RESIKO PERJUANGAN MEMANG BERAT TAPI JANGAN PERNAH MENYERAH ALLAH BERSAMA ORANG-ORANG BAIK YANG BERJUANG DI JALAN KEBENARAN...
RAKYAT BERSATU, KAMI SIAP REVOLUSI LAWAN KEMUNGKARAN DAN KETIDAKADILAN...‼️
#RakyatButuhRevolusi#RakyatButuhRevolusi
🆘🆗
Saya sengaja mengulang-ulang publish & share tayangan ini biar seluruh masyarakat tidak lupa dan tidak cepat melupakan, siapa sebenarnya biang kerok, bandit, badjingan laknat, penjahat, pengkhianat serta penipu rakyat selama ini.
BLUNDER!
"Kalau Ijazah saya diragukan, berarti 88 ijazah yang lain juga diragukan"
Jangan ikut ketawa dengan ucapannya ini.
Karena sebetulnya ucapan ini adalah ancaman sekaligus intimidasi.
Tapi ya memang orang-orang UGM apalagi yang mainnya kurang jauh, rata-rata lugu-lugu. Jadi ya pada ikut ketawa dengan candaan mengerikan ini.
Dalam hati mereka sebetulnya banyak tanya
Terutama karena orang yang datang reuni ini, dan tidak punya kaos seragam reuni, kemarin baru alasan sakit sehingga POLDA METRO Jaya sekonyong-konyong harus datang ke Solo, dengan biaya besar pasti, yang dibayar dari APBN, dibayar dari uang pajak rakyat.
Hanya agar orang yang mengaku sakit ini bisa diperiksa dengan nyaman.
Ealah, baru selesai, besok pagi dia sudah keluyuran! Reuni keluar kota!
Sudah lupa dengan kehebohan dan kerepotan yang dia buat kemarin, memaksa POLDA METRO Jaya ke Solo segambreng-gambreng, karena Mbahnya Jan Ethes mengaku sakit
Dan ya dari penampilan memang betul-betul sakit sih
Wajah bengkak sampai mata tinggal segaris karena injeksi steroid untuk menekan autoimun. Kulit merah belang putih dimana-mana terjadi skleroderma atau kulit mengkilat akibat proses fibrosis yang terjadi.
Jalan terhuyung tertatih karena nyeri itu kalau dibawa jalan seluruh sendi-sendi tulangnya.
Artinya memang alasan yang cukup lengkap, dan walaupun merepotkan, tetapi undang-undang mengizinkan demikian, POLDA mendekat ke kediaman yang mau diperiksa agar tidak bertambah sakit.
Tapi
Yang nggapleki ya ini.
Kemarin alasan sakit, hari ini malah melancong! Reuni!
Betul-betul senegara ini dipermainkan habis-habisan sama kelakuan orang ini.
Dan kedatangannya ternyata hanyalah untuk memanfaatkan orang-orang yang reuni untuk jadi tameng sekaligus memaksa mereka jadi alibi tanpa mereka sadari
Bahwa dia berani datang reuni, seakan ingin menunjukkan, dulu memang betul-betul teman kuliah.
persis seperti 8 tahun lalu di tahun 2017, ketika pertama kali kecurigaan keabsahan ijazahnya diuji oleh Bambang Tri. Yang berujung pemenjaraan Bambang Tri.
Tahun 2017, bikin heboh.
Mengibul di panggung punya Dosen Pembimbing skripsi galak bernama Pak Kasmudjo.
Yang belakangan karena ketahuan ngibul, dia ralat dengan enteng.
"Pak Kasmudjo memang bukan pembimbing skripsi saya. dia dosen pembimbing akademik"
Padahal Pak Kasmudjo sudah mengaku, beliau bukan Pembimbing Skripsi, juga bukan Pembimbing Akademik.
Di sini saya perlu sampaikan:
REUNI ITU BUKAN BUKTI!
Pertanyaan tetap harus ditanyakan dengan lantang:
MANA IJAZAHMU, JOKOWI?
Jangan kau intimidasi Alumnus Kehutanan UGM angkatan 1980, bahwa kalau Ijazahmu palsu, maka semua orang itu ijazahnya juga palsu!
Itu sesat pikir namanya!
Logika Pasar Pramuka !
Saya yakin
Dengan datang ke Reuni dengan penampilan wajah bengkak kepu-kepu, kulit merah mengkilat, rambut tambah botak, dan penampilan 20 tahun lebih tua dari usia
Mereka semua membatin.
Dan karena mereka orang Jawa, pertanyaan yang ada dalam batin itu tak mampu mereka utarakan.
Sambil diam-diam mereka mengamati, membatin, mengamati, membatin.
Sy ga tau siapa yg bikin video ini, cuma kaget aja ternyata kelakuan termul itu sdh dipahami banyak orang sampai dibikin seperti ini, sangat sesuai dgn kenyataan.
Bagian yg paling sy suka, termul itu paling rendah harga dirinya.
Dan memang mereka terkenal dgn itu.😂🤭
Ada yang bilang, kekuasaan merusak. Tapi lebih benar bila dikatakan: kekuasaan membuka siapa kita sebenarnya.
Dulu, kita mengenalnya sebagai lelaki sederhana dari Solo. Gaya bicaranya pelan, sering terlihat kikuk, tapi memikat. Ia membangun citra sebagai pemimpin yang lahir dari rakyat, berbicara seperti rakyat, dan berpihak pada rakyat. Tapi hari lalu, lelaki itu duduk di puncak kekuasaan, dan kita seperti mendengar dua suara darinya: satu yang dulu menyapa dengan gaya santun dari Balai Kota, dan satu lagi yang kini membentak dari Istana.
