Mencoba menetralkan percapakan aku jawab "nanti buru-buru taunya suami tukang pukul bukannya bahagia malah sengsara" nenek mengiyakan dan sedikit menyauti. Dalam hati aku bertekad untuk hidup sebaik-baiknya dan bahagia, sekalipun tidak ada laki-laki yang membawakan kebahagiaan
Barusan nanya, emangnya nenek kenapa pengen aku cepet nikah? "Ya nenek takut ga ketemu cucu; suami kamu, padahal nenek yang ngebesarin kamu. Nenek pengen liat kamu bahagia" aku cuma bisa ketawa garing, sebenernya nahan nangis. Tidak espek jawaban yang seperti itu. She's my angel.
disappointment is weird because yes i want to forgive you, wholeheartedly so but my mind is struggling to comprehend why would you ever think it was ok to do me like that