Güney Kore birkaç gündür korkunç bir olayla çalkalanıyor.
Jeju adasında Mayıs ayında ailesi tarafından kayıp olarak bildirilen genç bir kadının cesedi bulundu. ancak işin korkunç tarafı, kayıp ihbarının hemen ardından bir polisin aile ile iletişime geçerek kızlarıyla temas kurulduğunu, güvende olduğunu, onları görmek istemediğini söylemesi. böylece arama çalışmaları duruyor. yaklaşık üç ay sonra vakaya bakan başka bir polisin araştırmaları sonucu kadının cesedine ulaşılıyor, hem de 10 yıldır yaşadığı yerin sadece 1 km uzağında. vakaya bakan ilk polis sadece yalan söylemekle kalmamış tüm kamera görüntülerini de yok etmiş.
bu olayın ardından yine kayıp olarak bildirilen bir erkek cesedine ulaşılıyor ve onun vakasına da aynı polisin baktığı ortaya çıkıyor. bu polisin 200’ü aşkın kayıp olayının bu şekilde üstünü örttüğü düşünülüyor.
Jeju adasında son 3 yılda yaklaşık 3000 kayıp olduğu söyleniyor.
Pada akhirnya hidup bukan lagi tentang “if they want to, they would.”
Tapi lebih kepada “if God has written something for you, it will find its way to you.” at the right time, in the right way.
Karena apa yang memang Tuhan takdirkan untukmu tidak akan pernah benar-benar melewatimu. dan yang bukan untukmu, sekuat apa pun kamu mencoba menggenggamnya, it will never truly stay.
Tanpa harus benar-benar mengakhiri hidup, manusia sering mengalami fase di mana rasanya seperti “mati” berulang kali. Bukan secara fisik, tapi lebih ke dalam batin. Ada momen ketika semangat hilang, tujuan terasa kabur, dan hal-hal yang dulu penting tiba-tiba tidak lagi berarti. Tubuh tetap berjalan seperti biasa, melakukan rutinitas, berbicara, bahkan tertawa, tapi di dalamnya ada bagian yang terasa kosong atau tidak lagi utuh.
Seiring waktu, yang berubah bukan hanya perasaan, tapi juga cara memandang hidup. Harapan yang dulu kuat bisa perlahan melemah, bukan karena satu kejadian besar, tapi karena akumulasi dari banyak hal kecil yang tidak berjalan sesuai keinginan. Dan seringnya, orang lain tidak menyadari hal itu, karena dari luar semuanya tampak baik-baik saja.
Tadi nge dm gebetan jaman sekolah, 15 th lost contact. Sudah lega, sudah bisa say hello sekali lagi. Bye bye masa lalu, akhirnya unfinished business ini bisa ditutup sampai di sini ☺️
aku pernah membaca,
“maka, bertumbuhlah dengan sangat cantik. biarlah luka-luka itu menjadi perjalanan yang perlahan membentukmu menjadi akar yang kuat.”
lalu seseorang menimpali,
“jika nasi telah menjadi bubur, buatlah bubur yang enak.”
cantik banget kalimat ini :
"Kalau hujan yang nyentuh kulitmu aja harus nempuh perjalanan sejauh itu buat sampai ke kamu, berarti semua hal yang emang buatmu; rezeki, kesempatan, jabatan, bahkan orang-orang yang tepat, semuanya lagi berproses menujumu."
trust the delay.
HP lo hilang. Lo buka Find My Device dari laptop.
“Last seen: 4 jam lalu. Lokasi: Stasiun Manggarai.”
Abis itu? Udah. Nggak gerak lagi. Offline.
Yang ngambil langsung matiin internet. Cara lama yang udah biasa.
Dulu sih ceritanya berhenti di situ.
Sekarang? Nggak lagi.