Apa yang menjadikan seorang Jokowi berubah demikian drastis? Atau, barangkali, ia tidak berubah sama sekali—kita saja yang dulu belum cukup mengenalnya.
Nilai-nilai tak turun dari langit. Ia dibentuk oleh pengalaman, lingkungan, dan lebih dulu lagi: keluarga. Rumah adalah ruang paling sunyi tempat seseorang belajar apa arti kebenaran, apa makna kejujuran, dan bagaimana bersikap terhadap kekuasaan.
Jika seorang anak tumbuh dalam rumah yang memperlakukan kebohongan sebagai cara bertahan hidup, maka besar kemungkinan ia akan menjadikan dusta sebagai alat, bukan aib. – “The subconscious mind is formed by observing others, especially during childhood. Most people don’t realize they’re just replaying a program installed by their family.”
Konon, masa kecil Jokowi dekat dengan lingkungan ideologis yang tidak bertumpu pada iman sebagai fondasi nilai. Narasi ini memang tidak pernah dikonfirmasi dengan jujur, tapi juga tidak pernah dibantah dengan tegas. Bukan berarti setiap orang yang tumbuh di sekitar ideologi kiri niscaya kehilangan moral, tidak. Tapi jika dalam rumah itu nilai-nilai agama hanya menjadi tempelan sosial—bukan keyakinan batin—maka “dosa” tak punya tempat dalam logika hidup.
Dalam logika itu, yang benar bukan yang jujur, melainkan yang berhasil.
Dan kita tahu, Jokowi berhasil. Tapi dengan ongkos mahal: hilangnya kepercayaan publik.
Ia pernah berjanji tak akan mengangkat anak dan menantunya dalam politik. Hari ini, satu jadi wakil presiden, satu lagi menuju kursi gubernur. Ia pernah bilang tak akan ikut cawe-cawe soal pilpres. Tapi kita tahu betapa kuat bayangannya dalam setiap putusan Mahkamah Konstitusi, KPU, bahkan dalam framing media.
Berbohong bukan lagi kegagalan moral. Tapi metode kekuasaan.
Tapi kenapa?
Barangkali karena sejak awal ia tidak pernah menganggap kebohongan sebagai bentuk pengkhianatan. Barangkali sejak kecil, dalam rumahnya, kebenaran adalah apa yang berguna. Agama? Mungkin hadir sebagai formalitas. Nilai? Mungkin tak lebih dari strategi.
Maka ia pun tumbuh menjadi manusia politik tanpa beban akhlak. Berjanji tanpa niat menepati. Berucap tanpa takut dilangitkan.
Kita menyaksikan seorang pemimpin yang tidak hanya ingkar, tapi tak merasa bersalah. Seolah ia tak tahu bahwa kata adalah amanah. Dan barangkali ia memang tak pernah diajari begitu.
Dalam dunia di mana iman adalah fondasi moral, berbohong adalah dosa. Dalam dunia tanpa itu, bohong hanyalah taktik.
Kita tidak dilahirkan dengan akhlak. Kita menyerapnya. Dan apa yang diserap Jokowi—entah dari rumah, entah dari sejarah—telah membentuknya menjadi sosok yang kini kita kenal: presiden yang tak pernah benar-benar jujur.
Dan seperti kata seseorang yang sudah lama berhenti berharap: kita bukan sedang menyaksikan seorang pemimpin yang jatuh, tapi seseorang yang akhirnya memperlihatkan wajah aslinya.
Copas pak @alisyarief
IBHRS:
Doa kita dikabulkan Allah.
Mereka yang zalim, kini saatnya Allah buka semua boroknya. Kejahatannya, kepalsuannya, korupsi, nepotismenya dan pembantaian atas santri yang tidak bersalah.
Allah buka semua…
Sc : telerevolusiakhlaqibhrs
Senin 14 Juli 2025
5 Ijazah asli @UGMYogyakarta
Seangkatan @jokowi thn 1985
Dari Universitas Kehutanan
Sudah ada sbg bukti pembanding ijazah milik jokowi yg diduga aspal.
ORANG BAIK DI NEGARA INI HABIS DISINGKIRKAN DAN DI KRIMINALISASI OLEH PENGUASA DZALIM DAN RAKUS...
NEGARA INI HANYA BISA DISELAMATKAN APABILA MUNCUL PENDEKAR-PENDEKAR PEMBELA DEMOKRASI....‼️
#StopAngkatPejabatTolol#StopAngkatPejabatTolol
🆘🆗
Bukti baru.
Kurun waktu 1975 - 1985
UGM mengeluarkan dua jenis Ijazah.
Ijazah no 1 adalah ijazah SARJANA
Ijazah no 2 adalah ijazah SARJANA MUDA
Ijazah no 1 hampir mustahil dipalsukan. Karena ada sedikitnya 4 layer pengaman pada ijazah yang , jika ada orang bodoh nekat memalsukan, akan ketahuan dengan cepat oleh mata Ahli.
Dan ada 1 layer pengaman lagi yang bersifat rahasia.
Keempat layer pengaman itu tidak mungkin dijebol oleh karya seniman Universitas Pojok Pramuka.
Ijazah no 2, ijazah SARJANA MUDA, tidak menggunakan 4 layer pengaman , apalagi layer rahasia.
Jadilah, ijazah Sarjana Muda itulah yang dipakai sebagai modular Ijazah Sarjana palsu yang jadi masalah 10 tahun ini.
Case closed.
Adanya tersangka dalam kasus Ijazah Palsu ini, bukan karena ijazah palsu terbukti asli, tetapi justru karena ijazah palsu itu terbukti palsu.
Masalahnya hanya si pemalsu ijazah punya duit banyak. Itu saja.
Ingat saja duit banyak itu asalnya dari mana. Dan Allah nanti yang akan membalas, dengan balasan yang telak setelak-telaknya.