Bisa saja aku salah menangkap maksud. Tapi kalau yang terasa selalu seperti sedang "diperiksa", mungkin ada cara bertanya yang tanpa sadar perlu diperbaiki.
Bertanyalah untuk memahami, bukan untuk menginterogasi.
Pada akhirnya, diri sendirilah yang paling perlu kita peluk dan temani sampai selesai.
Untuk diriku sendiri, Maaf karena sering kuabaikan, padahal kaulah yang paling banyak berjuang.
Terimakasih sudah tetap memilih bangkit, bahkan ketika lelahmu tidak pernah sempat diceritakan.
Mungkin memang begitu cara hidup bekerja. Tidak selalu memberi sesuai harapan, tetapi sering kali memberi sesuatu yang nantinya membuat kita mengerti kenapa semuanya harus terjadi.
Mungkin aku terlalu sering memikirkan yang terbaik untuk segala hal. Sampai lupa bahwa hidup tak selalu membalas usaha dengan bentuk yang sama. Kadang yang kembali hanyalah pelajaran, bukan kebahagiaan yang kita kira akan datang.