@JakartaFairID Kalau budget aku sih ga ada yaaaa, soalnya yg dibeli bisa macem2 terutama jajanannya itu lohh sangat menggiurkann wkwkwkwk
kalo udh puas sama jajanan biasa ke booth lain liat2 dan biasanya pasti ada aja yg dibeli hahaha
@Eriza_death@JakartaFairID
Yamko Rambe Yamko Bukan Dari Indonesia ?
Menyambung topik sebelumnya, urgensi belajar bahasa Prancis terasa kurang valid dan relevan sekarang, mengingat ada kebutuhan lain yang jauh lebih mendesak.
Ada hal-hal yang jauh lebih mendesak untuk kita pelajari dan perjuangkan sebagai bangsa, terutama soal identitas dan kebudayaan sendiri.
Salah satunya adalah lagu yang sering kita nyanyikan sejak SD, tapi asal-usulnya masih penuh tanda tanya sampai sekarang yaitu Yamko Rambe Yamko.
Lagu yang dianggap ikon Papua ini, ternyata punya cerita yang jauh lebih rumit daripada yang diajarkan di buku pelajaran.
Setelah pertama kali diperkenalkan pada tahun 1963 (menurut Simon Patric Morin), lagu “Yamko Rambe Yamko” lambat laun dianggap sebagai salah satu identitas musik Papua.
Hampir semua buku pelajaran di Indonesia, terutama di tingkat sekolah dasar, memperkenalkan lagu ini sebagai lagu daerah Papua. Akibatnya, lagu ini pun kerap dinyanyikan di berbagai daerah di luar Papua dan menjhadi lagu Papua paling populer setelah Apuse.
Namun, beberapa tahun terakhir lagu ini sering menjadi bahan perdebatan di kalangan tokoh Papua.
Salah satunya pada tahun 2020, ketika isu ini memicu diskusi panjang, Papua Language Institute menggelar webinar khusus yang menghadirkan seniman, komposer, musisi, pemerhati budaya, antropolog, dan berbagai ahli lainnya untuk membahas Yamko Rambe Yamko.
Dalam periode waktu tersebut, Ketua Dewan Kesenian Tanah Papua, Nomensen Mambraku, menyatakan dengan tegas bahwa dari ratusan suku yang ada di Tanah Papua, tidak ada satu pun suku yang mengakui bahwa lirik Yamko Rambe Yamko merupakan bahasa mereka.
Penelusuran mengantarkan ke banyak kemungkinan, mulai dari adanya kesamaan dalam lirik lagu Yamko Rambe Yamko dengan bahasa Swahili di Afrika tengah.
Namun, ketika penelusuran dilanjutkan ternyata Yamko Rambe Yamko justru tidak menggunakan bahasa Swahili. Hanya beberapa kata saja yang dianggap bagian dari bahasa tersebut atau mirip.
Kasus seperti Yamko Rambe Yamko ini semakin penting dibahas karena banyak sekali bahasa daerah kita yang sedang terancam punah atau bahkan sudah hilang.
Ketika penutur asli semakin sedikit, literatur dan dokumentasi hampir tidak ada, maka lagu-lagu atau warisan lisan seperti ini pun menjadi sulit dilacak kebenarannya.
Akibatnya, muncul perdebatan panjang seperti yang terjadi, apakah ini benar bahasa asli suku tertentu, atau hanya ciptaan atau modifikasi yang kemudian dianggap sebagai identitas Papua.
Ironisnya, di saat kita masih punya banyak “Yamko Rambe Yamko” yang belum terpecahkan dan ratusan bahasa daerah yang sedang sekarat, justru muncul arahan, untuk sekolah di Indonesia belajar bahasa Prancis.
kita belum serius melestarikan bahasa dan budaya sendiri, tapi sudah terburu-buru mengadopsi bahasa asing secara massal.
Bukannya kita anti bahasa asing, seharusnya energi, anggaran, dan perhatian pemerintah lebih dulu diarahkan untuk menyelamatkan bahasa-bahasa daerah kita yang sekarat, mendokumentasikan warisan lisan, dan memastikan generasi muda mengenal akar budayanya.
@mantabcoo@hrdbacot Pertamax green ini produk baru, kalo dulu pernah asa ron 95 namanya pertamax plus yang kmudian dihapus trus diupgrade jd pertamax turbo 98.
Pertamax green ini cuma ada di beberapa pom bensin pertamina
@JakartaFairID 1. Area bedding furniture : Hall B3, C3
2. Area jajanan umkm : Hall C2
3. Area terbuka & terbesar : Open Space
4. Area fashion mom & baby : Hall B dan Gambir expo
Wish me luckk
@JakartaFairID 1. Area Barang Otomotif di Hall A
2. Area Produk Kecantikan di Hall B3 & C3
3. Area Alat elektronik di Hall D
4. Area fashion di Gambir Expo
Whuss
@RevoNugroho@MafiaWasit Seharusnya tidak boleh, ya. Mungkin lebih tepat kalau kameranya disita, lalu kalau mau diambil lagi kameranya, harus ada perjanjian tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Karena memang ada aturan tidak boleh merekam/memotret dengan kamera profesional/DSLR.
@tanyakanrl Bedanya setauku cuma di wangi aja, yg silver lebih wangi gitu kayak ada campuran parfumnya.
Kalo mau coba yg lain bisa pake merk hibka, mirip² m.b.k
Atau mau yg semprot² pake deorex kalau saya.
@sahril_214 @ugieeeeee@cakimiNOW@ridwankamil Efeknya sih lebih ke stok barang jd cepat terpenuhi, kalo stok barang langka pasti harga naik. Krn stok lebih cepet sampai jd harga juga bisa lebih murah dan stabil. Salah satu logikanya gini soal harga.