@RomitsuT@jokowi Baca baca berita, jgn bacanya di medsos, cari ling berita yang benar, jalan tol pulau sumatra nyambung, pulau jawa, kaltim, makasar, mabado ikn, mrt, lrt, lrt palembang, keereta cepat, kereta api sulsel, bandara2, pernah ke terminal 3 soetta gak, stasiun, bendungan, jln papua dll
1.500 Pekerja Telah Kembali ke IKN, Pembangunan Berlanjut
Klik untuk baca: https://t.co/Ln5ACxThAa
Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://t.co/RCUQtc5qT7
Download aplikasi: https://t.co/lmnMo1EtlE https://t.co/Ln5ACxThAa
@wanz_212@tham878 Kamu mau bilang temen2 pak Jokowi yg seangkatan jokowi di fakultas kehutanan dengan cetakan dan tulisan di ijasah yg sama dengan ijasah pak Jokowi palsu semua gitu, cobalah berfikir yg bijak
@BrigitNamida @jokowi Penting itu mau sholat, banyak org bilang laksanakan sholat tapi gak pernah sholat, yg menilai allah swt, semua manusia sama derajatnya di mata allah swt, sekalipun itu ustad dan kiyai.
@BungkusTukang Itulah politik, tanpa dia juga pak prabowo gak bisa menang apalagi pilih wapres anis, kasihan kan 4 kali ikut pilpres gak menang, sekalipun sama megawati gak menang, hanya menang sama bocil yg itupun keturunan jokowi, coba deh keturunan ganjar juga ada tuh bocil, prabowo gak mau
@Titupurnama@jokowi Itu lembaga media asing sekutunya tempo, memang kerjaannya cuman tukang fitnah dan bernarasi sesat, jika benar seperti kata pak mahfud MD itu jokowi kuat karena tak ada kasus korupsinya, terus apa hebatnya koran asing abal abal menilai seenak udelnya.
@awemany PDIP telat memecat Jokowi, takut suaranya anjlok lebih dalam, padahal dari awal masa kampanye jokowi sdh tampak gak mendukung ganjar, semua sdh berlalu, pak jokowi itu di tunggu parpol koalisi tuk bisa masuk ke salah satunya, tp jokowi memilih perorangan artinya non partai.
@akbarfaizal68@jokowi@gibran_tweet@bobbynasution_@PDI_Perjuangan Telat gak berpengaruh sedikitpun buat pak jokowi, gibran dan bobby malah merela kian cemerlang, bagi pak jokowi banyak parpol besar yg menantikannya bahkan jabatan ketua umum bisa didapatkannya.
@Opposite6888 Kata siapa terpelajar, kata pendukungnya 40% itu iya, malah tampak seperti orang tak terpelajar, etikanya sopan santunnya menilai orang kalah sama gibran si bocil, mana ada orang terpelajar menilai kinerja pak prabowo 11 dari 100, apa itu pantas😅
@hnirankara karena sejak awal anda tidak memilihnya, beda dengan kami jumlahnya 96,3 jt jiwa memilihnya, tentu mendukung kerja mas wapres, pak prabowo yg mengajaknya santai knp anda repot, benci boleh tapi hormati 96,3 jt manusia yg memilihnya, jumlah kalian cuman sedikit tp berisik.
@BungkusTukang Kalau bantuan wapres gibran itu jelas atas nama wapres atau pemerintah, wapres itu konstitusi, kalau bantuan gibran ya itu pribadi dapat kalian persoalkan, kenapa meributkan mas wapres membantu warga, bisa saja itu diambil sumber dananya dari operasional mas wapres.
@KompasTV Diuji saja pak pakar di pengadilan, hak penyidik menetapkan tersangka itu, jika bisa jadilah ahli di persidangannya, sampaikan pak pakar di depan hakim, jika bebas berarti bener pendapat pak pakar, jika terbukti dan di pidana ia tetap saja narapidana karena melakukan kejahatan.