"iyaa gpp" sll jd penenang, saat ngrasa ga adil atau ga sesuai dengan angan-angan sendiri.
Karena tidak semua yg diinginkan, Allah hadirkan, tapi yang bakal Allah kasih ya yg dibutuhkan. dan semua akan baik-baik saja.
an seyoung expressing disappointment toward bka
"i've been very disappointed with the national team especially during times when i was injured, i can't forget those moments. while i want to continue playing badminton for the development of the sport and to achieve my own records, i'm not sure as what the association will do. but as long as i can keep playing badminton, i feel like i can endure any situation."
"first of all, while i was preparing, i always thought that the olympics were a tournament full of unexpected events. so, i considered and prepared for every possible variable, no matter how small. that's one of the reasons why i kept playing without getting any rest despite my injuries. i wanted to be ready for any unexpected variable, so i didn't skip a single day of training, even practicing early in the morning, i wanted to be prepared for anything. my method might have been wrong, but i think this was a chance to prove myself so... i feel good (that it's proven). also about the athletes not being able to compete in the olympics just because they're leaving the national team... i think it's a bit heartless for the them. i think in badminton, singles and doubles are completely different, and i believe that athlete's injuries or any other qualifications shouldn't lead to them being deprived of their right to compete. however it seems to me that our association is blocking everything. it feels like they're forcing many restrictions under the guise of freedom. i do think badminton could achieve more progress, but the fact that we only won one gold medal is something worth reflecting on."
Perjalanan Rifda begitu panjang, terjal, sulit, menyakitkan.
2017: cedera siku
2018: cedera lutut
2019: cedera paha dalam
2020: patah tulang kering
2022: cedera di kedua lutut, di kaki kiri, di bahu kanan
2023: berlomba dengan cedera lutut kanan di Kejuaraan Dunia 2023. Tetapi di sanalah Rifda mencatat sejarah sebagai pesenam Indonesia pertama yang lolos ke Olimpiade.
2024: Sudah operasi meniskus, tetapi memilih untuk tidak operasi ACL agar bisa tampil di #Paris2024 .
2024: Tiga pekan sebelum berangkat ke Paris lututnya bengkak. Padahal sebelumnya dia sudah bisa memainkan semua alat. Rifda menjadi sangat stres.
2024: Tiga hari sebelum berangkat ke Paris, kondisinya sudah baik dan bisa main 4 alat. Tetapi sesampainya di Paris, saat latihan kedua, dia cedera lagi.
Hari ini, Rifda harusnya tampil pada nomor all around (empat alat). Tetapi dia hanya bisa memainkan satu saja yakni palang bertingkat.
Rifda tampil dengan menahan rasa sakit akibat cedera meniskus dan ACL. Untuk tampil di Olimpiade, Rifda bahkan harus dibantu oleh Eva Novalina, pelatihnya, untuk naik dan mendarat di palang bertingkat.
"Saya ingin sekali tampil di Olimpiade karena ini cita-cita saya. Saya mau buat bangga semua yang sudah mendukung saya," katanya via NOC Indonesia.
"Sekarang rasanya lebih tenang, saya sudah bisa membuktikan bisa tampil di Olimpiade. Saya senang bisa menahan rasa sakit sampai kompetisi selesai."
Hormatku padamu Rifda Irfanaluthfi.
Terima kasih!
yakin muncul berasal dari hati. hanya Allah yang mampu membolak balikkan hati manusia. ikhtiar adalah usaha dari manusia, doa adalah senjata terbaik manusia, sedangkan tawakal adalah pasrah dari hamba kepada Tuhan, dan takdir adalah kehendak Tuhan untuk hambanya.
@belanjaholics Sejak kapan dana desa bisa buat pembangunan Kantor Desa?
Secara aturan Dana Desa tidak diperbolehkan digunakan untuk pembangunan kantor desa.
Kemungkinan desa tersebut punya PAD (Penghasilan Asli Desa) yang besar seperti desa wisata, dll.
sering kali takut dan kepikiran terhadap hal yang belum terjadi dan bahkan tidak pernah terjadi, tetapi sering tidak takut dan bahkan lalai terhadap hal yang sudah pasti akan terjadi.