Om ku direktur di perusahaan ban terkenal di Indo, terus pas mudik kmren aku & suami stay di rumah beliau. Lagi ngobrol2, beliau bilang udah bikin perusahaan kecil lg buat anaknya (sepupuku ini blm lulus kuliah) dan nama anaknya udah jadi komisaris 😭
Sepupuku ini pdhl lagi demen2nya konseran k-pop & nonton anime 😆😆
Tapi memang anaknya pinter, pengen lanjut sekolah lgsg di Jepang (dia udah lolos N brp gt), but i can see her future is already bright.
I, too, wish to be able to provide a good education, safety net & wealth to my offspring. So they can pursue whatever they want without worrying if they can afford a food for the next day (like i used to be)
Cicilan udah dibayar, rumahnya ternyata ghaib
Pasangan suami istri Ajeng & Rudi kena zonk beli rumah inden di Sentul yang harganya sampai 1,7 miliar. Padahal mereka berdua orang yang paham banget dunia properti karena kerja sebagai kontraktor sipil dan interior, tapi tetap kena apes sama developer gede yang mereka kira bakal aman-aman saja.
Awalnya mereka ambil unit itu tahun 2022, tapi pas masuk tahun 2024 yang harusnya sudah serah terima, rumahnya malah mangkrak dan progresnya masih di bawah 40%. Ironisnya lagi, Rudi tetap disiplin bayar cicilan 17 juta tiap bulan meski rumahnya belum jadi, soalnya dia takut kalau namanya kena BI checking jelek mengingat statusnya sebagai pebisnis yang butuh kepercayaan bank.
Mereka sudah sempat ketemu direksi developernya sampai dua kali karena manajemennya ganti terus, tapi cuma dikasih janji manis soal perpanjangan masa retensi dan kompensasi nggak masuk akal kayak bonus kanopi, di sisi lain cicilannya makin bengkak gara-gara bunga floating yang naiknya hampir dua kali lipat dari cicilan awal.
Bapak&Ibu yang kerja di bidang properti, mohon bagi tips biar ga kena zonk pas beli rumah pertama.
@jieyajieye dream hair sendangmulyo ya kakk? dulu juga pernah potong disitu kesana ga enak bgt pelayanannya judes poll apalagi ownernya yg cewe duh kalo diinget kesel bgt
hasil potong rambutnya juga ga sesuai dgn harganya
aku liat google review gila ownernya defensif bgt
malu bgt anjrit tadi di MRT lagi ngomong ke temen "kiamat juga kantor gue paling ½ hari doang... kayaknya pas antri padang mahsyar gue masih ttp wfh deh, buka laptop aja gt di antrian" trs gue mendengar orang SNORTING ketawa??? keliatan refleksinya dr kaca 😭😭😭 maaf kalo asbun
3 bulan kerja di pengolahan makanan di jepang, standar higienisnya emang gak kaleng-kaleng. mau ke toilet aja kadang males karena harus lewat proses cleaning (sanitasi) lagi. istirahat 45 menit, 10 menitnya habis buat bebersih 😭
pernah bikin geger satu pabrik. tebukuro (sarung tangan) tiba-tiba robek pas kerja. aku di bagian sortir keripik kentang yang baru keluar dari penggorengan, suhunya panas jadi emang gampang robek.
waktu itu shift malam. sadar robeknya jam 21.00, langsung buru-buru lapor operator.
diinterogasi kira-kira robeknya jam berapa. akhirnya ditarik perkiraan sekitar jam 19.00.
masalahnya robeknya sampai bolong dan potongannya gak ketemu. dikhawatirkan masuk ke dalam kemasan.
akhirnya produksi dihentikan. semua produk dari jam 19.00–21.00 dibongkar buat nyari potongan sarung tangan itu.
ribuan kemasan dibongkar. jangan tanya keadaan mentalku saat itu. rasanya pengen menghilang dari bumi 😭
komat-kamit dzikir minta keajaiban biar ketemu… tapi nihil 😭
untung gak jadi musuh line produksi, tapi emang sejak hari itu langsung di pindah line 😭
kalo nanya kemasan yang dibongkar itu apakah di re-pack? enggak ya, jadi gomi (sampah) biasanya buat makan ternak khususnya babi.
intinya standar food safety di jepang gak kaleng-kaleng 😭
rela rugi banyak demi sebuah kualitas
Saya menuliskan ini dengan hati yang sangat sangat terluka dan prihatin. Nyaris meneteskan airmata campur aduh, sedih dan marah.
Sore ini saya telah berada di Surabaya, untuk acara besok pagi. Karena cuaca tidak terlalu panas, saya berjalan kaki menuju GalaxyMall3 di Sukarno Hatta. Setelah membeli barang yagn saya butuhkan, saya balik hotel.
Tiba tiba, dari kejauhan saya melihat kecelakaan. Sepeda motor (cowok+cewek) tersenggol mobil, dan langsung menghantam aspal. Mobil lari, si sepeda motor, terkapar. hanya ada 1 orang pemuda yang menolong. Menepikan motor dan memindahkan ke pinggir. Saya segera berlari menyusul, membantu. Berdua.
Si cowok dalam kondisi pingsan, sedangkan ceweknya berlumuran darah. Dua duanya beretnis chinese.
Saya, jelas gak bawa mobil. jalan kaki. Si mas satunya, hanya ada sepeda motor. Kami bingung. Satupun dari ratusan orang yang melintas di jl protokol kota surabaya ini, TIDAK ADA yang menepi membantu.
Saya tlp 110. (silahkan rekan rekan coba juga ya..) Petugasnya jelas bukan petugas yang terlatih untuk menangani tlp masuk orang yang panik butuh pertolongan. JANGAN PERNAH MEMBANDINGKAN DENGAN 911 ya. bumi langit. Polisi malah ngang-ngong. Sudah jelas dikasih titik lokasi kecelakaan, tapi sama sekali tidak terlihat cakap. Saya tlp lagi 112. Ternyata luar biasa. Linknya penuh terus ! entah rusak sistem atau apa...
Langsung kita cari gocar. Karena taksi yang lewat di jalan ini gak ada. mobil lewat gak ada yang mau menepi. Alhamdulillah, setelah 6 menit, gocar datang.. kami antar langsung ke RS terdekat. (RS Haji). Sambil kami tlp orang tuanya untuk menyusul.
Pengin nangis saya adalah : betapa layanan publik kita sangat tidak bisa diandalkan! SEtelah 30 menit, baru saya ditlp dari polisi, yang meminta maaf. Karena dia ternyata juga tlp ke 112 dan gak berhasil juga. Bayangkan !
Paling menyedihkan dan melukai hati saya adalah : betapa makin banyaknya orang egois. Tidak peduli dengan sesama yang sedang jatuh ketimpa kemalangan.
Saya berdoa sungguh sungguh, semoga bangsa ini, kembali ke jaman dulu uyang tetep meletakkan nilai kemanusiaan diatas segalanya.
Buat teman teman.. saya menghimbau. Mari kita lakukan kebaikan. Apapun itu, jangan takut. SEdih kalau ada kalimat : takut membantu, karena takut berurusan dengan polisi. JANGAN! Percayalah, jika kita benar, Tuhan tidak akan meninggalkan kita.
@PemkotSurabaya