala Afrika
Buat yg blm paham konteksnya: di final Piala Afrika bulan Januari lalu antara Senegal lawan Maroko, skor masih 0-0 sampe menit 90+5. Udah detik-detik akhir laga, Brahim Diaz dapet ‘soft contact’ di kotak penalti dan Maroko dapet penalti yang kontroversial.
Senegal kesel, ga terima. Akhirnya satu tim walkout & nolak main sampe 15 menit, sebelum akhirnya, Sadio Mané sebagai senior tim ngebujuk mereka buat balik main lagi.
Gongnya, penaltinya Brahim ga masuk. Match lanjut ke extra time, dan Senegal justru berhasil nyetak gol. Skor 1-0 terus juara.
PSSI-nya Maroko (FRMF) akhirnya ngajuin appeal ke CAF soal aksi walkout Senegal tadi. Awalnya ya ditolak, tapi sekarang diterima. CAF bilang Senegal dinyatakan kalah 0-3 karena walkout di momen penalti Brahim itu.
Janggal..
Gak ada orang sukses yg 100% original.
> Deddy Corbuzier niru Joe Rogan
> Timothy Ronald niru Iman Gadzhi
> Gojek niru Uber
> Kopi Kenangan niru Luckin Coffee
Winners are the ones yang cepat execute dan adapt ke market lokal.
Ada teknik komunikasi yang bikin siapapun langsung percaya sama lo.
FBI pakai teknik ini buat interogasi.
Therapist pakai buat bikin pasien buka diri.
Top Salesperson pakai buat closing.
Lo bisa kuasain ini dalam waktu 1 menit.
TRUE STORY.
Temenku cerita, setelah kuliah di Jerman, dia balik ke Indo buat ngerintis bisnis, hal pertama yg dia lakukan adlh jualan gorengan, pakai plastik, ke orang2 di pinggir jalan, dgn harga 2x lipat.
Dia cerita katanya sengaja kaya gitu biar ga ada yang beli, sehingga perasaan malu dan perasaan takut ditolak itu hilang, dan itu adalah modal yang paling utama ketika ingin menjalankan suatu bisnis.
Keren bgt dah.
Sekarang beliau ini udah jd pebisnis yg bukan kaleng2, punya banyak bisnis, dan penghasilannya udah ga usah ditanya.
Ada yang berani kaya gitu ga?
Saya kasih tau
Di luar negeri ada kelas tentang konten kreator. Yang banyak menghasilkan konten kreator yang viewsnya banyak dan monetize bagus.
Salah satu modulnya adalah: "Nyolong konten orang yang viral"
Kenapa? Karena ini sangat hemat waktu
Daripada mikirin ina inu ini itu biar viral, mending comot yang udah terbukti viral
Apakah salah?
Secara legal enggak, selama bukan konten copy-righted
Apakah etis? Nah itu saya yang gak tau
Tapi apakah it works?
Iya banget.
Jadi bukan copas ya. Tapi lebih ke nyomot yang lagi viral
Contoh:
Di tiktok lagi bahas tentang gak boleh makan berlebihan pas buka puasa, dengan struktur konten yang begini begitu, views-nya 10 juta.
Kita bikin ulang
Topiknya sama
Kata-katanya beda
Pemilihan warna, tema, dan editing dibuat mirip
Post di medsos lain
Apakah ini jiplak?
Bisa iya bisa nggak, biar kalian yang menilai
Kalau saya, mencoba respect original creatornya, melakukan satu atau beberapa dari sini:
- Bikin ulang dari awal, di-parafrase
- Kasih kredit (misal: artikel ini sumbernya dari sini)
- Komen ke yang punya konten "ijin comot ya"
Gitu aja
gak masalah
Kecuali secara eksplisit dibilang bahwa kontennya ada copyright
punya ide --> testing --> gagal
punya ide lagi --> testing --> gagal
punya ide lagi --> testing --> gagal
punya ide lagi --> testing --> gagal lagi
sampai akhirnya menemukan hasil testing membaik, bagus, dan terus discale.
saya terbiasa mencoba apapun di berbagai bidang digital bukan cm facebook ads.
instagram saya coba, awalnya gagal jual produk, sampai akhirnya dapet polnya dan bisa ngomset 3 digit sebulan.
twitter lumayan dari yg gajian 1 tahun sekali bisa jadi cair 2 minggu sekali.
facebook ads dari yg hanya fisik coba2 sampe bisa jualan digital dan terus bertambah produknya.
gagal itu biasa, saking terbiasa gagal, saya anggap itu angin lalu 😅yg penting:
- belajar dari sana
- jangan all in jadi pas gagal enggak habis semua
jadi.... sudah gagal apa hari ini??? 😅
Salah satu naeehat ayah ketika aku mau nikah
"Le, sering2 ngalah ae yo"
Sering mengalah dalam berdiskusi sama istri itu pondasi 50% keharmonisan keluarga. 50% lainnya nurunin ego dan prasangka buruk
Itu rahasia utama keharmonisan ayah ibu yg uda nikah dan bersama 35 tahun